
Amanda ingin menyapa mereka tetapi dia rasa itu bukanlah hal yang bagus, jadi dia pun memilih untuk meminta bantuan pada salah satu pelayan restoran disana untuk berpura-pura memberikan hadiah kepada mereka dan menipu mereka sebagai pasangan yang ke 100 yang keluar dari restoran tersebut.
"Jika aku menyapa mereka, bisa saja dia orang itu mengelak dariku dan berpura-pura, aku harus menjebak mereka, baru mereka akan tertangkap basah." Gerutu Amanda memikirkan.
Dia segera memanggil salah satu pelayan yang baru saja selesai menyajikan makanan di mejanya dia memberikan sejumlah uang kepada pelayan wanita tersebut, termasuk memberikan sebuah hadiah ponsel yang baru saja dia beli sebelumnya, sebagai hadiah bagi pasangan ke seratus yang keluar dari restoran tersebut, sengaja Amanda rela memberikan ponsel baru yang dia miliki itu hanya demi menjebak dua orang yang sangat mencurigakan tersebut.
Dan rupanya semua jebakan itu berhasil dilakukan sesuai dengan rencana Amanda.
"Selamat kalian adalah pasangan ke seratus yang keluar dari restoran ini, tolong terima hadiahnya jika kalian sungguh sepasang kekasih dan berikan buktinya kepada kami." Ucap pelayan wanita yang berbicara kepada mereka berdua saat itu.
Linda terlihat begitu senang dengan wajah yang berseri-seri dan dia justru memeluk Jonas dengan erat, mereka berciuman di hadapan pelayan itu sebagai bukti bahwa mereka adalah sepasang kekasih sungguhan hanya untuk mendapatkan sebuah hadiah ponsel yang diberikan oleh Amanda sebelumnya, padahal ponsel itu hanyalah ponsel baru yang dibeli oleh Amanda, harganya juga tidak seberapa bagi seorang Amanda yang memiliki banyak uang hanya dari hasil kerjanya sebagai seorang translator di salah satu tempat wisata yang ada di daerah pantai disana.
Tidak lupa Amanda juga berhasil merekam semua kejadian mengejutkan tersebut yang dilakukan oleh Jonas dan Linda, bahkan Amanda langsung terperangah sangat lebar saking kagetnya melihat kejadian tersebut dimana Linda terlihat begitu berani untuk meminta ciuman lebih dulu pada Jonas dan sialnya Jonas juga memberikan semua permintaan tersebut dengan sangat mudahnya tanpa memikirkan apapun apalagi berpikir bahwa dia sudah memiliki seorang pasangan yang merupakan sahabat dari selingkuhannya sendiri.
Dalam sekejap wajah Amanda berubah sangat marah, dia yakin jika dia memberitahu Yuki tentang masalah ini, Yuki pasti akan mengira dirinya yang menjebak mereka, karena belum tentu Yuki akan mempercayai dia, karena Yuki memang tinggal dan lebih dekat dengan Linda dibandingkan dengan Amanda selam ini. Padahal Amanda hanya ingin membuktikan semua kebenarannya saja. Dia tidak terima jika sahabat terbaiknya seperti Yuki harus menerima pengkhianatan yang sangat menyakitkan ini terlalu dalam.
"Aku akan mengumpulkan dulu semua bukti kuat tentang hubungan kotor mereka berdua, agar Yuki bisa benar-benar mempercayai aku, dia orang yang terlalu baik dan tidak pantas menerima semua pengkhianat ini dari Linda, dia benar-benar manusia tidak tahu malu. Awas saja kau Linda!" Gerutu Amanda dengan wajah sinis dan menatapnya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Amanda segera pergi dari sana secepatnya, dan terus memasang masker yang dia bawa untuk menyamar agar tidak dikenali oleh Linda maupun Jonas.
Saat dia kembali ke rumah kedua orangtuanya justru malah memberikan kabar kepadanya bahwa dia akan bertemu dengan Jonas sekaligus keluarganya untuk membicarakan mengenai pertunangan mereka terlebih dahulu.
Amanda merasa ini adalah hal yang sangat bagus untuk dia memberikan peringatan kepada Jonas, dan dia merasa memiliki sebuah rencana cemerlang agar dia bisa melindungi Yuki termasuk menggagalkan rencana kedua orangtua mereka untuk menikahkan dia dengan pria playboy dan sangat menjengkelkan seperti Jonas ini.
"Amanda, cari gaun yang bagus, malam ini kita akan menghadiri jamuan makan malam bersama keluarga tuan Jordi, pastikan kamu harus tampil semaksimal mungkin." Ucap ayahnya kepada dia dengan begitu serius.
"Apa? Malam ini yah?" Tanya Amanda yang sangat kaget pada awalnya.
"Iya, kenapa kamu sekaget itu?" Tanya sang ayah kepadanya lagi.
Amanda langsung pergi menaiki tangga dan segera pergi ke kamarnya dengan wajah ceria dan terlihat berseri-seri.
"Aaahh? Ada apa dengan anak itu? Bukannya dia tidak setuju dengan perjodohan ini, kenapa sekarang terlihat begitu senang?" Tanya sang ayah yang menggelengkan kepala melihat kelakuan putrinya tersebut.
Tetapi ayahnya tidak memikirkan hal lain lagi, karena baginya, asalkan Amanda senang itu sudah membuat dirinya merasa lebih baik dan tidak perlu lagi merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan dalam perjodohan putrinya tersebut.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan di sisi lain Yuki sendiri sama sekali tidak memiliki firasat atau kecurigaan apapun mengenai kekasih tersayangnya Jonas, karena dia merasa bahwa Jonas adalah pria idaman setiap wanita yang selalu berbicara jujur dengannya dan dapat dia percaya, karena saat itu Yuki hanya berpikir bahwa Jonas mungkin tidak sengaja bertemu dengan Linda, alih-alih marah dan cemas, justru dia malah merasa tenang sebab mengira Linda memiliki teman disana jika benar-benar yang dilihat oleh Amanda adalah Jonas dan Linda.
Dia pun sama sekali tidak memikirkannya lagi dan terus saja mengutamakan urusannya sendiri untuk pergi menemui sang manager minimarket yang harus dia bujuk secepatnya.
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya dia sampai di perusahaan pusat yang sangat besar, pergi untuk menemui sang manager, tetapi sayangnya dia ditahan oleh resepsionis disana dan tidak diijinkan untuk masuk ke dalam sebab dia tidak memiliki janji apapun dengan sang manager sebelumnya.
Ditambah dia sama sekali bukan karyawan di perusahaan tersebut, ataupun orang yang berhubungan dekat dengan sang manager sehingga meski Yuki sudah berontak dan memohon kepada resepsionis disana dengan susah payah, tetap saja permohonan dia itu digubris sama sekali, dan ujungnya dia tetap saja harus menunggu hingga sang manager keluar dari ruangannya.
"Mbak ayolah mabk, saya bisa menjamin bahwa saya bukan orang jahat ataupun orang sembarangan, saya tidak akan melakukan kekacauan apapun, ini jika mbak tidak mempercayai saya, saya juga bisa menaruh KTP saya disini, tolong lah beri saya sedikit waktu saja mbak." Ucap Yuki terus memohon kepada seorang resepsionis di bagian depan tanpa henti.
"Maaf mbak, tapi saya hanya melaksanakan semua aturan yang berlaku di perusahaan kami, jika saya melanggarnya maka saya dan rekan yang lain akan mendapatkan hukuman yang sesuai, jadi kami tetap harus mentaati peraturan yang berlaku disini, mohon mbak memahami kami, dan silahkan tunggu saja di sana hingga manager keluar dari ruangannya dan mbak bisa menemui dia jika memiliki kepentingan tanpa janji terlebih dahulu." Ucap resepsionis tersebut, yang tetap saja tidak bisa diubah keputusannya.
Yuki sudah sangat kesal dia hanya bisa menggerakkan kakinya dengan sedikit emosi dan mengepalkan kedua lengannya dengan kuat, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan saat itu, yang dia tahu saat ini dia hanya bisa menunggu saja, karena tidak mungkin jika dia harus kembali pulang ke rumahnya dengan tangan kosong seperti ini.
Semua biaya ongkos taxi yang dia habiskan akan menjadi sia-sia jika dia memutuskan pulang tanpa hasil seperti ini.
__ADS_1
"Ya sudah deh mbak, kalau gitu saya tunggu saja." Balas Yuki yang pada akhirnya memilih pasrah dan tidak lagi memaksa pada resepsionis tersebut.