
Saat tuan Devon pergi meninggalkan dia di dalam kamar itu sendiri dengan banyak tumpukan dus besar yang harus dia angkat sendiri, Yuki terus saja menghembuskan nafas dengan lesu, dan sama sekali tidak bisa melakukan apapun, selain mendengus kesal dan menggerutu tanpa henti.
"Ehh...ee..tuan, aahhh...ya ampun yang benar saja, bagaimana bisa box sebanyak ini harus diangkut olehku sendiri. Dia benar-benar tidak punya hati." Gerutu Yuki mulai mengeluh saat itu.
Gadis dua puluh tahu itu pun mulai menepuk kedua pipinya untuk meningkatkan semangat dalam dirinya dan dia segera saja melipatkan kedua lengan kemeja yang dia kenakan saat itu, sambil segera saja dia mengangkat box besar tersebut satu persatu ke luar terlebih dahulu, kemudian dia kembali masih harus mengangkatnya lagi dengan menuruni tangga hingga keluar dari rumah besar dan mewah tersebut, menaruh box pertamanya di samping mobil tuan Devon yang sudah di persiapkan oleh sang supir dan sekretaris Geri sebelumnya. Baru saja gadis itu mengangkat dua sampai tiga box dus berukuran besar, dia sudah terlihat sangat kelelahan.
Nafasnya mulai menderu dan keringat bercucuran deras di dahinya saat itu, tapi Yuki sama sekali tidak mengeluh sedikitpun, hingga Geri yang sudah melihat gadis muda seperti dia harus mengangkat banyak sekali barang, hatinya mulai tergerak dan mulai membantu Yuki mengangkat barang dari dalam.
"Sini biar aku bantu, kau angkut sampai ke bawah tangga saja, nanti sisanya biar aku yang masukkan ke dalam mobil semuanya." Ucap Geri memberikan bantuan bagi Yuki.
Bak seperti mendapatkan cahaya ilahi, wajah Yuki teramat sangat senang, matanya seketika berbinar dan dia tidak segan untuk langsung melontarkan ucapan terimakasih sekaligus memuji Geri atas kebaikan dan inisiatif yang mau dia lakukan bagi dirinya.
__ADS_1
"Aahh benarkah? Ya ampun sekretaris Geri kau benar-benar berhati malaikat, aku sungguh sangat berhutang padamu, terimakasih banyak sekretaris Geri kaulah manusia yang paling baik di dunia ini huhu, aku sangat terharu." Ucap Yuki yang mulai melontarkan pujian terlalu berlebihan bagi tuan Devon yang kebetulan mendengarnya saat itu.
Langsung saja tuan Devon menyinggungnya dan memperingati mereka berdua saat itu.
"Ahaha.. terimakasih banyak atas pujianmu Yuki, kau ini memang bisa saja membuat hati orang berbunga-bunga, aku pastikan semuanya akan aku bantu, ayo sini berikan saja kepadaku semuanya." Ucap sekretaris Geri yang mendadak menjadi semakin semangat bahkan dia rela mengangkut semuanya membantu Yuki dengan begitu sigap.
"CK...kalian ini, kau mau-maunya dibodohi dengan gadis konyol ini, memuji orang seperti itu apa kau pikir itu bagus, dasar." Ucap tuan Devon yang terlihat tidak senang dengan apa yang terjadi diantara Yuki dan sekretaris Geri saat itu.
Tapi Yuki sama sekali tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh tuan Devon saat itu, dia langsung saja menghindarinya dan kembali menaiki tangga dengan segera, karena sangat malas untuk tetap berdiri di dekat tuan Devon yang hanya bisa mengomeli dirinya dan menyinggung terus menerus, membuat semua mood di dalam dirinya hancur dan sangat emosi saja. "Ya ya tuan, terserah kau saja." Balas Yuki tidak perduli sama sekali.
"Ahhh, akhirnya aku bisa duduk juga, sekretaris Geri terimakasih banyak ya kau sudah membantuku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tadi kau tidak membantuku." Ucap Yuki lagi kepadanya.
__ADS_1
"Santai saja, kau tidak perlu terus berterimakasih kepadaku, kita kan sekarang sudah jadi rekan kerja, jadi kita bisa berteman dan saling membantu satu sama lain." Balas sekretaris Geri kepadanya.
Hal itu membuat Yuki merasa sangat lega karena setidaknya, meski dia bekerja pada bos yang tidak memiliki hati dan sangat kejam, tetapi setidaknya dia sekarang punya teman baru sekaligus rekan kerja yang baik kepada dirinya, bahkan disaat sebelumnya dia pernah begitu sinis kepada sekretaris Geri, tapi ternyata setelah berkenalan lebih resmi dan mengenal lebih banyak, Yuki mengira sekretaris Geri tidak sama dengan tuan Devon dan dia lebih baik dibandingkan bosnya yang kejam tersebut, sehingga dia merasa lebih nyaman sekarang. "Ahaha ... baiklah sekretaris Geri." Balas Yuki membalasnya lagi.
Sesampainya di kantor Yuki sudah kembali mendapatkan perintah lagi dari tuan Devon dan perintahnya kali ini justru lebih menyulitkan dia dibandingkan sebelumnya, dimana Yuki masih harus diminta untuk menyusun berkas yang berserakan di gudang seorang diri. "Hei, pergi ke gudang dan bereskan semua berkas disana dengan rapih." Ucap tuan Devon sambil memberikan sebuah kunci kepada Yuki saat itu.
Yuki yang belum tahu dengan gudangnya dia hanya bisa menatap tanpa ekspresi dan langsung mengambil kunci tersebut, dia kemudian pergi dengan cepat mencari gudang berkas yang dimaksud oleh tuan Kaiden, hingga sesampainya disana Yuki dikagetkan dengan banyaknya debu di seluruh ruangan itu yang berterbangan, bahkan disaat Yuki baru saja membuka pintu tersebut, debu langsung terhirup oleh hidungnya dan membuat Yuki terbatuk hingga bersin berkali-kali sampai hidungnya berair.
"Astaga...aaahh bagaimana bisa dia menyuruhku membereskan berkas di gudang yang sangat terbengkalai seperti ini." Gerutu Yuki mengeluh lagi dan merasa sangat kesal.
Dia terus mengibaskan debu di depan wajahnya dan mulai kembali keluar dari gudang tersebut, menutup pintunya lagi dan mencari masker dahulu untuk menjaga hidung dan mulutnya agar tidak sampai menghirup debu halus yang berterbangan di sekitar sana.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain tanpa Yuki ketahui, sebenarnya tuan Devon sengaja memberikan dia pekerjaan itu untuk mengerjai dia, bahkan tuan Devon dengan santai menonton penderitaan Yuki yang harus membersihkan gudang berkas yang sudah lama sekali tidak pernah di masuki siapapun dalam waktu yang sangat lama.
Tuan Devon terus saja tertawa cekikikan sendiri di depan meja kebesarannya sambil menatap ke arah komputer yang ada di hadapannya, dimana di dalam layar tersebut nampak Yuki yang terlihat sangat kesal dan mendengus kesal berkali-kali saat itu, ditambah dia yang masih harus membersihkan semua debu juga berkas yang berserakan tidak jelas di sekitar sana.