
Pada akhirnya mereka berdua pun mulai membuka pembicaraan secara bersamaan dan mengatakannya sekaligus. "Eummm." Ucap keduanya berbarengan yang langsung saja berhenti secara bersamaan juga.
Sehingga membuat mereka berdua menjadi semakin canggung. "AA..AA..ahh silahkan kau lebih dulu." Ucap Yuki kepadanya sambil terus saj menatap ke arah tuan Devon.
Tapi tuan Devon malah kembali menyuruh Yuki untuk bicara lebih dulu, sebab dia juga merasa ragu untuk memulai pembicaraan lagi diantara mereka berdua selain itu, dia juga takut akan terjadi sesuatu jika dia yang memulai bicaranya lebih dulu.
"Kau saja lebih dulu, lagi pula aku tengah menyetir sekarang." Ucapnya lagi saat itu.
__ADS_1
Yuki pun mengangguk dan dia mencoba untuk menarik nafas dalam sembari menenangkan dirinya untuk mulai bicara kepada tuan Devon saat itu.
"Eummm begini tuan, aku mau menjelaskan masalah tadi, sebenarnya tadi itu aku benar-benar sangat takut karena kau melajukan mobil sangat kencang, kau kan tahu aku hanya hidup sebatang kara di dunia ini dan tunanganku baru saja mengkhianati aku, jadi aku...aku hanya..." Ucap Yuki mulai gugup secara tiba-tiba dan terlihat terus saja mengurut kedua tangannya untuk berusaha tenang dan ingin menenangkan dirinya sendiri saat itu.
Tapi sayangnya apapun yang dia lakukan tetap saja dia begitu gugup hingga keringat dingin keluar di dahinya padahal dia sama sekali tidak kelelahan saat itu, untungnya tuan Devon memahami apa yang dirasakan oleh Yuki sehingga dia pun langsung menyuruh Yuki untuk diam saja. Dan dia malah menimpali ucapannya dengan cepat, lagi pula tuan Devon tidak membutuhkan penjelasan seperti itu lagi dari Yuki karena di lubuk hatinya yang paling dalam dia justru malah merasa senang mendapatkan pelukan dari Yuki saat itu, dan dia nampak begitu santai untuk menanggapi ucapan dari Yuki yang tidak sampai selesai sebelumnya.
"Aishh sudahlah jangan dibahas lagi, untuk apa membicarakan hal seperti itu, aku sama sekali tidak perduli apapun alasanmu, lagi pun kau juga sudah memelukku lebih dulu dengan begitu erat dan itu adalah faktanya kau sama sekali tidak bisa mengecoh aku lagi!" Ucap tuan Devon yang seketika berhasil mengembalikan mood Yuki walau dengan kekesalan terlebih dahulu yang dirasakan oleh gadis tersebut, sehingga Yuki pun terus saja membentaknya sangat kencang sembari memberikan tatapan tajam kala itu.
__ADS_1
Tuan Devon sama sekali tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Yuki dan dia malah berani membalasnya lagi dan lagi sebab dia merasa apa yang dikatakan oleh gadis tersebut memang sangat tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan sebelumnya, padahal dia sendiri sudah mengatakan bahwa dia sama sekali tidak keberatan dengan semua itu.
"Aishh terserah kau saja, yang pasti kau memang sudah memelukku tadi, apapun itu alasannya memangnya itu penting, kejadiannya juga sudah terjadi kok." Balas tuan Devon dengan begitu santai dan membuat Yuki kembali cemberut dengan menatap kesal ke arahnya lalu segera memalingkan pandangan ke arah lain dan dia segera saja melipatkan kedua tangannya di depan dada sembari terlihat sangat enggan untuk menatap ke arah tuan Devon saat itu.
Dia hanya merasa kesal sepanjang perjalanan dan saat tiba di depan rumahnya Yuki bahkan tidak mau melihat ke arah tuan Devon lagi dia mengucapkan ucapan terimakasih sambil menutup pintu mobil tuan Devon dengan sangat kencang sekali.
"Brak!" Suara pintu mobil yang di tutup sangat kencang saat itu dan membuat tuan Devon cukup kaget dengannya.
__ADS_1
"Terimakasih." Ucap Yuki di timpalnya setelah membanting kan pintu mobil.
"Hei..hei...beraninya ya kau membanting pintu mobilku, kalau rusak bagaimana hei, dasar manusia menjengkelkan, awas saja kau nanti!" Teriak tuan Devon dibuat emosi dan dia terus saja berteriak mengancam Yuki, dimana saat itu Yuki sendiri justru malah pergi begitu saja tanpa memperdulikan apa yang diterikkan oleh tuan Devon kepada-nya.