
Yuki pun segera kembali masuk ke ruang kantor pribadinya tuan Devon, dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda dan terus aja mengelap kaca lagi dengan bersih dan dia juga terus menyapu sampai menyedot debu yang bertebaran di ruangan tersebut, hingga seiring berjalannya waktu akhirnya tiba juga waktu pulang yang sangat di tunggu-tunggu oleh Yuki sedari tadi.
Saat waktunya pulang tiba, Yuki tidak menunggu terlalu lama lagi dia langsung mengambil tas selempang berwarna coklat yang sudah terlihat sangat lusuh tersebut, mengalengkannya ke samping pundaknya itu sambil segera saja berniat pergi dari sana mendahului tuan Devon yang saat itu tengah menyelesaikan pekerjaannya dahulu.
"Hei..hei...kau mau kemana?" Tanya tuan Devon menghentikan langkah Yuki saat itu sudah hampir mendorong pintu ruangan kerja tuan Devon.
"Heheh..aku kan mau pulang tuan, inikan sudah waktunya untuk pulang, habisnya mau apa lagi." Balas gadis tersebut kepadanya.
"Seenaknya saja kau mau pulang, tidak lihat apa pekerjaan hari ini sangat banyak, kau harus lembur dan temani aku disini, jika aku belum selesai maka kau juga belum boleh pulang, sana cetak berkas dokumen ini. Masih banyak pekerjaan yang harus kau lakukan." Ucap tuan Devon terus saja memerintahkan tugas baru kepadanya.
Wajah Yuki yang tadinya terlihat sangat senang dan begitu gembira kini bisa langsung berubah drastis menjadi sangat murung, wajahnya tertunduk dengan kedua alis yang ditekuk sangat kuat, dia terlihat sangat sebal dan emosi dibuatnya.
"Huuhh...tuan ayolah lembur itu kan urusan masing-masing, mau aku lembur atau tidak seharusnya kau tidak bisa memaksaku bukan? Aku harus pulang sekarang, ada hal yang harus aku lakukan dan itu sangat penting sekali." Ucap Yuki yang masih berusaha untuk membujuk tuan Devon saat itu.
Sayangnya tuan Devon bukanlah orang yang mudah terpengaruh, sekalipun di bujuk olehnya seperti itu, jadi dia terus saja mengerutkan kedua alisnya tanpa ampun dan tetap tidak memberikan izin kepada Yuki untuk pulang lebih dulu dibandingkan dengan dirinya saat itu. "Tidak bisa, seenaknya saja kau ini, disini yang bos aku atau kau, kenapa kau seenaknya saja membuat aturan sendiri, sudah sana cetak berkas dokumen ini, sana pergi." Ucap tuan Devon terus saja menyuruhnya dengan paksa.
__ADS_1
Yuki tidak memiliki pilihan lain lagi, dengan wajah yang terpaksa dan terlihat sangat kesal dia pun terus mengeluh tidak henti dan terus saja menghampiri meja tuan Devon dengan menghentak-hentakkan kakinya sangat kuat, dan merampas sebuah dokumen dari tangan tuan Devon yang harus dia cetak ulang.
"Aishh ... benar-benar manusia kejam, bisa bisanya dia memaksa karyawannya sendiri untuk lembur begini, aishhh bagaimana sekarang, kasihan jika Linda harus menunggu aku lembur, apalagi aku tidak tahu kapan manusia sialan itu akan selesai dengan pekerjaannya hari ini, aahhh aku harus bagaimana ya?" Batin Yuki terus saja memikirkannya dengan resah sembari terus saja mencetak dan membuat salinan yang benar dari beberapa dokumen penting yang diberikan oleh tuan Devon kepadanya.
Hingga beberapa saat kemudian, ketika dia sudah selesai untuk menyalin semuanya dan tengah mencatok satu persatu dan menyusunnya dengan rapih, datanglah sekretaris Geri yang juga hendak memakai mesin fotocopy tersebut.
"Ehh..Yuki kau belum pulang?" Tanya sekretaris Geri kepadanya.
"Iya nih, bagaimana aku bisa pulang, tuan Devon terus menahanku dengan kuat dan kau tau dia malah memberikan aku banyak pekerjaan baru, lihat saja ini, bisa bisanya di waktu yang seharusnya aku pulang dan beristirahat dia malah menyuruh aku menyalin berkas dokumen sebanyak ini, gila kan dia." Balas Yuki sambil terus memperlihatkan tumpukan berkas yang hendak dia bawa sekaligus saat itu.
"Ahahah..dia memang begitu, aku saja sampai sekarang masih belum bisa pulang, kita memang selalu akan pulang setelah dia pulang juga, dan kau memang tidak akan bisa membantah dia bagaimana pun cara yang kau gunakan." Balas sekretaris Geri yang di anggukan oleh Yuki, karena dia pikir apa yang dikatakan oleh sekretaris Geri sangat benar dan sesuai dengan fakta yang terjadi.
Sebab dirinya sudah pernah merasakannya sendiri, sebelum sekretaris Geri memberitahu hal itu kepadanya. Namun karena kali ini kebetulan sekali dia bertemu sekretaris Geri, dia pun berniat untuk meminta bantuan kepadanya karena Yuki pikir hanya sekretaris Geri lah yang bisa membantu dirinya saat ini, karena sadar dirinya membutuhkan bantuan dari sekretaris Geri, Yuki pun tiba-tiba saja langsung mengubah ekspresi di wajahnya dan dia terus saja mendekati sekretaris Geri sambil terus saja bicara dengan perkataan yang lembut, sama sekali tidak terlihat seperti dirinya yang biasanya.
"Eheh... sekretaris Geri kau memang benar, dia itu sangat keras kepala, kejam dan tidak memiliki hati nurani, berbeda denganmu yang sangat baik dan selalu membantu aku selama ini, aahh andai saja semua manusia yang aku temui bisa berhati malaikat seperti dirimu, aku benar-benar merasa sangat beruntung sekali." Ucap Yuki terus mengeluarkan pujian mautnya untuk sekretaris Geri saat itu.
__ADS_1
Sekretaris Geri langsung membenarkan jasnya dan dia terus saja merapihkan pakaiannya tersebut dengan penuh kebanggaan, apalagi dengan apa yang diucapkan oleh Yuki tentang dirinya, hal itu membuat dia menjadi lebih senang dan bangga dengan dirinya sendiri saat itu. "Ahah...kau ini bisa saja, jangan terlalu memujiku begitu ahh, nanti hidungku bisa terbang lagi." Balasnya sambil terus saja cengengesan sendiri.
Inilah kesempatan untuk dirinya agar bisa mengambil hati sekretaris Geri, mulai dari ikut tertawa kecil dengannya dan mulai menggeser mendekatkan diri dan mensejajarkan tubuh dengan-nya, terus saja mengatakan niat awalnya yang ingin dia lakukan saat itu.
"Ekm... sekretaris Geri yang berhati mulai, bisa tidak kau membantuku sekali lagiii saja." Ucap Yuki mulai menunjukkan satu jari telunjukku di hadapan sekretaris Geri saat itu.
Sambil terus memohon dan memasang wajahnya dengan mata berbinar dan menampakkan pupy eyes agar bisa mendapatkan belas kasihan dari sekretaris Geri saat itu, karena hanya sekretaris Geri lah, satu satunya harapan yang dia miliki saat ini.
"Aishh..berhenti memperlihatkan wajah menyebalkan itu kepadaku, kau sangat konyol sekali sih, sudah-sudah hentikan, katakan saja padaku apa yang mau kau pintai bantuan dariku sekarang?" Balasan dari Geri sambil terus saja menutup wajahnya dengan kedua tangan yang dia taruh di depan wajah Yuki, sebab dia merasa sangat geli melihat wajah Yuki yang terlalu menyedihkan seperti itu, membuat dirinya merasa kesulitan untuk melihatnya. Akhirnya Yuki pun terus merasa sangat senang dan senyum lebar tergambar jelas di wajahnya dengan cepat, dia terlihat semakin senang dan terus saja mengatakan apa yang dia inginkan dari sekretaris Geri saat itu.
"Ehehe...begini sekretaris Geri, bisakah kau membantuku untuk mengirimkan uang dari rekeningmu ke akun temanku, nanti aku akan berikan uang cesnya kepadamu." Balas Yuki sambil terus saja tersenyum lebar dengannya.
Langsung saja sekretaris Geri menghembuskan nafas cukup besar karena dia pikir bantuan apa yang akan diminta oleh Yuki dengannya tapi ternyata hanya bantuan seperti itu saja yang harus dia lakukan. "Ehh hanya itu saja?" Tanya sekretaris Geri kepadanya.
"Ya tentu saja, memangnya kau mau aku pintai bantuan yang lebih berat lagi ya?" Balas Yuki sengaja menggodanya lagi.
__ADS_1
"Eehh tidak-tidak, sudah itu saja sudah cukup, kau berikan saja alamat tujuannya nanti aku akan segera transfer ke sana." Balas sekretaris Geri membuat Yuki merasa senang dan sangat tenang sekarang.