
Sedangkan disisi lain tuan Devon memang tengah bahagia dan kegirangan sendiri, sebab berhasil mengerjai Jonas yang dia ketahui sebagai tunangannya Yuki, tuan Devon merasa dirinya akan memiliki kesempatan yang besar jika pria itu berselingkuh dengan wanita lain, terlebih dia juga sudah mengantongi bukti nyata dari foto yang dia dapatkan sebelumnya, tuan Devon tidak sabar untuk segera sampai di perusahaan, dan ingin memberitahukan apa yang sudah dia lihat sebelumnya kepada Yuki secara langsung, bukan karena dia kasihan tetapi karena dia merasa senang dan sangat puas.
Hingga sesampainya di perusahaan, tuan Devon benar-benar bersikap sangat aneh, saat beberapa karyawan menunduk menyambut kedatangannya dia malah menyapa balik para karyawan tersebut sambil tersenyum lebar, hal itu sama sekali tidak pernah dilakukan oleh tuan Devon sebelumnya, karena biasanya dia selalu memasang wajah datar dengan sorot mata yang tajam dan selalu menatap lurus ke depan, dia sama sekali tidak pernah perduli atas apa yang di pikirkan orang lain terhadap perubahan yang dia lakukan saat itu, bahkan sekretaris Geri sendiri sudah menggaruk belakang kepalanya beberapa kali saking bingungnya dengan tingkah tuan Devon tersebut.
"Tuan apa anda baik-baik saja, atau perlukan saya ambilkan minuman untuk anda?" Ucap sekretaris Geri terhadap tuan Devon saat mereka tengah berada di dalam lift menuju ke lantai atas saat itu, dengan cepat tuan Devon menggelengkan kepala pelan.
"Tidak perlu, aku sama sekali tidak haus, tidak perlu merepotkan dirimu, kita hanya perlu kembali ke ruangan dan kau harus membantuku memberitahu gadis keras kepala itu tentang foto yang baru saja kita ambil di restoran tadi." Ujar tuan Devon sambil tersenyum dan terus saja segera berjalan keluar saat pintu lift baru saja terbuka kala itu.
Sekretaris Geri langsung membelalakkan matanya sangat lebar dia tidak menduga jika ternyata tuan Devon sudah merencanakan hal seperti itu, padahal sebelumnya dia sudah memberitahu bosnya tersebut agar sebaiknya tidak ikut campur dengan urusan percintaan Yuki, saat itu juga sekretaris Geri menahan tanga tuan Devon lagi untuk mengingatkannya.
"Tuan tunggu, apa kau yakin bahwa kau mau memberitahukan tentang kejadian di restoran tadi kepada Yuki, itu kan tunangannya, apa tidak sebaiknya kita diam saja dan tidak ikut campur dengan urusan pribadinya." Ujar sekretaris Geri terhadap tuan Devon dengan sorot mata yang begitu lekat, dia berusaha untuk memberikan kepercayaan terhadap tuan Devon dan menahannya agar tidak sampai ikut campur dalam urusan pribadinya Yuki apalagi ini bersangkutan dengan hubungan asmaranya.
__ADS_1
Sekretaris Geri merasa semua itu akan begitu sulit dan ribet jika tuan Devon turut campur dalam hal seperti ini yang tidak sesuai dengan besik dirinya sendiri.
Tetapi sayangnya tuan Devon tetap bersikap keras kepala, meski sudah diberitahukan oleh sekretaris Geri dia masih saja ingin memberitahu Yuki dengan atau tanpa bantuan dari sekretaris Geri sekalipun.
"Heh, ini juga demi kebaikan dia agar dia bisa fokus dengan pekerjaannya, kan bagus jika sampai dia tahu lalu dia putus dengan tunangannya itu dan bisa fokus bekerja denganku, hingga hutangnya bisa cepat lunas dan dia bisa cepat pergi dari kantor ini secepatnya, selain itu jika dia sudah tidak ada disini aku akan kembali merasa damai dan sangat bebas seperti sebelumnya." Balas tuan Devon mengatakan semua alasan yang dia pikirkan secara tiba-tiba.
"Tapi tuan tetap saja semua itu bukanlah hal yang..." Balas sekretaris Gri lagi berusaha untuk menjelaskannya lagi, tapi tuan Devon sudah lebih dulu menyuruh sekretaris Geri untuk diam, dengan gerakan tangannya yang menyuruh Sekretaris Geri agar tidak banyak bicara lagi, tentang masalah ini karena dia sudah memutuskannya sejak lama.
"Haduh ya sudah terserah kau saja tuan, tapi jika nanti terjadi sesuatu dengan Yuki atau perubahan sikapnya terhadap dirimu atau aku, maka itu adalah salahmu dan kau tidak akan bisa lari ke luar negeri ataupun bersembunyi di dalam negeri sekalipun. Karena aku rasa wanita seperti Yuki pasti akan selalu bisa menemukan dirimu dan bisa saja dia membalaskan dendamnya denganmu juga." Balas sekretaris Geri sengaja menakut-nakuti tuan Devo, tapi sepertinya sekretaris Geri ini salah dalam membuat bujukan, karena mau sekuat apapun dia mencoba membujuk tuan Devon, hasilnya tetap saja nihil dan sama sekali tidak ada yang berubah, setiap keputusan yang sudah diucapkan oleh tuan Devon memang tidak pernah bisa diganggu gugat sedikit pun.
Dan harus selalu terjadi sesuai dengan apa yang dia inginkan, jadi sekretaris Geri hanya bisa mengikutinya saja, hingga saat dia tiba di depan meja kerja Yuki yang terletak di samping pintu masuk ruangan kerja tuan Devon, sekretaris Geri langsung mengajak Yuki untuk ikut masuk ke dalam ruangan tuan Devon bersamanya.
__ADS_1
"Yuki ayo ikut masuk, cepat!" Ujar sekretaris Geri sembari menatap sangat serius memberitahunya kala itu.
Sekretaris Geri juga sudah merasa sangat tegang dan begitu cemas, padahal yang akan menghadap tuan Devon adalah Yuki bukan dirinya, tetapi kini malah dia sendiri yang merasa takut dengan tuan Devon termasuk nasib Yuki yang sudah berada di ujung tanduk kesialan, seakan sekretaris Geri tidak leluasa untuk menyaksikan Yuki merasa sedih jika sampai dia tahu pria yang dia cintai malah berselingkuh dengan wanita lain dibelakang dirinya dan terus saja berperilaku sangat romantis.
Dengan wajah kebingungan dan cukup merasa aneh, Yuki berjalan menghadap tuan Devon dia juga berdiri bersampingan dengan sekretaris Geri sembari berbisik pelan menanyakan apa yang akan dibahas oleh tuan Devon hingga memintanya untuk masuk ke dalam ruangannya tersebut. "Ssttt sekretaris Geri, ada apa tuan Devon memanggil aku juga, aku kan tidak melakukan kesalahan apapun saat ini." Bisik Yuki sembari menyenggol tangan sekretaris Geri pelan saat itu.
Sekretaris Geri tidak bisa menjawabnya dia hanya dapat menaikkan kedua bahunya dan alis dia dengan cukup tinggi, menandakan bahwa dia juga sama sekali tidak mengetahuinya, sehingga Yuki pun menatap ke arah tuan Devon secara langsung, hingga tuan Devon mulai mempersilahkan Yuki untuk duduk di depan meja kerjanya saat itu.
"Silahkan duduk, Yuki." Ujar tuan Devon untuk pertama kalinya bersikap baik seperti itu dengan ucapan yang lembut dan mempersilahkan Yuki untuk duduk di kursi tamu tersebut, padahal dia merasa dirinya tidak pantas untuk duduk menghadap tuan Devon seperti itu, sehingga dengan wajah gugup dan kebingungan Yuki terus memberanikan diri untuk duduk di kursi tersebut dan terus saja terdiam sembari sesekali menatap ke arah sekretaris Geri sambil menaikkan kedua alisnya, berusaha untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi saat itu.
Tapi sayangnya sekretaris Geri tidak bisa membantu apapun meski sebenarnya dia sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh tuan Devon kepada Yuki saat itu. Sampai akhirnya tuan Devon memberikan selembar foto yang dia keluarkan dari tangannya, menggeser foto tersebut ke dekat Yuki dan menyuruh Yuki untuk melihatnya.
__ADS_1
"Lihat itu, ada sesuatu yang perlu kau lihat pada foto tersebut, dan itu sangatlah penting." Ujar tuan Devon dengan wajah yang cukup serius sekali saat itu.