Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-68 Merawat Jerry.


__ADS_3

Aummmm.... Whuss....


Malam larut dengan hujan yang terus berderai membasahi tanah kering dan angin yang terus berhembus kencang menggoyangkan pepohonan basah yang menimbulkan suara pergesekan yang sedikit menyeramkan disertai suara Auman hewan-hewan buas malam hari di hutan sana. Hawa dingin ditambah dengan hembusan angin semakin membuat udara menjadi lebih dingin dengan suhu yang begitu rendah.


"Heuuhhh...di...ngin..."


"Di...ngin..." Suara lemah itu terus beradu dengan gertakan gigi yang menggelikan telinga mendengar. Bibir pucat itu bergumam seraya menyelimuti dirinya dengan selembar kain tipis yang ia gapai baru saja. Suhu tubuh Jerry semakin meningkat memanas, bibirnya mulai pucat karena kedinginan dengan suhu perkotaan yang biasanya tidak sedingin ini, Jerry sepertinya perlu beberapa waktu lagi untuk beradaptasi dengan suhu pedesaan.


Karmila yang mendengar suara gertakan gigi di dekatnya semakin mengeras, akhirnya sedikit terbangun, tidurnya sungguh terusik malam ini. Ia bangun dan menyalakan lampu, begitu terkejut melihat Jerry yang meringkuk kedinginan di lantai hanya beralaskan selimut tipis yang dijadikan sebagai penutup tubuhnya dari hawa dingin oleh Jerry. Karmila segera mengukur suhu tubuh Jerry, dan benar saja suhu tubuhnya berada di angka 38 derajat.

__ADS_1


Karmila segera mengambil air hangat dan mengompres tubuh Jerry dengan air hangat setelah membantu pria itu bangkit dan tidur di ranjang. Tetapi setelah beberapa lama mengompres suhu tubuh Jerry masih juga belum stabil dan Karmila hanya khawatir pria itu bisa saja step karena suhu tubuhnya terlalu panas. Ditambah lagi Jerry yang semakin menggigil memeluk perut Karmila erat seraya meminta kehangatan lebih dari wanita itu.


Jantung Karmila seketika berdegup kencang, ingatan-ingatan kelam itu kembali menyeruak di kepalanya dan membuat keringat dingin keluar dai seluruh tubuhnya. Ia tidak bisa bersentuhan lebih dengan seorang pria, tetapi tegakah dirinya membiarkan pria malang itu menggigil kedinginan, jika sampai terjadi apa-apa pada pria itu maka bukan tidak mungkin itu akan menjadi penyesalan terdalamnya sebagai seorang dokter.


"Aku adalah seorang dokter, jika malam ini aku gagal menyelamatkan dia! Pantaskah aku disebut dokter? Tetapi bisakah aku melawan trauma ini demi keselamatan seseorang yang membutuhkan bantuanku?" Lirih Karmila merasa dilema akan dirinya sendiri. Jika ia menolong Jerry, bukan tidak mungkin dirinya akan membuat traumanya kambuh tetapi jika ia tidak menolong Jerry maka dirinya tidak pantas disebut sebagai seorang dokter. Karena dokter memiliki jiwa penolong yang tinggi dalam dirinya terlebih lagi setelah sumpah yang mengikat mereka.


"Tidak! Aku tidak boleh egois, dia membutuhkan aku!" Karmila dengan yakin membuka seluruh pakaian Jerry dan hanya menyisakan pakaian dalam Jerry dengan boxer pendek dan dengan segera ia membuka seluruh pakaiannya hingga hanya tersisa selembar lingerie tipis. Hanya inilah satu-satunya cara yang bisa membuat suhu tubuh Jerry kembali normal dalam beberapa saat kemudian.


Dua jam telah berlalu, perlahan suhu tubuh Jerry mulai kembali normal Karmila bahkan dapat merasakan hal itu. Tetapi kantuk yang menyerang membuat wanita itu harus ketiduran tanpa memakai kembali pakaian yang telah ia tanggalkan ke lantai semalam. Mereka tertidur nyenyak dengan saling memeluk tubuh satu sama lain dengan posisi yang begitu intim. Hawa pagi yang dingin membuat Karmila nyaman dalam tidurnya menelusupkan kepalanya ke dada kekar milik Jerry.

__ADS_1


Begitupun dengan Jerry yang bukannya melepas pelukan itu, justru pria itu semakin erat memeluk Karmila merasakan sesuatu hangat mengalir di tubuhnya membuat merasa nyaman dan tetap dalam posisi yang sama.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya yah.


__ADS_2