Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Bercerita Pada Jery


__ADS_3

Pada akhirnya karena Jery sendiri yang terus mendesak untuk Yuki bercerita dengannya, gadis 20 tahun itupun memberanikan diri untuk angkat bicara. "Hmm ya sudah iya, aku mau cerita denganmu sekarang, tapi kau diam dulu dan dengarkan baik-baik ceritaku ini ya." Ucapnya kepada Jery dengan wajah yang lesu.


"Baiklah, tenang saja aku juga akan selalu mendengarkan kamu kok, ayo bicara saja kau ini seperti dengan siapa saja." Balas Jery lagi membuat Yuki lebih leluasa untuk bercerita.


"Jadi begini Jer, sebenarnya tadi di kantor ada sedikit masalah, aku di pindahkan menjadi wakil sekretaris bukan lagi asisten pribadinya pria menyebalkan itu." Balas Yuki dengan wajah yang lesu dan langsung saja di timpali oleh Jery yang terlihat begitu senang dan riang.


Karena selama ini yang dia tahu Yuki sangat benci dan tidak suka dengan bos besarnya tersebut, sehingga dia selalu saja menggerutu dan merutuki nama bosnya tersebut setiap kali bercerita dengannya di pesan ataupun saat berhadapan langsung.


Tapi kali ini Jery juga merasa sangat heran karena sahabat perempuannya itu justru malah terlihat murung dan lesu ketika mengatakan hal tersebut. "Eehh....Yuki bukannya bagus ya kalau kau dipindah tugaskan, kau kan sangat benci dengan bos besarmu itu, dengan kau dipindahkan ke bagian lain, kau bisa terbebas darinya, kau juga bisa mengerjakan pekerjaanmu lebih mudah tanpa gangguan darinya, iya kan? Kenapa pula kau malah lesu dan sedih seperti ini?" Ujar Jery yang merasa heran dengan ekspresi wajah Yuki kala itu.


Yuki sendiri justru malah terdiam membisu dia hanya menghembuskan nafas dengan lesu beberapa kali sebelum dia berani untuk menjawab pertanyaan Jery lagi, dia juga menatap lekat ke arah Jery dan mulai menjelaskan.


"Huuhh kau benar aku memang terbebas dengannya tapi tidakkah kau pikir gajiku juga akan kena imbasnya, kalau aku di pindah tempatkan olehnya maka gajiku juga pasti akan berkurang tidak akan sebanyak saat jadi asisten pribadinya, ditambah hutangku masih sangat banyak sekali dengannya, dan kau tahu alasan aku bisa di pindahkan seperti itu? Huaaa..aku sangat memalukan sekali Jery, aku terkena siraman kopi panas di pakaiku, dia marah besar denganku dan aku...aku..huaa...hiks...hiks... Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan sekarang." Balas Yuki diiringi dengan rengekannya yang begitu keras dia kembali menangis lagi dan terdengar semakin kencang membuat Jery tambah bingung dan panik.

__ADS_1


Dia segera berusaha membujuk Yuki dan menenangkan gadis tersebut agar tidak menangis seperti itu lagi di minimarket, karena sudah pasti akan mengganggu para pengunjung yang datang berbelanja kesana, terlebih saat itu sudah ada banyak orang yang melirik ke arahnya sehingga Jery terus saja berusaha semakin keras agar bisa membuat Yuki diam.


"Eehh? Yuki kau kenapa, aishh jangan menangis sekencang itu, sudah diam jangan menangis lagi, kau bikin aku malu saja, lihat kesana pasti-pasti orang-orang akan salah paham dan mengira aku yang membuat kau menangis, jadi cepatlah diam sebelum mereka semakin mencurigai aku dan nama baikku sebagai kasir minimarket terbaik akan tergores, ayo cepat Yuki jangan terlalu lama lagi, cepat!" Ujar Jery kelimpungan sendiri dan terus saja menyuruh Yuki untuk berhenti menangis lagi.


Yuki berusaha untuk diam tapi Isak tangisnya tidak bisa dia hilangkan begitu saja, apakah dengan waktu yang sikat jadi dia masih terdengar isakkannya meski dia sudah berhenti menangis dan mencoba untuk menjelaskan kepada orang-orang disana tidak salah paham dengan dirinya juga sahabat sejatinya itu.


"Sudah...sudah ini minum lagi saja tenangkan dirimu, tarik nafas buang perlahan, ayo ulangi lagi terus seperti itu keluarkan semua beban di dalam hatimu, oke." Ucap Jery terus saja melakukan yang terbaik untuk membantu sahabatnya tersebut agar bisa merasa lega, sampai setelah beberapa saat akhirnya Yuki bisa jauh lebih tenang, dan dia pun berterima kasih sekali kepada Jery yang sudah memperlakukan dia sangat baik.


Sedangkan Jery sendiri terus berusaha untuk mendorong tubuh Yuki karena dia merasa sangat canggung jika mereka berpelukan seperti itu, terlebih ini di minimarket dimana ada pengunjung yang berlalu-lalang keluar masuk yang menatap ke arah mereka saat itu.


Jadi hal itu tentu saja membuat Jery semakin tidak nyaman. "Aduh sudah-sudah lepaskan aku, terimakasih sih terimakasih tapi jangan sambil meluk seperti ini dong nanti orang salah paham denganku, ayo cepat lepaskan kau ini lebay sekali sih!" Balas Jery mengesampingkan pembicaraan saat itu dengan cepat.


Yuki juga hanya bisa tersenyum kecil menampakkan giginya sambil meminta maaf kepada Jery karena dia melakukannya sebab refleks dan tidak pikir panjang dulu, semuanya benar-benar terjadi karena nalurinya saja.

__ADS_1


Setelah mengobrol dan sudah merasa jauh lebih baik, Yuki pun memutuskan untuk pulang dan mengambil ponselnya itu, dia terus berjalan sendiri di tengah malam dan memasukkan token listriknya itu sendirian meski dia harus menaiki sebuah kursi dari kayu yang sudah menjadi tradisi bagi dirinya setidaknya kali mau memasukkan nomor token listrinya, dia harus menggunakan kursi tersebut agar tubuhnya bisa sampai atau setidaknya setara dengan tinggi meteran listrik nya tersebut.


Karena tingginya yang hanya 153 cm saja tidak cukup untuk menjangkau meteran listrik di rumah sewaannya tersebut, bahkan meski dia sudah berjinjit tetap saja nomornya tidak sampai untuk dia ketik kala itu, jadi dia harus menggunakan sebuah kursi yang khusus dia taruh di depan rumahnya untuk memasukkan nomor token setiap kali mengisi daya listrik di rumahnya tersebut.


Setelah selesai memasukkannya dia segera saja masuk ke dalam rumah dan memeriksa ponselnya, betapa kagetnya gadis itu saat melihat ada banyak sekali panggilan tidak terjawab dan pesan yang beruntun di dalam ponselnya dari Jonas sang tunangan dia yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya.


"Eehh... Ada apa Jonas menelpon dan mengirimi aku pesan sebanyak ini?" Gerutu Yuki sambil segera membuka pesan tersebut, dia membacanya satu per satu dan mulai membaca pesan terakhir dimana pesan tersebut bertuliskan bahwa Jonas akan terbang ke negara ini malam itu juga untuk menemui dia, hal tersebut tentu saja membuat Yuki merasa heran dan kebingungan sendiri, dia tidak tahu apa yang membuat tunangannya tersebut tiba-tiba mau mendatangi dia kemari di tengah kesibukannya dalam bekerja, karena hal seperti ini sama sekali bukan seperti Jonas yang dia kenal.


"Aneh sekali kenapa dia malah menanyakan tentang Amanda kepadaku berkali-kali seperti ini, dan kenapa dia harus sampai mengunjungi aku mendadak seperti ini, ada apa ya sebenarnya? Kenapa aku merasa tidak enak hati." Tambah Yuki terus merasa tidak karuan, dia juga mencoba untuk menelpon balik sang tunangannya tersebut, tetapi sudah bisa di pastikan, Jonas mungkin sudah ada di pesawat saat itu dan ponselnya juga tidak aktif, membuat Yuki mengeluh dan membiarkannya saja.


"Aaahh .. sudahlah semoga dia selamat sampai tujuan, aku bisa bertanya kepada dia saat dia kembali nanti." Ucap Yuki segera beristirahat secepatnya.


Dia terlalu lelah untuk memikirkan permasalahan ini, karena permasalahan dalam dirinya dan dunianya sendiri sudah terlalu kacau jadi dia tidak ingin menambah beban dalam pikirannya sendiri, tidak mau berpikiran buruk terhadap calon suaminya sendiri dan tidak ingin membuat Jonas merasa kesal dengannya jadi dia lebih senang untuk membiarkan Jonas sampai dahulu ke negara ini dengan selamat baru dia akan menanyakan semuanya dengan jelas.

__ADS_1


__ADS_2