
Ctass!!
Petir menyambar dengan suara hentakan keras di langit gelap sana disertai suara gerumuh hujan yang terus menderas bersama hembusan angin yang membuat suasan semakin menakutkan, seorang wanita yang kini tengah menunggu kedatangan suaminya duduk dengan khawatir. Tidak biasanya sang suami pulang hingga larut malam seperti ini, ia tidak paham kenapa tiba-tiba tadi pagi suaminya menatapnya dengan merengut sebal.
"Ya Tuhan, kamu dimana sih, Jer! Engga biasanya pulang selarut ini, bikin khawatir aja deh!" Ujarnya sebal mondar-mandir di depan pintu sesekali mengintip dari arah jendela siapa tahu suaminya tiba dengan mobilnya.
"Makan malam dingin, Ya Tuhan. Aku udah kabarin dia jangan pulang terlalu malam, hari ini aku masak. Kan sayang kalau engga dimakan? Bikin kesel aja deh, tau ah!" Karena sebal, Karmila menghentak kaki kembali ke sofa menyandarkan badannya rileks di sandaran empuk sofa.
Beberapa menit menunggu suaminya hingga malam semakin larut membuat Karmila mengantuk dan tanpa sengaja ia terlelap dalam tidur sembari bersandar di sofa. Makanan yang telah ia siapkan dengan dekorasi indah untuk suaminya sudah mendingin, jujur Karmila sedikit kecewa untuk sikap suaminya yang tiba-tiba saja berubah mendadak tanpa alasan.
Krettt....
Pintu rumah terbuka, setelah dua jam lamanya Karmila tidur akhirnya Jerry datang dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah sang istri yang tengah tertidur dengan lelapnya dalam posisi bersandar, Jerry menaruh kembali tas kerjanya dan menggendong sang istri menuju ranjang agar saat bangun leher wanita itu tidak pegal.
"Makanan?" Jerry yang baru saja selesai mandi dan mengganti pakaiannya menatap heran melihat meja makan yang dihiasi dengan begitu estetik, ditaburi taburan kelopak mawar merah dengan lilin cantik membentuk hati yang berada di tengah-tengah meja dan beberapa hidangan cantik tertata rapih di atas meja serta secarik kertas yang tergeletak di bawah piring nasi Jerry.
'For my lovely husband!
Silahkan makan, kalau tidak mau masih ada telor di kulkas! Masak saja sendiri.'
"What? Kertas sebesar ini hanya ada tulisan singkat ini? Tidak begitu romantis, tetapi aku akan memakannya. Ah, aku belum menghidupkan handphoneku sedari tadi, aku lupa!" Sebelum makan Jerry terlebih dahulu men-charge handphone miliknya yang low-bat sedari tadi.
Setelah memakan makanan yang telah disiapkan istrinya, Jerry kembali mengecek handphonenya yang separuh daya sudah terisi dan ia begitu terkejut ketika melihat ia mendapat sebuah pesan dari istrinya. Sekarang Jerry paham kenapa istrinya tidur di sofa tadi terlebih wanita itu nampak lelah dengan wajah lesu.
'Malam ini aku masak, pulanglah sedikit lebih awal.'
"Ya Tuhan, dia pasti sedih karena aku tidak datang lebih awal, pantas dia memasak dengan hidangan cantik." Gumam Jerry melirik istrinya yang masih terlelap di sebelahnya.
"Maafkan aku, Sayang! Besok aku janji akan datang lebih awal."
Jerry merengkuh tubuh Karmila, keduanya tidur dengan posisi intim yang begitu dekat satu sama lain. Karmila semakin menelusupkan wajahnya di bawah ketiak suaminya yang sangat ia suka baunya, sungguh maskulin dan dada kekar itu benar-benar membuatnya hangat.
Pagi ini, Jerry berangkat ke kantor sedikit lebih awal karena ia bilang kepada istrinya akan ada rapat penting bersama salah satu kliennya dan juga atasannya, Dendy. Karmila hanya mengangguk percaya dan melepaskan kepergian suaminya dengan senyuman indah khas wajah cantik itu.
"Jer, nanti pulang lebih awal. Aku akan memasak lagi sesuai keinginan kamu, awas saja jika kamu pulang larut lagi!" Ancam Karmila menatap tajam netra hijau milik suaminya, netra abu milik wanita itu seketika melebar membuat Jerry sedikit meringis ketakutan.
__ADS_1
"Iya Sayang, bisakah kau memberi embel-embel sebelum memanggil namaku?" Jerry yang sudah tidak tahan mendengar Karmila selalu memanggilnya dengan sebutan nama tanpa embel-embel apapun, hingga ia terpaksa bersuara dan melayangkan protesnya.
"Biasanya juga tidak masalah!"
"Tapi sekarang kamu bukan orang asing lagi, kamu itu istriku!"
"Baiklah, suamiku yang cerewet!"
"Sekali lagi!"
"Suamiku yang tampan, segeralah berangkat nanti Tuan Dendy akan menelan tubuhku jika kau datang terlambat!"
"Aku berangkat, baik-baik di rumah!"
Cup.
Di belahan bumi lain, sepasang suami istri baru saja selesai dengan drama pagi rutinitas keluarga mereka. Sekarang saat sang suami berangkat ke kantor, sang istri melepas kepergian suaminya dengan senyuman seperti hari-hari biasanya.
"Sayang, aku berangkat dulu. Nanti, engga perlu ke kantor, karena aku ada meeting percuma juga aku tidak ada di ruanganku. Jaga anak-anak baik-baik." Ujar Dendy mengelus perut istrinya, Tica hanya mengangguk setuju atas wejangan suaminya yang sudah biasa ia dengar setiap harinya.
"Mas!"
"Jaga hatimu!"
"Iya Sayang, cuma kamu!"
"Maksudku jaga hati kamu, makan-makanan yang engga berminyak! Kalau asam lambung kamu kambuh, ulu hati kamu sakit kan? Mulai sekarang, tidak ada makanan berminyak buat kamu!"
"Aku engga pernah makan makanan berminyak, Sayang!"
"Aku tahu, cuma wejangan aja biar keliatan aku peduli sama kamu!"
Ya Tuhan. Istriku! Kalau boleh ingin sekali aku gigit bibir pedas itu.
Dendy berangkat ke kantor bersama dengan Jerry seperti biasa.
__ADS_1
***
Jerry yang telah menyelesaikan semua pekerjaan dan tugasnya memilih untuk segera pulang karena ia telah berjanji pada sang istri akan pulang lebih awal hari ini, dengan langkah lebar dan senyuman di wajahnya ia melangkah menuju lift dan turun ke parkir mobil.
Jerry melajukan mobilnya mengantar Dendy ke mansion kemudian ia segera menuju arah ke rumah istrinya. Memang jauh, Jerry sedikit mempercepat laju mobilnya hingga di tengah jalan yang mulai gelap dan hanya ada penerangan lampu, seseorang menahan mobilnya. Jerry pun turun dan ia yakin orang itu pasti butuh bantuan.
"Tuan!"
"Ada apa ini?" Sahut Jerry melihat seorang wanita berdiri di pinggir jalan yang gelap dan ia kira ada hal yang dibutuhkan oleh wanita itu.
"Bolehkah saya meminta bantuan Anda? Mobil saya mogok dan rumah saya masih sedikit jauh, bisakah Anda tolong mengecek mobil saya? Sedari tadi tidak ada pengendara lewat selain Anda!"
Jerry sedikit berpikir sebelum akhirnya mengiyakan permintaan wanita itu. Jerry membantu wanita mengecek mobilnya yang mogok, dan setelah setengah jam akhirnya mobil berwarna merah menyala itu kembali hidup dan wanita itupun mengucapkan terimakasih kepada Jerry.
"Sebagai ucapan terimakasih saya, bolehkah jika saya mentraktir Anda makan besok siang kita bertemu di restoran xx."
"Ah tidak perlu, kalau begitu saya pergi dulu." Jerry segera melajukan mobilnya pulang. Ia sudah terlambat karena kejadian itu, istrinya pasti menunggu dirinya di rumah.
"Apa rumah Anda jauh?"
"Ah, lima ratus meter di depan."
"Baiklah, besok saya akan ke rumah Anda dan sebagai ucapan terimakasih saya, Anda tidak seharusnya menolak!"
"Baiklah sesuka hati Anda, Nona!"
Brumm!
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah.