
"TADA...ini dia sepatunya, bagaimana kau bisa kan memakai yang ini, ini tidak memiliki hak tinggi dan ini hampir mirip dengan sepatu, pasti kau bisa kan, ayo silahkan coba dulu." Ucap sekretaris Geri kepadanya. Yuki mengangguk dan mulai mencoba dengan perlahan.
Untung saja ukurannya pas di kaki dia dan mereka pun merasa sangat senang karena akhirnya bisa menemukan sepatu yang cocok untuk Yuki, mereka segera kembali ke perusahaan secepatnya karena takut tuan Devon akan marah jika pergi terlalu lama, selama diperjalanan Yuki yang masih ragu dengan penampilan dirinya dan masih tidak percaya diri dengan mengetahui rok selutut seperti itu, dia terus saja tidak pernah merasa nyaman ketika mengenakannya, apalagi saat dia duduk di mobil kala itu.
"Hei, sudah berhenti menarik rok nya nanti bisa sobek tahu! Kalau sobek kan susah mencari ganti nya lagi." Ucap sekretaris Geri memperingati Yuki saat itu.
"Habisnya ini terus saja naik ke atas aku tidak terlalu suka dan sama sekali tidak terbiasa dengan pakaian yang terbuka seperti ini, lagian kau ini punya selera aneh sekali sih, memberikan aku kemeja putih dengan lengan panjang, tapi kenapa roknya pendek begini, aishh." Perotes Yuki kepadanya.
"Hei..hei..enak saja kau bilang begitu, kau saja yang tidak tahu selera tuan Devon, asal kau tahu dan kau lihat baik-baik nanti di kantor, hampiri semua karyawan juga mengerti sepatu hak tinggi dengan pakaian rapih seperti rok yang kau kenakan itu, kemejanya juga sama, kau lihat saja nanti." Balas sekretaris Geri yang berhasil membuat Yuki terdiam dan tidak perotes ataupun banyak bicara lagi.
Hingga sesampainya di kantor dan selama dia berjalan menuju lift hingga sampai di depan ruang kantor pribadinya tuan Devon, barulah Yuki menyadari bahwa semua yang dikatakan oleh sekretaris Geri sebelumnya kepada dia, itu memanglah benar, sedari tadi semua karyawan wanita yang berpapasan dengannya mengenai rok yang selutut atau lebih pendek dari itu, hanya beberapa yang mengenakan celana, itupun celananya pendek juga, dengan kemeja yang panjang dan rapih, rambut di ikat dan ada juga yang terurai namun tetap terlihat cantik dan rapih.
"Wah.. ternyata kau benar, mereka semua memang menuruti kriteria tuan Devon, benar-benar tidak masuk akal, tidak mungkin mereka memakai pakaian seperti itu hanya untuk mencuri perhatian tuan Devon kan?" Kata Yuki bicara kepada sekretaris Geri yang ada di sampingnya saat itu.
__ADS_1
"Benar, tembakkanmu barusan sangatlah tepat sasaran, mereka semua memang selalu berusaha untuk mencuri perhatian dari tuan Devon, tapi sayangnya kau tahu sendiri bukan bagaimana tuan Devon ini, dia tidak mudah dibujuk dan dia sangatlah dingin, bahkan lebih dingin dari AC di ruangannya." Balas sekretaris Geri membuat Yuki menggelengkan kepala dibuatnya.
Dia tidak menduga jika akan ada banyak orang yang menyukai pria menyebalkan bagi dirinya. "Wah...aku tidak habis pikir apa yang ada dalam otak para wanita itu, kenapa mereka harus sampai seperti itu hanya untuk mendapatkan perhatian dari tuan Devo, padahal aku sangat benci dengannya. Apa sekarang hanya tinggal aku wanita normal di dunia ini?" Balas Yuki lagi yang membuat sekretaris Geri tertawa lebar mendengarnya.
"Berhenti tertawa, kau ini asik tertawa saja, apa kau tidak bosan terus menertawakan aku, lagian apa yang lucu sih!" Bentak Yuki sambil terus menatapnya dengan tajam.
"Ahaha... Iya iya, lagian kau ini bicaranya ada ada saja, hei, sebenarnya bukan kau, mereka yang tidak normal justru aku aneh denganmu kenapa kau begitu benci sekali dengan tuan Devon, padahal kan bagus dia memberikan kau pekerjaan untuk mengganti biaya ganti rugi pada mobilnya, dengan begitu kuat juga bisa lebih cepat untuk membayar lunas hutangmu itu, berbeda dengan kau yang bener sendiri dengan orang lain, harus sampai berapa tahun kau mau mengumpulkan uang lima puluh juta itu." Balas sekretaris Geri yang membuat Yuki berpikir keras dibuatnya.
Tapi pada ujungnya dia tetaplah lebih mengutamakan logika dibandingkan dengan perasaan di dalam dirinya sendiri, hingga sekretaris Geri segera mengajaknya untuk masuk ke ruangan tuan Devon, tapi sebelum itu dia segera menarik tangan Yuki dahulu.
"Sudahlah ayo cepat kita masuk, ehh tunggu kemari menunduk sedikit." Ucap sekretaris Geri kepada Yuki.
Dia menurutinya meski dengan wajah kebingungan dan sangat heran, tapi sekretaris Yuki langsung saja membantunya untuk mengikat rambut milik Yuki saat itu, hingga penampilannya sudah terlihat rapih dan bersih setidaknya itu sudah mendekati kriteria tuan Devon selama ini.
__ADS_1
"Nah sudah siap, ayo sana masuk." Ucap Geri kepadanya.
Yuki mengangguk dan segera masuk lebih dulu dia menghadap ke arah tuan Devon yang terlihat tengah mencari sesuatu di depan jajaran buku pada rak di kantornya saat itu, Yuki memanggilnya perlahan. "Tuan aku sudah kembali." Ucap Yuki menyapanya saat itu dan melaporkan diri bahwa dia sudah kembali saat itu.
"Oh, ya sudah kau bisa membantuku untuk mencari berkas dengan map berwarna biru disini, ayo cepat kemari." Ucap tuan Devon sekaligus menyuruhnya saat itu.
Tapi dia yang belum sadar bahwa Yuki sudah berganti penampilan terus saja terlihat fokus pada pekerjaannya hingga saat Yuki sudah menemukan berkas dengan map biru di salah satu rak itu dan berniat memberikannya kepada tuan Devon, barulah saat itu tuan Devon menoleh ke arah Yuki dan dia langsung membuka matanya sangat lebar ketika melihat penampilan Yuki yah sudah jauh berbeda dengan penampilan dia sebelumnya.
"Tuan apa yang ini mapnya?" Ucap Yuki kepadanya.
"Ehh..kau ternyata benar-benar melakukan apa yang aku katakan? Penampilanmu tetap saja jelek seperti sebelumnya meski sudah berganti begini, aishh." Ucap tuan Devon yang justru malah menghina Yuki.
Padahal Yuki sudah bersusah payah untuk mengganti penampilannya tersebut dan dia juga sudah merelakan kenyamanan pada dirinya sendiri hanya demi memenuhinya kriteria yang di inginkan tuan Devon, sama dengan apa yang dikatakan sekretaris Geri sebelumnya, tapi bukannya pujian atau apapun yang dia dapatkan malah hinaan menyebalkan seperti ini, membuat dia sangat jengkel di buatnya dan langsung saja melepaskan ikat rambut di kepalanya, saking kesalnya mendengar penghinaan dari tuan Devon saat itu. "Aishh..dasar manusia menjengkelkan, beraninya dia malah menghina aku setelah aku bersusah payah untuk mengganti penampilanku, benar-benar tidak menghargai sama sekali!" Batin Yuki yang bergemuruh dengan emosi tanpa henti.
__ADS_1