Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-89


__ADS_3

Pagi hari yang cerah tiba dengan membawa secercah kehangatan dan kemilau mentari dari ufuk timur. Seorang ibu hamil yang mencepol rambutnya ke atas tengah berjalan-jalan di sekitar rumahnya mencari udara segar ditemani oleh sang suami. Usia kandungannya kini telah menginjak sembilan bulan dan beberapa hari lagi akan melahirkan mungkin, tetapi dokter tidak tahu pasti.


"Sayang, istirahat kalau lelah." Ujar Jerry memberikan sebuah air mineral untuk Karmila seraya mendudukkan wanita itu di sebuah bangku dekat mansion. Jerry mengajukan cuti kerja selama satu bulan ini untuk menemani istrinya, pria itu khawatir jika tiba-tiba istrinya membutuhkan dirinya. Ia harus selalu menjadi suami yang siaga untuk Karmila dan ayah siaga untuk calon anaknya.


"Iya Honey, terimakasih."


Setelah lelah berolahraga, Karmila duduk di sebuah bangku menyesap air mineral yang diberikan oleh suaminya. Kini ia tidak lagi mampu melakukan pekerjaan berat, karena kondisi perutnya yang sudah membesar.


Tiba-tiba saja Karmila merasakan sedikit mulas di bagian perutnya, wanita itu meringis tetapi setelah beberapa menit mulas itu hilang dengan sendirinya dan Karmila sudah menduga itu pasti hanya mulas palsu.


"Honey, ayo pulang." Jery menuntun Karmila kembali ke mansion yang tidak jauh dari tempat mereka beristirahat baru saja.


Sesampainya di mansion, Jerry meminta istrinya untuk segera mandi sedangkan dirinya seperti biasa akan menyiapkan sarapan pagi wanita tercintanya itu.


"Makanlah, Sayang."


Baru hendak satu sendok nasi masuk ke dalam mulutnya, perut Karmila kembali mulas hingga ia mengurungkan niatnya makan dan lebih memilih untuk memakan makanan ringan dan meminum susu hamilnya.


"Kenapa tidak dimakan?" Tanya Jerry, piring yang berisi nasi dan sayur itu masih penuh tak tersentuh bahkan masih belum begitu berantakan tatanannya. Karmila menggeleng seraya memeluk manja sang suami, "aku hanya tidak nafsu makan, Honey." Sahutnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Tapi kamu harus menghabiskan susu hamilmu!"


"Sudah habis, Honey."


***


Disinilah Karmila berada sekarang, setelah beberapa jam yang lalu perutnya mulas tak karuan, Jerry segera membopong wanita itu ke rumah sakit. Karmila masih santai dengan sebuah snack yang masih menemani dirinya, Jerry hanya menggeleng kepala melihat kelakuan wanita cantik itu, bukannya panik atau khawatir justru santai memakan Snack kesukaannya.


"Sayang, apa kamu tidak khawatir atau takut?" Dan dijawab gelengan kepala oleh Karmila. Dengan mulut yang masih penuh dengan Snack dia menjawab, "untuk apa takut?"


"Bukankah ini pengalaman pertamamu?"


"Apa aku harus menelfon mommy dan Daddy mu?"


"Tidak usah, nanti mereka khawatir. Nanti saja kalau aku sudah lahiran kamu boleh telfon Nadya sama Tica terus kamu tolong telfon Mom sama Dad juga ya."


"Baiklah."


"Aww, Honey!" Snack itu terlepas dari tangan Karmila saat perutnya terasa mulas seperti dililit. Ia berteriak kesakitan seraya Jerry semakin panik memencet tombol di dekat Bangkar agar perawat dan dokter segera datang ke ruangan mereka.

__ADS_1


"Dokter, apa ini masih belum waktunya?" Tanya Jerry pada seorang dokter wanita yang tengah memeriksa kondisi istrinya dan dokter itu tersenyum.


"Masih pembukaan delapan, Tuan."


"What?"


"Memang lama, Tuan. Mungkin Nyonya akan melahirkan nanti malam."


Jerry menepuk jidatnya, bagaimana mungkin ia tega melihat istrinya yang sudah berteriak kesakitan sedari tadi tetapi belum juga waktunya untuk melahirkan.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Vote like and komennya yah.


__ADS_2