Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Membalas Dendam


__ADS_3

Manager Yopi pun kembali harus menggelengkan kepada dengan lebih keras kali ini karena dia sudah melupakan sikap paling sulit di hilangkan dalam diri Yuki yang memang sangat memiliki prinsip dalam segala hal yang dia lakukan, terlebih lagi Yuki sulit untuk dia beritahu, entah saat masih menjadi anak buahnya ataupun setelah menjadi seperti sekarang ini.


"Aishh... Kau ini memang tidak pernah berubah, dasar kau manusia keras kepala dan gengsi tinggi, sudahlah Yuki, kau jangan sok-sokan menjaga harga diri seperti itu, kau kan sedang butuh pekerjaan dan uang, jika kau tidak meminta maaf kepada tuan Devon, bisa-bisa kau tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan selamanya, bagaimana coba?" Balas sang manager sengaja menakut-nakutinya.


Namun karena memang pada dasarnya Yuki seseorang yang sangat berperinsip dia pun tetap memilih untuk menolak melakukan hal seperti itu.


"Tidak, sekali aku bilang tidak, tetaplah tidak!" Balas Yuki dengan begitu tegas.


"Astaga... Anak ini benar-benar membuat aku darah tinggi, Yuki aku beritahukan kepadamu sekali lagi, tuan Devon itu adalah orang yang tegas, bijaksana dan sama berpendiriannya denganmu, dia selalu memiliki dendam kesumat kepada semua orang yang berurusan dengannya, apalagi padamu yang sudah membuat dia kesulitan sebelumnya, kau sudah merasakan dampaknya lebih dulu sekarang ini, bahkan dia tidak segan membleklish namamu dengan begitu mudahnya, apa lagi yang bisa dia perbuat denganmu jika kau terus keras kepala seperti ini." Ucap sang manager kembali semakin menakut-nakuti Yuki.


Barulah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh manager Yopi barusan Yuki langsung mulai merasa ragu atas prinsip yang dia pegang selama ini, hatinya mulai goyah dan dia mulai berpikir tentang hal yang sama dengan apa yang di ucapkan oleh sang manager sebelumnya.


Yang pada akhirnya Yuki pun menuruti sang manager untuk meminta maaf dan menemui tuan Devon agar bisa membujuk dia, setidaknya dia sudah bekerja dengan keras dan melakukan usaha terlebih dahulu sebelum dia menyerah seperti sebelumnya.


"Ya sudah deh, aku menurut padamu saja, tidak ada salahnya jika aku mencoba untuk berkomunikasi dahulu dengan tuan Devon itu kan." Balas Yuki yang langsung membuat manager Yopi tersebut senang.

__ADS_1


"Nah, begitu dong, ini baru Yuki yang aku kenal," balas sang manager kepadanya.


"Eh, tapi manager Yopi, dia itu kan orang yang sangat penting dan nomor satu, terus bagaimana aku bisa bertemu dengannya, memangnya dia memiliki waktu untuk bertemu denganku dan meladeni orang seperti aku?" Tanya Yuki dengan wajah yang nampak tidak percaya diri saat itu.


"Aish ... Dasar kau, kan aku sendiri yang akan membantumu untuk bisa bertemu dengannya, jadi kau tidak perlu susah payah memikirkan apapun lagi dan untungnya memiliki kesempatan yang cukup bagus, karena tuan Devon sedang berada di kota ini, kau memiliki kesempatan besok untuk bertemu dengannya, karena hari ini dia masih sibuk di kantornya." Balas sang manager menjelaskannya.


Mendengar hal itu Yuki merasa semangat kembali dan dia terlihat begitu senang, setidaknya dengan begitu masih ada secercah kemungkinan agar dia bisa tetap mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang bisa membiayai hidupnya untuk kedepannya.


"Ahaha.. baiklah aku akan mendengarkan idemu saja." Balasnya kepada sang manager.


Saat dia keluar dari gedung perusahaan, dia tidak sengaja melihat sebuah mobil terparkir di depan kantor tersebut, dia terus saja menatap dengan lebih teliti terhadap plat nomor sebuah mobil hitam yang sangat mewah dan bersih mengkilap.


"Eeehh ..tunggu, bukankah itu seperti plat nomor mobil yang mencipratkan air kubangan pada tubuhku semalam? Aahhh iya benar ini adalah mobil yang sama." Ucap Yuki menyadari semuanya.


Dia semakin mendekatkan diri untuk menatap dan memastikan lebih jelas pada plat nomor mobil tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak salah lagi, ini benar-benar mobil yang sama, lihat saja kau aku tidak akan diam saja, akan aku berikan pelajaran berharga kepada pemiliknya yang sudah seenaknya memuncratkan air kubangan seenaknya kepadaku. Ahaha aku punya ide yang cemerlang." Ucap Yuki sambil terus saja mulai mendekati area ban mobil tersebut dan langsung mengempeskan ban mobil itu hingga benar-benar kempes sekali.


Dia terlihat menepuk kedua tangannya tepat setelah semua idenya sudah berhasil dia lakukan, setelah membalas dendamnya tersebut, barulah Yuki bisa merasa puas dan tenang, sehingga dia bisa segera pergi dari sana dengan perasaan senang.


"Ahaha... Aku sudah sangat puas sekali, semua dendamku tadi malam sudah terbalaskan, seandainya saja aku punya lebih banyak waktu, aku akan menunggu hingga pemiliknya keluar, agar aku tahu siapa orang yang mengemudikannya dan aku juga bisa melihat ekspresi wajah dia yang pasti sangat kesal melihat ban mobilnya kempes sekali sampai tidak bisa dia gunakan, aku juga sudah menancapkan dua paku berukuran besar di sana, ahaha benar-benar menakjubkan." Ucap Yuki sangat puas sekali sambil tertawa dengan riang gembira.


Dia memang tidak pernah main-main dengan apa yang sudah dia lakukan, selalu menepati janjinya sekalipun itu janji untuk membalaskan dendam kekesalan dalam dirinya kepada orang yang telah mencipratkan kubangan di pinggir jalan semalam.


Sekarang dia pergi untuk membeli sesuatu di minimarket terdekat yang ada disana, menyeduh sebuah mie gelas untuk mengganjal perutnya yang sudah keroncongan, sambil duduk di meja depan minimarket dan terus menambahkan sebuah snack makanan untuk menemani makannya tersebut.


Selain menikmati sebuah mie instan yang baru saja matang, dia juga tidak bisa berhenti terus tertawa dengan tersipu berkali-kali, membayangkan ekspresi apa yang akan di perlihatkan oleh sang pemilik mobil yang kedua ban belakangnya sudah dia jahili sampai tidak layak pakai lagi, terlebih itu adalah sebuah mobil mewah dimana ban mobilnya juga pasti tidak akan murah, selain untuk cukup sulit mencari orang yang mau di panggil ke sana untuk memperbaiki mobilnya.


"Ahahah ... Orang itu pasti akan sangat kesal, rasakan saja, lagi pula siapa suruh dia beraninya bermain-main denganku, memang pantas mendapatkan semua itu, karena cipratannya, kemarin malam aku merasa dipermalukan di depan umum dan membuat aku sangat malu. Dia juga harus merasakan hal yang sama dengan apa yang sudah aku lewati sebab ulahnya yang tidak bertanggung jawab!" Gerutu Yuki lagi sambil terus saja tertawa dengan keras.


Dia begitu puas dan terus saja tidak bisa berhenti tertawa dengan lebar, hingga mie yang dia nikmati sudah cepat habis, dan dia sudah bersiap untuk segera pergi menuju restoran tempat dia bekerja paruh waktu selain di minimarket sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2