Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-76 Benar-benar melakukan itu.


__ADS_3

WARNING ⚠️


Jerry mengukung tubuh wanita yang merupakan istrinya itu di bawha tubuhnya, tubuh yang masih sama-sama terbalutu busana perlahan tapi pasti Jerry telah menanggalkan setiap helai kain yang menutupi tubuh molek Karmila. Tanpa melepaskan tautan bibir yang masih tertaut sejak beberapa detik yang lalu, setelah menanggalkan milik istrinya, kini waktunya ia membuka miliknya sendiri.


"Kau tidak bercanda kan, Sayang?" Tanya Jerry dengan suara parau karena mata hijau itu telah digeluti oleh kabut gairah yang membara dan siap untuk dibakar agar segera berkobar malam ini juga.


"I...iya Jer." Sahut Karmila meringis melihat benda panjang nanti tumpul yang dilapisi otot-otot kekar itu menyembul dari dalam boxer suaminya. Benda yang masih dibungkus boxer itu sudah nampak memberontak ingin keluar dengan ukuran yang sudah membesar dan menegang.


"Sayang, aku benar-benar ingin kau memanggil aku dengan embel-embel yang romantis." Ujar Jerry, Karmila tersenyum merona, ia sedikit memanas melihat posisi suaminya yang kini tengah berdiri di hadapannya tanpa mengenakan sehelai kain pun kecuali boxer ketat yang masih melekat.


"Baiklah, Tuan suami yang tampan!" Karmila menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya yang sudah membuka seluruh pakaiannya dan menindih tubuh sang istri tetapi bukan berarti mereka sudah melakukan.


Angin berhembus semakin kencang menggerakkan pepohonan dengan dinginnya hawa pedesaan malam hari yang diselimuti awan mendung di atas sana, seperti malam-malam sebelum hujan akan turun beberapa saat lagi dan kicauan burung-burung malam serta Auman hewan-hewan buas di dalam hutan sana begitu terdengar jelas seakan menjadi musik keseharian bagi warga desa.

__ADS_1


"Suamiku, tutupin pake selimut, aku malu!" Karmila masih saja memejam mata seraya melenting hebat kala Jerry telah bermain di bawah sana memancing birahi istirnya serta melakukan pemanasan agar istrinya tidak terlalu merasakan sakit saat kegiatan inti nanti.


"Oushhh..." Karmila menjambak rambut Jerry meminta pria itu untuk memperdalam lagi. Ia tidak tahu kenapa pikirannya tiba-tiba menjadi semesum ini, apakah ini adalah efek saat melakukan kegiatan intim dengan pasangan? Karmila berusaha sebisa mungkin melawan semua ketakutannya, ia yakin suaminya adalah yang terbaik dan malam ini ia harus bisa.


Setelah dirasa inti milik istrinya sudah mulai basah, Jerry mencoba untuk perlahan memasukkan ujung miliknya ke dalam inti yang masih suci itu. Jerry memang tidak pernah melakukan ini sebelumnya, tetapi bukan berarti Jerry tidak pernah melihat video-video tersebut. Saat insting kelaki-lakiannya muncul, Jerry harus terpaksa bermain solo di kamar mandi dan hanya bermodalkan sabun dan tangan dengan sebuah video yang ia putar di gawainya.


"Ini mungkin akan sedikit sakit, Sayang! Tahanlah!" Jerry memasukkan lebih dalam lagi miliknya, benar saja mata Karmila melebar mendelik menahan sakitnya di bawah sana, seakan kulitnya dicabut dalam luka yang masih basah. Ini benar-benar merobek lapisan kulitnya, Karmila menggigit bibir bawahnya, air mata itu luruh begitu saja dengan kuku-kuku tajam yang menancap di punggung suaminya hingga kulit di tubuh kekar itu terkoyak.


"Akh... Sakit!Keluarkan benda itu!"


"Tahan Sayang!" Jerry mengambil alih bibir istrinya seraya tetap memperdalam masuk miliknya, dan mata Karmila melotot penuh saat milik suaminya sudah sepenuhnya masuk dengan dua kali hentakan saja. Sedikit rasa sakit dalam tubuhnya mulai terangkat dan tergantikan oleh rasa yang sulit dijabarkan. Entah ini nikmat yang bercampur dengan sakit, tubuhnya menikmati ini tetapi ini membuatnya merasa sakit.


"Suamiku, aku lelah kita lanjut besok." Karmila seakan remuk, tetapi suaminya masih saja bersemangat melanjutkan kegiatan mereka yang sudah berjalan selama satu jam lamanya. Wajar Karmila meras lelah, karena ini merupakan pengalaman pertamanya. Terbukti dari bercak darah yang berceceran di bed cover putih itu.

__ADS_1


Jerry mendapatkan puncaknya dengan peluh yang sudah meleleh di seluruh tubuhnya beserta detak jantung yang mengencang seirama dengan nafasnya yang berhembus tidak beraturan. Ia ambruk di atas tubuh istrinya yang juga merasakan hal sama, wanita mungkin akan sedikit lebih sakit dari pria.


.


.


.


.


TBC!


Vote like and komennya yah.

__ADS_1


__ADS_2