Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-91


__ADS_3

Tujuh tahun kemudian.


"Happy Birthday to you... Happy Birthday to you... Happy Birthday to my twin..." Nyanyian bersorak gembira dari para sahabat Tica untuk si kembar di ulang tahunnya yang ke delapan tahun.


Sebuah ruangan mansion yang disulap menjadi ruangan pesta dengan sebuah cake bergambar mobil di atas meja. Ethan dan Evan, si kembar tampan yang tumbuh dengan kepribadian berbeda. Evan dengan sifatnya yang ceria dan terbuka pada semua orang, ia seakan menjadi cerminan Tica yang selalu membawa keceriaan di manapun dirinya berada. Sedangkan Ethan dengan sifatnya yang semakin tertutup dan terkesan introvert sama persis dengan sang Daddy yang sangat irit berbicara.


"Selamat ulang tahun, Kak Ethan dan Kak Evan." Kata seorang gadis kecil cantik bernama Ainsley, putri semata wayang Jerry dan Karmila. Setelah memiliki Ainsley, Karmila tidak lagi mau memiliki anak dan Jerry hanya menyetujui apapun kemauan sang istri. Mereka merawat Ainsley dengan begitu baik, hingga gadis kecil itu tumbuh dengan kepribadian baik dari didikan kedua orangtuanya.


"Hmm!" Ethan hanya diam masih dengan wajah datarnya ia menerima hadiah dari Ainsley kemudian menaruhnya di sebuah box yang telah disediakan.


"Terimakasih, Ley! Kamu sangat cantik hari ini." Berbeda dengan Evan yang membuka tangannya memeluk Ainsley, wanita cantik yang begitu ia kagumi selain ibunya. Tidak dapat diragukan, Ainsley memang cantik menuruni garis keturunan ibunya, dimana rambut merah itu akan menyala saat terkena pantulan sinar matahari. Dengan netra hijau yang menatap penuh pesona.


"Kak Ethan, bolehkah Ley memeluk kakak?" Tanya Ley gadis kecil lugu yang masih berusia tujuh tahun itu, Ethan menggeleng menolak pelukan Ainsley, ia sangat anti dengan yang namanya wanita kecuali sang ibu. Bahkan Ethan akan menjauhi apapun yang tidak ia sukai. Tica kerap kali resah, jika begini terus Ethan tidak akan memiliki teman.


Ainsley kembali dengan raut wajah sedih.


"Ethan Evan, selamat ulang tahun ya. Ini untuk kalian!" Sekarang giliran Keyra, putri semata wayang Nadya dan Brydan memberikan dua buah hadiah untuk si kembar.


"Hmm!"


"Terimakasih Kak Keyra, wah kakak cantik sekali hari ini."


"Terimakasih, Evan."


Di belakang sana para orang tua berkumpul menyaksikan interaksi di antara putra-putri mereka yang nampak biasa saja.


"Mas, lihatlah Ethan, jika begini terus dia tidak akan memiliki teman. Aku hanya khawatir putra kita itu akan menjadi korban bully teman-temannya." Tica menatap cemas, Dendy tersenyum meneduhkan, putranya adalah copy-an dari dirinya saat ini masih kanak-kanak. Ethan sama persis dengan dirinya yang tidak suka bersosialisasi dan hanya suka menyendiri. Tetapi seiring berjalannya waktu Dendy yakin sang putra akan berubah jika sudah mengenal dunia luar.

__ADS_1


"Tidak akan pernah!"


"Den, kenapa kau hanya membeli satu kue untuk kedua keponakanku? Apa kau mulai jatuh miskin?" Ejek Brydan kala ia hanya melihat satu kue yang terpanjang di atas meja kue. Dan langsung mendapat tepukan bahu ringan dari Nadya, mulut suaminya itu memang tidak bisa difilter sedikit. Selalu saja ceplas-ceplos jika mengatai orang.


"Ah, mungkin Anda ingin memberikan hadiah untuk anak-anak saya, Tuan?"


"Tentu saja, ambil ini!" Brydan melempar dua buah kunci mobil sport keluaran terbaru tahun ini. Dan sontak Dendy tersenyum penuh kemenangan, masih beberapa bulan yang lalu Brydan memberikan sebuah hadiah mobil yang sama.pada putri Jerry. Kini ia kembali mengeluarkan uangnya untuk membeli dua sekaligus untuk kedua putra Dendy.


"Wah, hadiah sultan! Ethan dan Evan pasti senang jika paman kesayangannya juga memberikan kado untuk mereka!" Dendy dengan sengaja melirik Jerry yang tersenyum kikuk, tentu saja kado yang ia berikan tidak akan semahal kado yanb diberikan oleh Brydan.


"Ini Tuan! Hanya hadiah kecil dariku dan istriku!" Jerry menyerahkan dua buah sepatu lengkap beserta jam tangan berharga fantastis dari brand ternama di Amerika.


"Waw, terimakasih guys."


Seorang gadis cantik berambut merah tengah duduk berdua bersama Evan dan Ethan begitupun Keyra, mereka bertiga berbincang selayaknya anak-anak pada umumnya.


"Kak Evan nanti kalau sudah besar kakak mau jadi apa?" Tanya Ainsley.


"Kalau kamu Eth?" Kini giliran Keyra yang bertanya pada Ethan yang sedari tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka sembari menilik sebuah buku sains yang ada di tangannya. Ethan memang terkenal jenius dengan tingkat IQ yang tinggi dari anak-anak seusianya.


"Pemimpin!"


Ethan Fernandez, memiliki mimpi untuk menjadi seorang pemimpin, entah pemimpin apa yang ia maksud tidak ada yang tahu. Selama ini, Ethan hanya memendamnya sendiri dan mempelajari hal-hal yang ingin ia pelajari.


"Waw!"


"Aku ingin iku Kak Ethan saja." Ujar Ainsley dengan gembira berharap Ethan akan mengizinkan dirinya tetapi kenyataannya Ethan hanya diam tidak merespon apapun, membuat gadis itu lagi-lagi merasa sedih akan sikap Ethan yang begitu cuek.

__ADS_1


"Ley, kau ikut aku saja." Evan menimpali perkataan Ley dengan wajah yang lebih bahagia. Karena baginya akan lebih menyenangkan jika berteman dengan banyak orang di luar sana.


"Baiklah, Ley ikut Kak Evan saja."


Ethan mendelik tajam, "tidak! Siapa yang mengizinkanmu ikut Evan?" Sentaknya pada Ainsley yang membuat gadis itu hanya menggeleng ketakutan.


"Tadi Kak Ethan tidak menjawab. Jadi Ley ikut Kak Evan saja."


"Kau ikut aku!" Sahut Ethan datar, ia ingin gadis kecil yang selalu mencoba untuk akrab dengannya itu untuk selalu mengikuti dirinya.


"Eth, baiklah biar Ley ikut denganmu dan aku ikut dengan Evan." Untuk menghindari pertengkaran apalagi sampai bermusuhan, akhirnya Keyra menengahi perdebatan yang terjadi antara teman-temannya itu. Gadis paling tua di antara teman-temannya itu memiliki pembawaan yang positif, ia selalu saja bisa menempatkan dirinya di manapun ia berada. Sama seperti sang ibu, Keyra selalu bisa membuat semua oranb tertawa bahagia akan tingkahnya.


"Aku akan berbahagia bersama kalian nanti!" Tetaplah disini bersamaku."


"Tentu Evan, kami semua akan tetap disini bersamamu!"


Pertemanan yang terjalin sejak dini memang lebih terlihat mengagumkan ketika melihat keakraban di antara mereka dan terlihat begitu menyejukkan. Di antara orang tua mereka yang saling mendukung putra-putri mereka untuk berteman dengan damai dan penuh cinta membawa sebuah keharmonisan antara satu dan yang lainnya. Tetaplah menjadi pribadi yang baik dimanapun dan kapanpun itu. Karena sejatinya kalian ada versi terbaik untuk diri kalian sendiri. Karena kapanpun kalian menjadi pribadi yang baik.maka selamanya orang akan mengenang apa yanb telah kalian perbuat dengan sepenuh hati dan pikiran mereka. Maka tetaplah menjadi versi terbaik untuk diri kalian sendiri, sekarang, nanti dan selamanya. Jangan pwrnah memaksakan sesuatu yang tidak kalian mampu, tetapi teruslah berusaha untuk menggapai hal yang belum pernah kalian gapai dan tetaplah berjalan dalam jalan kebaikan untuk masa depan yang indah. Karena Tuhan akan selalu mendukung siapapun yan berbuat kebaikan untuk semua orang. Tuhan akan selalu ada untuk siapapun yang bisa berbuat kebaikan pada dunia tanpa menunjukan jati dirinya yang sebenarnya pada dunia.


THE END!


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya yah. Makasih ya Guys untuk ikutin cerita aku. Enjoy ya selalu, semoga kalian sehat selaluuuu... Lope Youuu


__ADS_2