Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-66 Keistimewaan yang nyata.


__ADS_3

Pagi indah ini, keluarga bahagia itu dengan sukacita berjalan di sekitar perumahan dekat mansion mereka. Dengan sang suami yang berjalan di barisan paling belakang memegang erat tangan istrinya sembari mengawasi putranya yang tengah berjalan di depan mereka dengan sedikit tertatih tetapi sudah mulai bisa berjalan.


"Mas? Hari ini terakhir kamu libur, besok kalau kamu sudah kerja aku ingin sepulangnya kamu bawakan aku siomay yang di dekat kantor kamu itu. Yang abang-abangnya masih muda agak tinggi dan gerobaknya yang kecil!"


Dendy menatap heran, kenapa istrinya itu begitu hafal dengan gestur si penjualnya mungkin saking doyannya siomay sampai hafal sama gestur abang-abangnya membuat Dendy sedikit terkekeh akan tingkah istrinya itu.


"Iya Sayang! Tapi apakah higienis? Ingat, aku engga mau calon anak kita dan juga kamu kenapa-napa hanya karena memakan makanan jalanan!" Kecamnya penuh penekanan kembali teringat jika istrinya itu kerap kali membeli makanan di pinggir jalan tanpa sepengetahuannya, karena jika izin terlebih dahulu dapat dipastikan Dendy tidak akan mengizinkan.


"Higienis Mas! Kamu ini apa sih, siomay itu enak loh. Kamu mah makanannya sehat terus, sekali-kali dalam hidup harus merasakan yang namanya kenikmatan!" Ujar Tica menyombongkan dirinya, ia lebih sering merasakan kenikmatan dari makanan-makanan tidak sehat itu ketimbang suaminya yang selalu memakan makanan empat sehat lima sempurna. Bahkan si kembar tidak Dendy izinkan untuk memakan makanan pinggir jalan, walau kedua batita itu sudah dibolehkan memakan nasi dan juga sayur tanpa dihaluskan.


"Hmm!"

__ADS_1


Saat mereka tengah berjalan-jalan sembari menikmati semilir angin pagi, tiba-tiba saja seekor anjing berukuran serigala berjenis Rottweiler berwarna hitam berlari dengan kencang ke arah si kembar. Dendy yang menyadari hal itu sontak mendelik hebat dan segera berlari menyelamatkan kedua putranya yang masih saja diam di tempat tanpa menghiraukan anjing yang sudah menggonggong mendekat ke arah mereka dengan tatapan garangnya.


"Akhhh!!!" Tica menjerit ketakutan, ia tidak bisa berlari dengan kondisi perutnya, wanita itu berjalan cepat ke arah sang putra Evan yang masih saja tertunduk seraya melihat tangannya yang kotor karena baru saja menyentuh tanah sedangkan Ethan berada di posisi yang sedikit jauh dari Evan jadi Ethan masih berada di posisi yang bisa diselamatkan.


Mendengar jeritan sang ibu, Evan reflek mendongak dan netra biru itu menatap tepat ke arah netra hitam gelap milik anjing berbahaya itu. Dan seketika semua orang dibuat tercengang kala anjing itu justru menjilati pipi Evan dan seakan dibuat gemas Tica segera mengangkat putranya jauh dari anjing itu. Tetapi Evan justru menggelinjang turun.


"Hihihi...Buubbuu... Daddyh!! Cyuuutt...Daddyh!" Evan justru dengan senangnya bermain mengelus anjing hitam itu yang nampak begitu manja pada Evan. Seakan netra biru itu mengubah yang garang menjadi lemah lembut, lihatlah betapa keajaiban telah terjadi dengan begitu cepat.


"Ini adalah keajaiban untuk putra kita! Dia bisa menaklukan hewan buas hanya dengan menatap matanya?"


Dendy segera menyudahi kegiatan hari ini menggendong putranya menjauhi anjing itu yang seketika mengejar Evan kembali tetaoi dengan cepat Dendy masuk ke dalam mobil pengawalnya. Ia hanya khawatir hewan buas pemangsa itu akan melukai putranya.

__ADS_1


.


.


.


.


TBC!


Vote like and komennya yah.

__ADS_1


__ADS_2