Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Tugas Dadakan


__ADS_3

Nyatanya bukan hanya Yuki saja yang kesal dan menggerutu habis-habisan seperti itu tetapi tuan Devon juga melakukan hal yang sama dimana dia terus melampiaskan emosinya tersebut kepada sekretaris Geri, yang membuat sekretaris Geri merasa kebingungan dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat itu.


"Geri kau ambilkan berkas di ruanganmu itu dan minta pada wakilmu untuk datang kemari memberikan jadwal untuk besok padaku." Perintah tuan Devon pada awalnya.


Sekretaris Geri mengerutkan alis karena dia pikir Yuki tidak akan menyelesaikan semua pekerjaan itu dengan cepat, terlebih dia sudah memberitahunya bahwa batas mengumpulkan jadwal itu adalah sore hari, dia takut Yuki belum sempat menyelesaikan semuanya sehingga dia bertanya dahulu kepada tuan Devon saat itu.


"Tuan bukannya kau biasa meminta jadwal untuk besok di sore hari atau saat makan siang, kenapa sekarang terburu-buru seperti ini?" Tanya sekretaris Geri merasa aneh.


"Heh, terserah akulah, disini kan aku bosnya, aku mau minta kapanpun apa masalahnya denganmu atau gadis itu, kalian digaji olehku dan kalian harus bekerja dengan cepat, kalau tidak sanggup lebih baik jangan bekerja denganku, bagaimana? Kenapa kau malah diam dan menatapku begitu cepat pergi dan suruh dia datang membawa jadwalnya kemari, cepat atau aku akan memotong setengah gajimu bulan ini!" Bentak tuan Devon memarahi sekretaris Geri bahkan memberikan dia ancaman yang membuat sekretaris Geri tidak mampu bicara atau membantah ucapannya lagi.


Dengan cepat sekretaris Geri bergegas pergi dari sana, dia bahkan sampai berlari untuk sampai di ruangannya, dengan nafas menderu dia menghampiri Yuki dan mulai menyuruhnya untuk menghadap tuan Devon secepatnya.


"Hah...hah...hah...Yuki...gawat...ini sangat gawat." Ujar sekretaris Geri di depan pintu sambil terus membungkuk dan memegangi lututnya sendiri.


Gadis 20 tahun itu keheranan dan dia segera menghampiri sekretaris Geri sembari memberikannya minum karena dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan rekannya itu sampai membuat dia datang terburu-buru dengan nafas menderu seperti itu.

__ADS_1


"Ya ampun sekretaris Geri kau kenapa, ini minum dulu dan tenangkan dirimu baru bicara yang benar padaku." Ujar Yuki segera memberinya minum.


Sekretaris Geri rasanya tidak sempat mengukur waktu lagi jadi saat Yuki datang menghampiri dia, dengan cepat sekretaris Geri memegangi kedua pundaknya cukup erat.


"Kau harus memberikan schedule untuk tuan Devon saat ini juga, kau sudah menyelesaikannya kan?" Ucap sekretaris Geri yang membuat Yuki sangat kaget hingga membelalakkan matanya sangat lebar.


"AA ...A..apa? Sekarang juga? Tapi aku baru menyelesaikan setengahnya saja karena aku tadi mengerjakan data yang kau berikan sebelumnya untuk rapat, kau tidak memberitahuku kalau harus mengumpulkannya saat ini, kau bilang masalah jadwal tuan Devon bisa di selesaikan sampai sore, kenapa sekarang jadi begini?" Tanya Yuki perotes dan dia memang tidak sempat menyelesaikan jadwal itu saat ini.


Sekretaris Geri sudah bisa menduganya sejak awal sehingga dia pun hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu sambil terus saja menyuruh Yuki untuk bersabar dan menepuk sebelah pundaknya tersebut untuk memberikan semangat kepadanya.


"CK...bisa bisanya dia memerintah orang lain seenaknya seperti ini, apa dia pikir aku ini robot, aishhhh menjengkelkan sekali sih!" Gerutu Yuki sambil segera mengambil laptop miliknya dan pergi ke ruangan tuan Devon dengan cepat.


Penuh emosi dan berjalan dengan langkah yang lebar, dia bahkan tidak mengetuk pintu ruangan tuan Devon terlebih dahulu, tetapi langsung menerobos masuk ke dalam dan menghadap tuan Devon dengan wajah yang kusut.


"Kenapa kau baru tiba, apa kau ini seekor siput, lambat!" Ucap tuan Devon yang malah menyepelekan Yuki lagi.

__ADS_1


"Hah, apa kau bilang aku siput, lambat? Tuan yang benar saja tadi aku sudah berjalan secepat yang aku bisa, bahkan aku mengabaikan rasa sakit di kakiku untuk menemuimu, lihatlah perban ku saja sampai goyah seperti ini, satu lagi aku belum bisa menyelesaikan daftar kegiatan yang akan kau lakukan untuk besok, karena sekretaris Geri mengatakan bahwa aku bisa mengumpulkannya sore hari denganmu, aku juga mengerjakan pekerjaan lain dahulu, makanya tidak sempat." Balas Yuki mengatakan semuanya yang membuat dia kesal dan alasan dia belum menyelesaikan schedule nya tersebut.


Bukannya memaklumi apa yang terjadi dan membiarkan Yuki bebas, tuan Devon justru malah menyuruh Yuki untuk menyelesaikannya saat ini juga, di ruangannya sendiri sekaligus mengejek Yuki dengan sebutan siput dan lambat lebih menyebalkan dibandingkan sebelumnya. "CK, jangan banyak alasan kau, sudah tahu kau itu memang lambat persis seperti seekor siput, mau kau sakit atau tidak tetap tidak ada bedanya sama sekali." Balas tuan Devon yang semakin membuat Yuki tidak terima hingga membelalakkan matanya sangat lebar kala itu.


"Sudah cukup tuan, aku rasa kau terlalu meremehkan aku, aku akan buktikan bahwa aku bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat kau hanya perlu memberikan aku lebih banyak waktu lagi." Balas Yuki dengan tegas.


"Ya sudah ayo kerjakan sekarang juga waktumu hanya tiga puluh menit saja dan kerjakan di ruanganku, duduk disana. Ayo cepat apa lagi yang kau tunggu, waktumu di mulai dari sekarang." Balas tuan Devon yang menunjukkan hitungan waktu di ponselnya.


Yuki tidak mau berdebat lagi dengan orang yang selalu ingin merasa benar dan tidak pernah salah itu, sehingga dia bertekat untuk membuktikannya saat itu juga, gadis 20 tahun itu mengerahkan semua kemampuan terbaik yang dia miliki dan nampak sangat serius adalah menyusun jadwal bagi tuan Devon, baginya itu hal yang mudah karena dia sudah terbiasa berlatih melakukan hal-hal semacam itu ketika tengah bekerja di minimarket sebelumnya, sehingga saat ini tidak terlalu sulit untuk dia melakukan tantangan dari tuan Devon tersebut.


Dia juga mengabaikan rasa lapar di perutnya yang tidak sempat sarapan ketika di rumah karena terganggu dengan kedatangan tuanangannya itu, bahkan saat perutnya bersuara dia sama sekali tidak terusik, justru malah tuan Devon yang langsung melirik ke arahnya sambil mengerutkan kening karena merasa bingung darimana asal suara yang sangat aneh itu.


"Hei apa itu suara perutmu?" Tanya tuan Devon kepada Yuki.


Sayangnya jika dalam mode serius, Yuki memang tidak bisa diganggu sama sekali, dia terus fokus pada layar laptop yang ada di hadapannya dan terus mengetik tanpa melirik sedikitpun ke arah tuan Devon yang bertanya kepada dia saat itu, seakan tidak mendengarkannya dan sama sekali tidak perduli dengan ucapan tuan Devon karena dia merasa itu hanya akan membuang waktunya saja, dia juga sudah tidak tahan jika harus tinggal dan bekerja di ruangan tuan Devon seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2