Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-70 Trauma kembali kambuh.


__ADS_3

Pernikahan adalah momen yang sangat diidamkan oleh seluruh pasutri yang ada di dunia yang melebur karena ikatan cinta yang terus bertumbuh dalam hati hingga tercipta pemikiran untuk memulai hubungan ke jenjang yang lebih serius. Momen sakral dimana dua jiwa melebur menjadi satu hanya demi keberlangsungan cinta yang bisa saja berakhir bahagia atau bersedih tetapi cinta sejati tidak akan pernah berakhir.


Hari ini adalah hari dimana Jerry akan melepas masa lajangnya dan memulai sebuah hubungan yang mengharuskan mereka untuk bersumpah sehidup semati di hadapan Tuhan. Gereja sederhana telah dihias sedemikian rupa membentuk sebuah gedung indah yang megah dengan berbagai aksesoris yang menancap di dinding dan beberapa orang terdekat yang hadir akan menjadi saksi meleburnya dua jiwa menjadi satu atas nama cinta.


Seorang pastur telah bersiap di tempat menanti kedatangan kedua mempelai hingga dari ujung sana terlihat Tuan Edior yang menuntun putri semata wayangnya yang nampak begitu cantik. Karmila yang dasarnya memang memiliki wajah cantik bertambah semakin cantik kala makeup natural itu menempel di wajahnya. Diikuti dengan sebuah wedding dress berwarna putih salju dengan ekor memanjang ke belakang, belahan dada rendah menampakkan benda kenyal itu menyembul sesak. Rambut yang disanggul sengaja dibentuk berantakan menambah kesan mewah, dengan perhiasan berupa bando emas yang melingkar di kepala Karmila.


Sarung tangan yang sebatas siku semakin mempercantik penampilan Karmila pagi ini, semua tamu undangan bersorak bertepuk tangan menyambut kedatangan mempelai wanita yang hanya menunduk menahan tetesan air mata.


Jerry yang sudah bersiap dengan tuxedo hitam dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu berwarna hitam senada dengan tuxedonya. Bersiap menggandeng mempelai wanita, ia terpaku melihat kecantikan yang terpampang nyata tak terbantahkan beberapa saat lagi akan menjadi miliknya terikat dengannya dan bergantung padanya.

__ADS_1


Pastur mulai memimpin jalannya upacara pernikahan dengan beberapa sumpah sehidup semati yang diucapkan oleh keduanya di hadapan Tuhan, kali ini bukanlah main-main semata. Setelah keduanya mengucap sumpah itu, air mata turun dari mata Karmila kala Jerry mencium bibirnya mesra dengan sorakan para tamu undangan yang meriah.


"Selangkah lagi misi Conquer Girlfriend's Heart akan berhasil!" Lirihnya dalam hati menahan bibir wanita yang telah menjadi istrinya itu tetap menempel pada bibirnya dan perlahan mulai meraup nikmatnya benda kenyal itu. Karmila terdiam membeku menghayati jalannya ciuman sesaat yang dibuat lama oleh Jerry, netra abu milik wanita itu menatap intens ke arah netra hijau milik Jerry.


Plup.


Ciuman terlepas, Karmila menarik paksa bibirnya dari bibir Jerry, ia hanya merasa tidak percaya diri untuk ini. Bahkan kini trauma itu perlahan kembali datang dengan berbagai kekelaman di dalamnya yang membuat Karmila berkeringat dingin dengan detak jantung yang mulai tidak stabil. Tubuh mempelai wanita itu bergetar, Jerry dapat dengan jelas merasakan getaran tubuh Karmila saat tubuh mereka berdempetan satu sama lain.


Sesampainya di rumah, Jerry segera menaruh tubuh istrinya di ranjang seraya memberikan usapan lembut akan keringat yang hinggap di dahi dan beberapa bagian tubuh istrinya. Jerry juga memberikan sedikit olesan minyak aromaterapi di telapak tangan Karmila sembari menunggu dokter datang. Jerry membuka perlahan wedding dress indah yang melekat di tubuh sang istri, perlahan tapi pasti wedding dress itu mulai merosot ke bawah, hingga sekuat tenaga Jerry harus menahan birahinya, bagaimana tidak jika disuguhkan pemandangan seindah itu di hadapan mata. Sungguh ia tidak akan pernah membagi keindahan tubuh itu dengan siapapun, Jerry termagu dalam keheningan tatapannya terhadap tubuh indah yang kini hanya mengenakan dalam bera.

__ADS_1


Jerry mengambil sebuah baju lengan panjang dengan rok selutut kemudian ia sematkan di tubuh istrinya dengan kondisi wanita itu yang semakin menyedihkan, lelehan keringat terus menderas dan nafas Karmila juga mulai tidak stabil dengan degupan jantung yang mengencang lebih dari degupan normal. Jerry semakin dibuat khawatir hanya bisa merengkuh wanita itu dengan erat seraya memberikan limpahan cinta, ia merutuki dokter kenapa lama sekali.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya yah.


__ADS_2