Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Menunggu Yuki


__ADS_3

Ke esokan paginya tuan Devon kembali meneror sekretaris Geri dan terus saja menghubungi dia berkali-kali untuk meminta menjemput dirinya di rumah pagi itu juga, padahal saat itu masih jam enam pagi dimana biasanya sekretaris Geri pergi menjemput tuan Devon saat jam tujuh pagi, alhasil dia pun tidak sempat untuk sarapan dan terus saja terburu-buru dalam menyetir karena takut tuan Devon akan memotong gajinya lagi, dengan perasaan kesal dan wajah yang terus ditekuk sekretaris Geri berlari menuju mobilnya dan segera pergi ke kediaman tuan Devon, menekan pedal gas cukup dalam hingga mobil melesat sangat cepat, waktu tempuh yang biasanya sampai setengah jam kini bisa di tempuh dalam waktu dua puluh menitan saja.


Tuan Devon sudah berdiri di depan rumahnya sambil berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah sekretaris Geri, bahkan dia menyuruh Geri untuk tidak turun dari mobilnya sebab dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu berharganya lagi.


"Aishh sudah-sudah jangan turun, biar aku saja yang buka pintunya sendiri, kau ini sangat lambat, dasar siput!" Bentak tuan Devon malah kembali menghina sekretaris Geri lagi dan lagi, padahal saat itu sekretaris Geri sudah berusaha melakukan yang terbaik.


"Dasar kau manusia sialan, aku sudah merelakan tidak sarapan dan melakukan mobil di luar batas normal, malah penghinaan begini yang aku dapatkan, aahhh aku ingin menghajarnya seandainya saja dia bukan bosku." Batin sekretaris Geri sambil mengeratkan giginya dan terus memegangi kemudi dengan erat untuk melampiaskan emosi dalam dirinya saat itu.


Tuan Devon sama sekali tidak perduli dengan perasaan sekretaris Geri, yang dia inginkan saat ini hanyalah sampai di perusahaan lebih dulu daripada karyawan lain termasuk dengan Yuki, sendiri, dia sudah menyimpan emosi yang sangat dalam pada hatinya semalaman penuh hingga dia sulit tertidur karena memikirkan apa yang akan terjadi dengan Yuki dan tunangannya tersebut, sehingga dia pun terus saja menyuruh sekretaris Geri untuk melajukan mobilnya cepat, cepat dan lebih cepat lagi.


"Aishh....Geri apa kau tidak bisa melajukan mobilnya lebih cepat lagi, dasar kau ini lambat sekali, ayo lebih cepat lagi, Geri apa kau tidak mendengarkan aku, ini perintah dari bosmu, cepat lakukan!" Bentak tuan Devon kepadanya dengan wajah yang marah.


Terpaksa sekretaris Geri pun melakukannya walau dengan perasaan sedikit kesal, dia juga terus saja merasa emosi dan segera melajukan mobilnya sangat kencang sekali, sedangkan disaat sekretaris Geri sudah menuruti kemauannya tuan Devon malah balik marah dan membentak dia sangat kencang menyuruh dirinya untuk melambatkan laju kendaraan karena dia rasa itu terlalu cepat.


"Aaahh..Geri pelankan mobilnya apa kau sudah gila ya? Atau mau bosan hidup? Kamu mau aku mati! Cepat pelankan sialan kau!" Teriak tuan Devon yang membuat sekretaris Geri merasa serba salah.


Dia hanya bisa menarik nafas dalam dan terus membuangnya perlahan sambil menoleh sejenak ke arah tuan Devon dan menuruti lagi keinginannya tersebut.


"Oke..oke..baik aku akan melakukannya tuan." Balas sekretaris Geri sembari segera saja menurunkan lajunya lagi, sampai akhirnya mereka tiba di perusahaan sangat pagi sekali.


Bahkan saat itu hanya ada beberapa orang saja yang baru tiba di perusahaan, mereka menatap heran danada pula sebagai yang kaget melihat sosok tuan Devon yang datang ke perusahaan sepagi itu, dan yang membuat sekretaris Geri lebih heran, dia justru malah diam berdiri di depan meja Yuki dan menolak untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Ehh...tuan kenapa kau berhenti, aku sudah membukakan pintu untukmu, silahkan masuk tuan." Ujar sekretaris Geri saat itu sembari mempersilahkannya masuk.


Tetapi tuan Devon sama sekali tidak mengikutinya dan dia terus saja menyuruh sekretaris Geri untuk pergi lebih dulu ke ruangannya, sebab dia masih memiliki urusan penting untuk menunggu Yuki hingga gadis itu tiba.

__ADS_1


"Sudah sana kau pergi ke ruanganmu saja dan buat pekerjaanmu lebih awal, jangan urusi aku satu lagi kembali saat aku menghubungimu nanti." Ujar tuan Devon memerintahkan dia saat itu, membuat sekretaris Geri merasa kebingungan dibuatnya.


Sekretaris Geri terus saja merasa heran dan termenung sendiri, alisnya mulai mengerut dan dia pun mulai bertanya kepada tuan Devon secepatnya. "Tuan kenapa kau berdiri terus disini, jangan bilang jika kau sengaja datang sepagi ini untuk menunggu Yuki?" Tanya sekretaris Geri yang sudah bisa menebaknya lebih dulu.


"Itu kau tahu, kenapa sekarang kau masih diam disini, sana pergi jangan menggangu aku lagi." Balas tuan Devon dengan wajahnya yang serius.


Sekretaris Geri benar-benar dibuat tidak habis pikir dengan kelakuan bosnya yang nampak semakin aneh saat ini, dia pun memutuskan untuk pergi ke ruangannya sambil menggeleng kepala pelan dan terus saja pergi dengan cepat, berbeda dengan tuan Devon yang masih berdiri di depan meja Yuki, dia sudah berjalan mondar mandi beberapa kali sembari memperhatikan jam di tangannya yang terus bergerak setiap saat, tapi sayangnya sampai saat ini dimana ada banyak karyawan yang sudah mulai berdatangan ke dalam perusahaan tersebut, tetapi Yuki belum juga muncul.


Membuat tuan Devon merasa kesal dibuatnya dan dia terus saja menggerutu kesal sendiri sembari menghentakkan kakinya sangat kuat, dia juga terus saja merasa emosi karena tidak juga bertemu dengan Yuki, padahal saat itu tuan Devon sudah menunggu dia hampir setengah jam lamanya, bahkan kakinya sudah sangat pegal, dia sudah berjalan mondar mandir berkali-kali dan mengetukkan kedua kakinya dengan pelan hingga mulai cepat dan semakin cepat dibuatnya, sampai tidak lama kemudian akhirnya Yuki yang sudah di tunggu-tunggu pun tiba, gadis 20 tahun itu terlihat begitu ceria dan nampak tersenyum dengan lebar, dia terus saja berjalan dengan penuh kebahagiaan dan mulai menatap ke arah tuan Devon sambil mengerutkan kedua alisnya sangat kuat, merasa aneh dengan keberadaan tuan Devon yang sepagi ini sudah berdiri di depan meja kerjanya.


Tetapi walaupun merasa heran Yuki tidak mau ambil pusing, dia tetap saja berjalan ke samping tuan Devon dan segera duduk di meja kerjanya sambil bertanya kepada bosnya tersebut. "Eehhh..tuan tumben sekali kau sudah berada di kantor lebih dulu denganku, ada apa ini?" Tanya Yuki saking herannya melihat keberadaan bosnya itu.


Tuan Devon sudah menahan emosi sejak lama dan kini dia tidak bisa menahan dirinya lagi, langsung menggebrak meja dengan kencang membuat Yuki sangat kaget dibuatnya, bahkan hingga dia terperanjat.


"Brak!" Suara tepukan tangan tuan Devon yang mengenai meja sangat kencang, Yuki langsung terperangah dan diam mematung.


Pertanyaan itu lantas membuat tuan Devon sangat kesal tatapan matanya semakin sinis dan bibirnya dia kerutkan sangat kuat, bahkan keningnya sudah berlipat. "Heh, apa kau bodoh, idiot atau bagaimana hah? Kenapa kau sangat tidak peka dan begitu konyol, aku disini sedari tadi bahkan sampai harus datang ke kantor begitu pagi, itu hanya untuk menunggumu, kenapa kau baru tiba jam segini!" Bentak tuan Devon benar-benar telah kehilangan kesabaran dalam dirinya sampai dia tidak sadar bbahwa dirinya telah melewati batas dan malah keceplosan di hadapan Yuki.


"Hah? Apa maksudmu? Untuk apa juga kau menungguku, lagi pula ini kan memang jam biasanya aku tiba, setiap hari aku selalu berangkat jam setengah delapan dan sampai disini tepat jam delapan, lalu aku bisa langsung bekerja, memangnya apa yang salah?" Balas Yuki dengan santai dan menjelaskan semuanya.


Karena dia memang mengerti semua peraturan yang ada di perusahaan tersebut termasuk sebagai asisten pribadinya tuan Devon, dan jelas sekali Yuki tidak terima ketika tuan Devon tiba-tiba saja memarahi dia disaat dia baru mau memulai pekerjaannya itu.


"Aarrkkkk, sudahlah sekarang mana berikan jadwalku untuk hari ini dan berkas yang sudah kau revisi kemarin." Balas tuan Devon yang sudah malah membahas masalah barusan, Yuki segera memberikannya dan dia juga berkata jujur bahwa jadwal milik tuan Devon belum selesai sedikit lagi, dia hanya tinggal mencetaknya saja.


"Ini dokumen yang harus kau tandatangani tapi untuk jadwal kerjamu hari ini aku belum sempat mencetaknya, biar aku cetak sekarang ya, silahkan tuan tunggu di ruanganmu saja." Balas Yuki kepadanya sembari mengambil flashdisk di laptop tersebut.

__ADS_1


"CK.. sudah tahu tugasmu belum selesai bisa bisanya kau malah pulang terburu-buru kemarin, tanpa menyelesaikan tugasku sendiri, sudah aku tidak butuh jadwalnya lagi, kau kirimkan saja lewat email ku biar sekretaris Geri yang menyimpannya di tamblet miliknya, kau memang tidak becus." Balas tuan Devon sengaja mengatakan hal itu untuk menyinggung Yuki, tapi sayangnya Yuki sama sekali tidak tersinggung sedikit pun, yang ada dia malah merasa senang karena dengan begitu dia tidak perlu lagi pergi dari kursinya dan bisa memberikan tugas itu pada sekretaris Geri lagi.


"Oh, ya sudah aku akan mengirimkannya sekarang juga, kau tidak perlu cemas soal apapun, karena aku sudah membuat jadwal dengan tepat dan sangat akurat." Balas Yuki dengan begitu santainya.


Tuan Devon tetap saja merasa ragu dan dia masih tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Yuki padahal gadis itu memang cukup pandai dalam hal seperti itu, dia juga tidak seceroboh sebelumnya setelah sedikit pengalaman kerja dengan orang lain yang membuat dia jadi terlatih untuk membuat hal-hal yang berhubungan dengan tulisan atau jadwal kerja seseorang, bahkan Yuki sudah memberi tahu bahwa dia memang sudah banyak belajar tentang hal seperti itu.


Saat mendengar hal itu dari Yuki dan melihat reaksi dari gadis tersebut terlalu santai, membuat tuan Devon tidak habis pikir dan dia segera saja masuk ke dalam ruangan pribadinya, niat awal dia yang mau menegur Yuki karena kejadian kemarin justru malah terurungkan dan sekarang dia pun hanya bisa menggerutu kesal sendiri sembari menutup pintu ruangan kerjanya sangat kencang.


"Brak!" Suara pintu tersebut yang dibanting kencang oleh tuan Devon membuat Yuki terperanjat kaget dan menaikkan kedua alisnya cukup tinggi saat itu.


"Astaga.. ada apa dengannya, apa dia sudah gila atau bagaimana sih, dasar aneh." Gerutu Yuki menanggapinya, dia segera mengirimkan file yang diinginkan oleh tuan Devon kepada sekretaris Geri, hingga tidak lama kemudian sekretaris Geri datang menuju ruangan tuan Devon dan mereka saling sapa ketika sekretaris Geri berjalan melewatinya.


"Eh Yuki terimakasih sudah menyelesaikan jadwal untuk tuan Devon." Ucap sekretaris Geri saat itu dan langsung dianggukkan oleh Yuki sambil tersenyum lebar kala itu.


Namun sialnya saat sekretaris Geri menghadap tuan Devon ternyata ada sedikit kesalahan yang dibuat oleh Yuki, dimana ada beberapa jadwal yang penempatannya salah, dimana hal itu tidak terlihat oleh sekretaris Geri sebab dia terlalu terburu-buru untuk menemui tuan Devon sebelumnya. "Heh, apa-apaan ini, kenapa jadwal meeting menjadi lebih awal, apa klien dari luar negeri itu mengubahnya?" Bentak tuan Devon merasa heran kepada sekretaris Geri, membuat sekretaris Geri kebingungan dan dia tidak mendapatkan konfirmasi apapun bahwa hal itu terjadi.


"Ehh, tidak tuan, semua jadwal tetap sama seperti sebelumnya, mungkin ada sedikit kesalahan di jadwal tersebut, coba saya periksa kembali." Ucap sekretaris Geri sambil memeriksa kembali jadwal tersebut di tablet pipih miliknya.


Saat sekretaris Geri membacanya dan terus memeriksa semuanya dengan teliti hingga dia benar-benar menemukan kesalahan yang ada dalam jadwal tersebut, sesuai dengan apa yang ditemukan oleh tuan Devon sebelumnya.


"Ya ampun tuan maafkan saya, benar-benar ada kesalahan dalam waktu yang ditulis oleh Yuki, mungkin dia tidak memeriksanya dengan benar, dan aku juga tadi tidak sempat memeriksanya lagi, tolong maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak teliti sebelumnya." Ujar sekretaris Geri sembari terus membungkuk dan meminta maaf tanpa henti.


Sayangnya tuan Devon sama sekali tidak bisa menerima kesalahan tersebut, sebab jika saja tadi dia tidak menemukan kesalahan tersebut, maka sudah bisa dipastikan dia akan kehilangan waktu berharganya sekaligus klien penting yang akan dia temui saat ini, hal itu membuat tuan Devon tidak bisa memaafkannya. "Hah, mudah sekali kau bicara seperti itu, cepat panggilan Yuki kemari, bisa bisanya dia malah berbuat ceroboh seperti ini!" Bentak tuan Devon dengan emosi yang menggebu.


Sorot matanya nampak begitu tajam dan dia terus saja mengetuk tangannya ke atas meja menunggu sekretaris Geri memanggil Yuki datang kesana, Yuki yang tidak tahu apapun terus saja berjalan dengan wajah polos tanpa dosa sama sekali, dia bahkan masih saja sempat-sempatnya tersenyum lebar dan terus saja bertanya kepada tuan Devon tentang alasan memanggil dirinya. "Tuan ada apa kau memanggilku?" Tanya Yuki kepadanya saat itu sambil menaikkan kedua alisnya dan senyum yang lebar.

__ADS_1


"Ada apa, ada apa, lihat tuh pekerjaan yang sudah kau buat dan kau bilang sudah benar itu, perhatikan dengan baik, baca dengan serius!" Bentak tuan Devon sembari memberikan tablet ke dekat Yuki dan sedikit menggesernya kuat.


Yuki mengambilnya dan mulai membaca jadwal tersebut dengan perlahan sembari terus melihat semuanya sangat teliti hingga tiba-tiba saja dia baru menyadari bahwa ada satu jadwal yang salah penempatan, dia malah menaruh jadwal waktu itu terbalik sehingga membuat semuanya nampak kacau. Wajahnya sudah mulai memerah dan dia mulai merasa takut, sembari menatap pelan ke arah tuan Devon perlahan, yang mana saat itu tuan Devon terlihat menatap tajam dan melipatkan kedua tangannya di depan dada.


__ADS_2