
Gadis 20 tahun itu mulai mengganti pakaiannya dan dia segera keluar dengan perasaan yang tidak senang, wajah cemberut dan muka masam rasanya sudah terlalu biasa untuk diperlihatkan oleh sosok Yuki semenjak dia harus bekerja bersama dengan tuan Devon yang selalu membuat dirinya kesulitan, bahkan di hari pertamanya bekerja dan dia sudah menerima banyak tekanan yang membuat dirinya merasa ingin kabur dan menghilang dari dunia ini, dia berjalan dengan wajah kesal dan kedua tangan yang ditaruh di pinggangnya. Berlagak bak seorang pria dengan rambut model wolf cut miliknya.
"Hei, Geri bagaimana ini bagus tidak?" Tanya Yuki kepada sekretaris Geri dengan nada bicaranya yang sangat tinggi.
Sekretaris Geri langsung menutup ponselnya dan dia menatap ke arah Yuki yang sudah mengenakan sebuah rok span pendek berwarna biru tua dengan kemeja putih yang memiliki lengan panjang, dia benar-benar terlihat seperti wanita yang elegan, hanya saja model rambut yang dia miliki benar-benar tidak selaras dengan pakaian yang dia kenakan saat ini, sehingga sekretaris Geri langsung berjalan mendekatinya sambil memegangi dagu dan sedikit mengerutkan dahinya, nampak seperti tengah berpikir keras.
"Eumm..lumayan, ini sebenarnya sudah cukup bagus, tapi tunggu sepertinya ada yang kurang deh, aduhh... Kaki dan model rambutmu ini benar-benar tidak mecing dengan pakaiannya, tuan Devon pasti masih akan mengomentari dirimu." Ucap sekretaris Geri terus saja membuat Yuki semakin jengkel dibuatnya.
"Aishh..sudah ayo cepat kau katakan, apa lagi yang harus aku lakukan, agar bos sialanmu itu berhenti mengomentari aku lagi." Bentak gadis muda itu yang sangat tidak suka dengan basa basi.
Sekretaris Geri juga dibuat tersentak kaget saat mendapatkan bentakkan keras seperti itu dari gadis yang usianya jauh lebih muda dibandingkan dengan dirinya.
"Astaga...aduh..kau ini benar-benar sangat galak ya, bahkan lebih galak daripada anjing tetanggaku." Ucapnya malah menyamakan Yuki dengan seekor anjing yang membuat gadis tersebut semakin kesal dibuatnya.
__ADS_1
Sebuah tatapan maut yang sangat sinis dan tajam dia berikan kepada sekretaris Geri dengan cukup lama, dan Yuki sama sekali tidak menunggu waktu lama lagi untuk memberikan pelajaran kepada sekretaris Geri saat itu, dia langsung berjalan ke arahnya dan bicara sangat keras dengan rahang yang tegas dan gigi yang diketatkan sangat kuat.
"Apa yang kau bilang barusan, hah? Aku katakan beraninya kau menyamakan aku dengan seekor hewan, aish..kenapa sih kau jadi menyebalkan juga seperti bos mu yang bawel itu?" Ucap Yuki sangat kesal dan emosinya sudah mulai memuncak.
Oleh karena itu dengan cepat sekretaris Geri menjauh darinya dan terus menyuruh Yuki untuk tetap bersama serta menurunkan tangannya yang sudah berkacak pinggang saat itu, bak siap untuk menyerang dirinya. "Aduh iya iya aku tidak akan lagi bercanda dan menggodaku, sudahlah kau sabar saja jangan mudah marah begini, lagian marah juga tidak akan menyelesaikan masalah saat ini, ayo kita cari ikat rambut dan sepatu yang cocok untukmu saja." Balas sekretaris Geri sambil terus mengajak Yuki untuk pergi dari sana, sekretaris Geri berjalan lebih dulu sedangkan Yuki tertinggal di dalam seorang diri membuat sekretaris Yuki sedikit gemas karena dia masih belum bergerak juga dari tempatnya berdiri saat itu.
"Aish...Yuki ayo cepat, nanti tuan Devon bisa memotong gajimu jika kita pergi terlalu lama, kau juga tidak mau kan kalau gajimu di potong lagi olehnya, bisa-bisa kau tidak mendapatkan uang saat gajian nanti, ayo cepat!" Teriak sekretaris Geri sambil memberitahunya dengan kencang.
"Yuki ayo masuk." Ajak sekretaris Geri kepadanya.
"Tidak mau ah, aku tidak mau memakai sepatu hak tinggi, aku tidak bisa menggunakannya." Ucap Yuki menolak dengan segera dan memberikan alasannya.
"Kenapa kau tidak mau, kau kan seorang wanita, mana mungkin kau tidak bisa menggunakan hak tinggi bukan?" Tanya sekretaris Geri sambil terus saja mengerutkan kedua alisnya dan menduga-duga apa yang dia katakan kepadanya.
__ADS_1
Gadis muda itu pun langsung saja mengangguk membalas ucapan dari sekretaris Geri, membuat sekretaris Geri langsung terperangah kaget dan dia kembali bertanya kepada Yuki dengan kedua matanya yang terbuka sangat lebar, karena dia merasa sangat kaget dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Yuki saat itu.
"Astaga...apa kau sungguh tidak bisa menggunakannya?" Tanya sekretaris Geri lagi untuk memastikan semuanya kala itu.
"Benar, aku memang tidak bisa, memangnya apa yang kau harapkan dariku sih, kau lihat saja aku, penampilan awalku saja begini, memangnya wanita seperti aku ini akan memakai sepatu hak tinggi dengan harga selangit dan hanya bisa membuat kaki terjepit? Tidak mungkin kan! Aishh yang benar saja kau ini." Bentak Yuki sangat kencang karena dia kesal sekretaris Geri terus bertanya kepadanya disaat dia sudah mengatakan hal yang sebenarnya.
"Aahh...kalau begitu bagaimana dong, tuan Devon hanya suka wanita yang rapih, bersih dan feminim, sementara kau sangat jauh sekali dengan kriteria asisten pribadinya, aku sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mendandani dirimu." Ucap sekretaris Geri dengan wajah kebingungan dan menggelengkan kepalanya cukup pelan saat itu.
Yuki juga sama sekali tidak bisa melakukan apapun, karena dia juga tidak mau jika harus kembali memakai sepatu seperti itu, yang hanya bisa membuat kakinya keseleo atau bisa saja membuat dia celaka nantinya, mereka pun sama-sama kebingungan satu sama lain untuk mencari cara lain agar Yuki bisa tetap terlihat elegan dan feminim meski tanpa sepatu hak tinggi.
Hingga akhir sekretaris Geri memiliki ide yang sangat cemerlang di dalam kepala besarnya itu. "AHA.. aku ada ide, ayo ikut ada sepatu yang cocok untukmu, ayo cepat." Ucap sekretaris Geri yang terlihat sangat bersemangat dan langsung menarik tangan Yuki dengan cepat.
Hingga Yuki di dudukkan di salah satu kursi yang ada disana dan sekretaris Geri mengambil model salah satu sepatu pentopel berwarna hitam yang cukup cantik dan elegan, hanya sepatu seperti ini satu-satunya cara untuk membuat Yuki tetap terlihat elegan dan feminim meski tanpa sepatu hak tinggi, walaupun sepatu seperti itu cukup beresiko pada kaki Yuki yang tidak sekencang wanita lainnya.
__ADS_1