
Cinta adalah satu kata dengan berjuta makna, berjuta cerita, berjuta rasa, berjuta bahagia dan berjuta duka. Dimana cinta tumbuh, disanalah bahagia dan duka akan datang, kesedihan dan kebahagiaan akan selalu terselubung lekat di dalamnya. Setiap insan yang hidup dan bernyawa akan merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai, yang akan membuat kita merasakan banyak hal yang sebelumnya belum pernah kita rasakan.
Kebahagiaan akan selalu ada dengan ditemani kesedihan setelahnya, itulah cinta dan jalannya cinta memang rumit tetapi hal itu justru menjadi kebahagiaan dan tantangan tersendiri bagaimana cara kita menghadapinya. Cinta butuh perjuangan dan pengorbanan, berkorban waktu dan pikiran. Berjuang untuk terus bertahan tanpa melihat sakit yang pernah kita rasakan. Berjuang untuk terus memaafkan tanpa melihat kembali semua kesalahan yang tercipta hanya karena sebuah kesalahpahaman.
Jangan pernah khawatir dia akan pergi darimu, karena jika Tuhan telah menakdirkan kita bersama dia dan dia adalah seorang yang akan menemani perjalanan masa tua kita nanti, maka sejauh apapun kalian berpisah, akan tetap dipertemukan. Seberat apapun perjalanan asmara kalian, akan tetap bersatu. Dan serumit apapun masalah yang hadir di antara kalian, akan tetap terpecahkan.
"I wanna sing a song for my wife!" Suara berdamage Dendy begitu tegas dan lugas. Menatap sang istri yang tengah duduk di bangku VIP sana seraya memangku putri kecilnya dan duduk si kembar di bangku sebelah istrinya.
Dendy mengajak keluarganya untuk hadir di sebuah pesta perayaan ulang tahun perusahaan, banyak tamu, karyawan dan juga kolega perusahaan yang diundang, ratusan bahkan ribuan orang turut menyaksikan berjalannya pesta terutama yang menjadi tokoh utama hari ini, sang pemilik perusahaan, Brydan Robson dan istrinya, Nadya Kharisma beserta putri kecil mereka Keyra Kharisma Robson.
"Huuu!!!!" Sorak ramai para tamu undangan bertepuk tangan meminta Dendy agar segera bernyanyi. Jujur Dendy sedikit nerves, terlebih istrinya tengah menyaksikan dirinya di bawah sana.
"Ehm!"
Suara merdu Dendy terus mengiringi setiap alunan musik yang dimainkan oleh sang pianis, beralun merdu membuat semua telinga yang mendengar memejam mata menghayati setiap lirik yang dinyanyikan oleh Dendy di atas panggung sana. Semua perhatian tersita oleh Dendy, para penonton menatap kagum akan kelembutan suara Dendy ketika bernyanyi.
"Terimakasih atas perhatiannya!" Dendy membungkukkan badannya dan segera turun dari panggung. Dengan ketiga wanita yang bersiap untuk naik ke panggung. Tiga wanita berpenampilan begitu sederhana dengan riasan seadanya, penampilan yang sebelumnya glamour dan mewah mereka hapus beserta makeup bold itu juga mereka musnahkan.
"Tuan Dendy, suara Anda sungguh merdu mendebarkan hati! Berikan tepuk tangan untuk Tuan Dendy Faresh!" Sang MC berteriak penuh semangat memancing seluruh penonton untuk memberikan tepukan tangan untuk Dendy.
Prok prok prok!!
__ADS_1
"Suara yang mengagumkan!"
"Okey! Beralih dari Tuan Dendy, akan tampil sebuah penampilan energik yang akan dibawakan oleh tiga wanita yang begitu energic berkharisma, serta wanita-wanita hebat! Kita sakisan, Nyonya Nadya Kharisma, Nyonya Tica Maharani dan Nyonya Karmila!!"
"Huuuu....." Prok prok prok!!
"Hello Everyone, saya Tica Maharani, dan kedua partner in crime saya ini akan menyanyikan sebuah lagu, untuk kalian semua para wanita di luar sana yang tidak merasa percaya diri pada diri kalian! Untuk para wanita yang tengah berusaha menghadapi rasa insecure dalam diri kalian! Let's have fun and enjoy it, C'mon get up, EVERYONE!!!"
Di bawah sana Dendy yang melihat semangat berkobar istirnya itu hanya menggeleng kepala jengah.
Sayang! Kamu baru tiga Minggu lahiran, astaga untung aku berikan obat yang mahal. Setidaknya luka jahitannya sudah mengelupas, kalau tidak, sudah kuseret kamu turun! Batin Dendy.
Di bawah sana Brydan menatap tajam ke arah istrinya, berani sekali wanita itu bernyanyi tanpa seizinnya. Begitupun dengan Jerry yang justru tersenyum bahagia melihat sang istri bahagia.
"Thank you, Everyone!"
Prokkk prokkk prokkk!!!
"Huuu... Penampilan yang begitu energic dan kharismatik!" Teriak sang MC.
Ketiga wanita itu bernyanyi dengan begitu energic dan kharismatik. Semua penonton bertepuk tangan dan bersorak bergelora setelah menyaksikan penampilan para wanita hebat itu.
__ADS_1
Tica maju ke depan berdiri dengan percaya diri di hadapan semua penonton yang hadir.
"Ingat! Kalian semua wanita yang hebat, kalian cantik! Kalian berguna! Dan kalian mulia! Singkirkan semua ketidakpercayaan diri yang ada dalam diri kalian, teruslah maju dan berkarya karena semua wanita itu punya jati dirinya sendiri dan semua wanita juga mempunyai hak mereka untuk berkarya di sudut dunia manapun!!!"
"Huuuu... Kau mengagumkan Nyonya Tica!"
"Aku padamu, Nyonya Tica!"
"Kalian wanita mengagumkan! Kuharap aku bisa seperti kalian!"
.
.
.
.
TBC!
Vote like and komennya yah.
__ADS_1