Usai Pernikahan

Usai Pernikahan
Semua kaget


__ADS_3

Setelah acara sudah dimulai, semua para pekerja di dalam ruangan atau di lapangan, mulai deg-degan soal bosnya.


"Yena. Santai banget sih kamu. Gak tegang gitu lihat bos kita. Soal para tamu undangan sih, aku rasa mereka tidak menebarkan hati para karyawan di tempat kerja kita. Justru itu, yang bikin penasaran menurutku sih si bos besar."


"Hem. Biasa aja sih menurutku." Jawab Yena dengan santai.


"Atau jangan-jangan kamu sudah pernah bertemu ya? ngaku Lu."


Yena pun tertawa kecil mendengarnya.


"Hem. 'Kan, Yena curang. Payah kamu, gak mau ngasih tahu aku. Foto kek, atau apa gitu." Ucap salah satunya lagi ikut menimpali.


"Ya iya lah, ngapain coba ngasih tahu kalian. Entar bisa-bisa diembat kalian. Eh, bentar lagi bos kita keluar. Diam diam diam, oke."


"Ngomong-ngomong, dimana si teman akrab kamu itu, maksudnya si Liyan, janda gak jelas."

__ADS_1


Saat itu juga, Yena yang mendengar teman kerjanya menyeletuk soal Liyan, pun geram rasanya.


"Jaga ya, omongan kalian. Boleh sih nilai seseorang sesuka hati kita, tapi juga harus dibarengi dengan akal sehat, paham." Ucap Yena dengan ketus, dan langsung pergi dari tempat itu juga.


"Dih! gak terima dia. Memang benar 'kan, si Liyan janda gak jelas. Aku yakin kalau dia itu diusir oleh orang tuanya, makanya dibuang, eh mungkin aja nyasar di kampung kita." Ucap teman satu pekerjaan dengan Yena.


"Sudahlah. Jangan bahas masalah yang gak penting. Lagi pula si Liyan gak pernah ngerugiin kita, biarin aja. Palingan juga pacarannya sama Aditya."


"Iya ih, sejak adanya si Liyan, Aditya semakin jarang ya, pergi kemana-mana bareng Yena." Timpal yang satunya.


Karena tidak ingin mendapat teguran, semua mendadak hening. Bahkan, semuanya fokus mengikuti acara tersebut dengan patuh.


Acara pun dimulai.


Satu persatu memperkenalkan diri untuk memberi sambutan dan memberi fisi dan misi untuk sebuah tujuan bersama dalam kerjasamanya.

__ADS_1


Kini, seorang pemandu acara, tengah memanggil bos besar ditempat kerja, siapa lagi orangnya yang ditunggu, tidak tahunya sosok Aditya yang sudah terlihat rapi dengan setelan jasnya yang tidak kalah dengan para tamu undangan yang lainnya.


"Selamat datang untuk Tuan Aditya Permana. Silakan untuk memperkenalkan diri di hadapan semua yang telah hadir di acara pentin ini." Ucapnya sambil setengah membungkukkan badan untuk memberi hormat dan santunnya terhadap Bosnya.


Sungguh diluar dugaan. Rupanya yang ditunggu tunggu tidak lain adalah Aditya yang selama ini dikenal hanya sebagai karyawan biasa. Kini, justru memperkenalkan diri bahwa dirinya sosok misterius.


Semua dibuatnya sangat terkejut, lebih lagi beberapa pekerja yang baru saja mem-bully dan menyepelekan Aditya. Bahkan, dengan terang-terangan menyuruh Aditya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak seharusnya dikerjakan oleh seorang Bos.


"Perkenalkan, saya Aditya Permana. Bagaimana, sudah tidak lagi menjadi sosok yang misterius, 'kan? inilah saya yang sebenarnya, apa adanya ketika berbaur dengan kalian. Semoga apa yang sudah terlewat, menjadikan pembelajaran untuk kita semua. Hargailah yang paling terkecil, itu kunci utama." Ucap Aditya memperkenalkan diri di hadapan para pekerja dan karyawan yang lainnya.


Kemudian, dilanjut lagi soal yang lainnya, yakni tentang pengembangan usaha yang akan berlanjut. Semua benar-benar dibuatnya kagum, termasuk Yena sendiri.


"Jadi Aditya yang sebenarnya Bos besar? kenapa kamu tidak mengatakan dari dulu, Yena?"


"Karena aku tidak mau mengusik hidupnya. Jalan cerita hidupnya, biar dia sendiri yang mengendalikan. Sedangkan aku, cukup mengetahuinya. Jadi, aku telah berhasil, 'kan? menyembunyikan identitasnya selama ini. Jadi, jangan menganggap remeh kepada siapapun, termasuk Liyan. Hati-hati jika rasa malu akan timbul pada diri kalian."

__ADS_1


Jawab Yena dan memilih untuk pergi dari tempat tersebut dan duduk di tempat lain bersama teman-teman yang tidak suka membicarakan seseorang, tentunya membicarakan hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat.


__ADS_2