
Suasana masih memanas dengan beberapa karyawan yang semakin bergerumul di sekitar Tica dan Beatrix. Tica masih saja rapih, penampilannya yang terkesan anggun dan cantik menuai decakan kagum dari setiap staff dan pekerja sedangkan Beatrix sudah dengan penampilannya yang kacau dengan lengan blazernya yang sudah kusut, rambut yang berantakan dan dagu yang memar karena terbentur lantai marmer yang keras itu.
"Ada apa ini?" Suara dingin nan menusuk pendengaran itu menggema di seluruh ruangan dengan seorang pria kekar nan gagah berwibawa sudah berdiri di belakang sana dengan gestur menakutkan, menatap tajam semua karyawan yang hanya bisa menunduk memberi jalan untuk sang pemimpin agar bisa melihat kejadian apa yang terjadi hingga sangat berisik dan mengganggu konsentrasi kerjanya.
Dendy membelalak melihat istrinya di sana, dengan kondisi kedua wanita itu yang bisa lihat dan ia pahami apa yang baru saja terjadi. Tetapi Dendy masih tetap mencoba untuk tenang, Beatrix yang melihat Dendy di sana segera bangun dan memegang tangan Dendy dengan memelasnya ia menatap wajah Dendy seakan mencari empatik Dendy.
"Tuan, dia melukai saya. Tolong saya, Tuan! Dia...dia telah melakukan penganiyaan, hiks..hiks.."
"Lepas!"
Tica menatap dengan tajam ke arah Dendy dan Beatrix, sepertinya perlahan ia bisa mencerna siapa Beatrix sebenarnya. Ia tidak salah duga lagi, Beatrix pasti adalah sekertaris Dendy, ia baru menyadari bahwa sedari tadi Beatrix telah memperkenalkan bahwa dirinya memiliki posisi yang tinggi di kantor ini.
"Kalian berdua ke ruanganku!"
Dendy melangkah pergi ke ruangannya diikuti oleh Tica dan Beatrix yang masih saja menggeram kesal, ia berusaha untuk merayu atasannya itu agar bisa membelanya dan menghukum wanita menyebalkan itu.
Lihat saja, Tuan Dendy pasti akan membelaku dan memecatmu, wanita sialan! Akan aku buat kau menyesal karena telah berani mengusik seorang Beatrix Lyodria.
__ADS_1
"Kalian semua bubar! Jika sekali lagi aku lihat ada kejadian seperti ini, bersiaplah menjadi gelandangan!"
"Ba..baik Tuan!"
Di dalam ruangan Dendy, Beatrix dan Tica duduk di atas sofa empuk yang sudah tersedia dengan Recaz yang ikut masuk karena ia memang baru saja kembali dari kamar mandi dan masih belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara dua wanita cantik itu.
"Jer! Berikan aku rekaman CCTV beberapa menit lalu sebelum kejadian ini terjadi! Jika salah satu dari kalian ada yang bersalah, bersiaplah angkat kaki dari perusahaan ini!"
Ouh! Kau sangat berwibawa, Sayang! Hingga kau berani membohongi istrimu, dan mengatakan sekertaris barumu pria! Pria apa dia? Pria jadi-jadian? Kau tunggu giliranmu, Sayang!
"Silahkan Tuan Dendy! Jika dalam masalah ini saya terbukti tidak bersalah, maka saya akan menuntut Nona ini atas ketidaknyamanan saya dan saya juga akan menuntut ganti rugi dari perusahaan ini atas sikap dan perilaku staffnya yang sama sekali tidak sopan! Ingat, saya adalah tamu di sini!"
Dia tamu? Sial! Aku pikir dia karyawan di sini!
"Baik Nona!" Dendy mengamati CCTV dengan saksama, hingga ia bisa menangkap siapa yang bersalah. Dugaannya benar, istrinya sama sekali tidak bersalah. Jika ia mengakui Tica sebagai istrinya sekarang, Beatrix pasti akan berpikir dirinya tidak adil karena lebih membela istrinya. Tetapi Dendy tidak akan melakukan hal tersebut.
"Baiklah, saya menangkap semuanya! Beatrix Lyodria, silahkan angkat kaki dari perusahaan ini, hari ini juga kamu saya pecat!"
__ADS_1
"Tidak bisa!"
"Jika kamu tidak mau, silahkan berurusan dengan Nona ini, dan Nona silahkan laporkan pada pihak yang berwajib!"
"Sial!" Beatrix segera keluar dari ruangan Dendy dengan muka masam dan penampilan yang sudah porak-poranda. Bagi Tica, tidak sulit menyelesaikan masalah kecil ini, tetapi kini giliran suaminya untuk mendapatkan pelajaran.
"Tunggu sebentar, Nona Beatrix!" Ujar Tica seraya berdiri menghampiri Beatrix dan berbisik di telinga wanita itu.
"I wanna spell something for you! A B C D E F You!" Tica mengulum senyum penuh kemenangan dengan mengacungkan jari tengahnya. Beatrix menggeram kesal dan segera membanting pintu ruangan keluar.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah.