
Malam pun telah dilewati, terbangun ketika terdengar suara ayam jago tengah berkokok. Seperti biasa, Liyan melakukan aktivitasnya sama seperti hari hari sebelumnya, yakni menyiapkan bekal anak ke sekolah, juga membantu anaknya mandi, serta mengenakan pakaian lengkapnya, termasuk mengenakan sepatunya.
Setelah sudah siap untuk berangkat ke sekolah, Liyan akhirnya dapat bernapas lega. Pasalnya, dirinya juga harus bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Savan, berangkat sekolahnya sama Paman ya. Nanti biar Bunda berangkatnya bareng aunty Yena, gimana? yuk, kita berangkat." Ajak Aditya kepada Savan.
"Gak bisa gak bisa, hari ini aku mau ada jadwal agak pagian. Jadi, aku berangkat kerjanya duluan. Kamu tungguin saja si Liyan, berangkatnya sekalian bareng, oke. Biar Savan bareng aku aja." Sahut Yena yang sudah siap berangkat kerja.
"Ya, bawel. Tapi ingat, jangan kebut-kebutan bawa anak kecil. Satu lagi, periksa dulu bawaannya, takut ada yang ketinggalan, kasihan." Ucap Aditya mengingatkan.
"Ya, ntar aku cek lagi." Jawab Yena dan memeriksa tas bawaan, serta bekal yang akan dibawa ke sekolah.
Setelah tidak ada yang tertinggal, Yena segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, sekalian juga mengantar Savan ke sekolahannya.
__ADS_1
Sampai di sekolah, Yena mengantar Savan sampai di dalam kelasnya, takut ada sesuatu yang tidak diinginkan.
Kemudian, dilanjut lagi perjalanannya ke tempat kerja. Sedangkan Aditya tengah menunggu Liyan siap berangkat kerja.
"Loh, dimana Yena? kok gak kelihatan? sudah berangkat kah dia?" tanya Liyan sambil celingukan, juga tidak mendapati putranya.
"Yena sudah berangkat tadi gareng Savan. Kata dia disuruh berangkat lebih awal, mungkin ada tugas yang harus diselesaikan. Oh ya, takutnya nanti terlambat, ayo kita berangkat." Jawab Aditya dan mengajaknya untuk berangkat ke tempat kerja.
Liyan tidak bisa melakukan penolakan pastinya. Mau tidak mau, ya harus terima ajakan darinya.
Yena yang tengah disibukkan untuk mengurus kerjaan, benar-benar menguras pikiran dan juga tenaga yang sedari tadi bolak-balik ke sana kesini.
"Akhirnya selesai juga tugasku." Ucapnya dan membuang napasnya dengan kasar ke sembarangan arah.
__ADS_1
"Kenapa dengan kamu, Yen? kelihatannya kamu hanya beban gitu. Ada masalah kah dengan kinerja para pekerja lainnya?" tanya salah satu teman kerjanya.
"Tidak ada. Justru ini kabar baik. Tau gak, aku lega banget ini waktu. Soalnya pertemuannya masih besok. Jadi, aku masih ada waktu untuk mempersiapkan tempat untuk bertemunya para pebisnis." Jawab Yena yang akhirnya dapat bernapas dengan lega.
"Jadi, pertemuan antara bos dengan bos lainnya tidak jadi hari ini?" tanyanya penasaran, lantaran jadwal yang mendadak berubah.
Yena menganggukkan kepalanya, yakni tidak ada lagi beban yang mengejar waktunya.
"Ya udah yuk, kita lanjutkan pekerjaan kita. Sampaikan kepada pekerja lainnya, acara pertemuan ditunda, dan akan diadakan besok. Satu lagi, jaga kebersihan dan kenyamanan. Takutnya besok akan ada tim yang akan meneliti lokasi perkebunan sayuran." Ucap Yena yang tidak lupa untuk memberi perintah kepada yang lain.
"Siap. Kalau gitu kita lanjutkan kerjanya, biar besok tidak numpuk kerjaan kita." Jawabnya yang menyetujui saran dan perintah dari Yena.
Kemudian, keduanya segera melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Sedangkan Liyan dan Aditya baru saja sampai di tempat kerjaan.
__ADS_1
Takut ketahuan terlambat, Liyan buru-buru masuk kedalam dan mengenakan baju kerjanya. Begitu juga dengan Aditya, ia segera mengenakan bajunya.