Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-22 Kamu kuat, Nak!


__ADS_3

Pagi hari datang dengan cepat, mentari telah bersinar di ufuk timur memancarkan kehangatan dan sinarnya yang menyilaukan. Burung-burung berkicau mengelilingi desa yang telah menjadi musik sehari-hari bagi para warga desa yang sudah terbiasa dengan kicauannya.


Tiga bulan telah berlalu, si kembar pun tumbuh sesuai dengan berlalunya waktu. Semakin bertambah usia, ketampanan yang dimiliki kedua bayi itu semakin terlihat. Bahkan beberapa tetangga sering datang hanya untuk sekedar menggendong si kembar dan meminjamnya sebentar kemudian mereka akan mengembalikan pada Tica. Mereka bilang, si kembar adalah calon jodoh mereka kelak.


"Mmaahh... Emhhhahh..." Oceh Baby Eth yang tengah berusaha untuk merangkak dan menggapai kaki sang ibu yang tengah menyiapkan baju untuk si kembar. Ya, si kembar baru Tica mandikan.


"Sebentar Nak, ibu lagi siapin baju buat kakak sama adek." Sahut Tica tanpa menoleh pada kedua bayi tampannya.


Selepas memakaikan pakaian pada si kembar, Tica segera membersihkan dirinya dan menitipkan si kembar pada ayah dan ibunya.


"Emmmahhh..."


Ethan dan Evan memiliki perbedaan yang mencolok meski keduanya kembar. Lihatlah, sang kakak selalu diam jika bukan dengan ibunya. Sedangkan Evan, sang adik selalu menebar pesona pada siapapun, ia selalu menebar senyum manisnya yang membuat semua orang meleleh dibuatnya.


"Hy, Daddy datang!!"


"Wah ada Daddy, silahkan masuk Nak Recaz!"


"Terimakasih, Bu!"


Recaz yang baru saja tiba dari luar kota, memutuskan untuk langsung mengunjungi si kembar. Karena ia begitu merindukan kedua bayi kembar yang sudah ia anggap seperti anak-anaknya sendiri. Bahkan semua tetangga benar-benar mengira Recaz adalah ayah dari si kembar tetapi Tica menjelaskan kebenarannya. Wajah Dendy dan wajah Recaz tidak jauh berbeda, sama-sama berwajah bule sehingga mereka sedikit sulit membedakan.

__ADS_1


"Sebentar yah, ibu panggilkan Tica." Ujar Ibu seraya memberikan Ethan ke gendongan Recaz dan melangkah menuju kamar Tica. Sedangkan ayah duduk menggendong Evan, pria paruh baya itu merasa sangat terbantu dengan adanya Recaz, ia pun juga banyak mengucapkan syukur karena berkat bantuan Recaz, ia bisa mengembalikan sawahnya yang hampir disita rentenir. Dan juga mencicil uang yang Recaz berikan. Walau Recaz sempat menolak, tetapi ayah terus memaksa.


"Halo Mas? Kamu kemana aja? Aku nyariin kamu, kenapa kamu engga kabarin aku sama sekali! Kenapa Mas?"


("Aku lebih memilih bersama wanita masa laluku, jangan memperjuangkan aku lagi.")


Degg!


"Maksud kamu apa sih? Aku...aku engga marah sama kamu, kamu pulang yah."


("Selamat tinggal dan semoga kita tidak bertemu lagi!")


"Baiklah jika itu adalah kebahagiaanmu, cinta tak harus memiliki. Tetapi karma akan tahu kepada siapa ia akan hadir!"


Tutt.


"Tica!"


Deg!


Tica menolah dan sontak terkejut melihat siapa yang berdiri di belakangnya dan mendengarkan pembicaraan di handphone.

__ADS_1


"I..ibu?"


Grep!


Ibu menangis, merengkuh sang putri. Wanita paruh baya itu begitu salut akan ketegasan dan ketegaran yang dimiliki oleh putrinya. Walaupun telah disia-siakan bahkan secara terang-terangan dicampakkan, tetapi tak pernah sekalipun Tica menangis dan mengeluh atas semua deritanya itu. Justru ibu selalu melihat senyum indah dari ibu si kembar itu.


"Hiks... Jangan sedih, kamu masih punya ibu, punya ayah, punya si kembar dan Nak Recaz juga selalu ada untuk kamu. Kami semua disini untuk kamu, jangan lagi berharap untuk dia yang telah mencampakkan kamu, kamu cantik dan masih banyak yang lebih baik dari dia."


Hati ibu mana yang tidak terluka, ketika mendengar jelas seorang pria yang ia percaya telah menyakiti putrinya. Pria itu telah menghancurkan hati putrinya, putri yang ia jaga selama hidupnya, putri yang ia besarkan dengan penuh lelah. Tidak bisa diungkapkan sesakit apa perasaan Ibu Tica yang masih saja merengkuh sang putri.


Kamu kuat, Nak! Kamu putri Ibu! Ibu selalu ada di sampingmu hingga akhir hembusan nafas ibu!


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote like and komennya yah! Biar Cyndii makin semangat up-nya.


__ADS_2