Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Ketiduran


__ADS_3

Karena tidak ada yang bisa dia lakukan, jadi dia hanya bisa pasrah menunggu di ruang tunggu tepat di depan meja resepsionis yang ada di depan kantor, dari pagi dia sudah duduk disana dalam waktu yang sangat lama, semua gaya saat duduk sudah dia lakukan dengan susah payah, sudah duduk mengangkat sebelah kakinya, memanjangkan kaki itu ke depan bahkan sudah berbaring di kursi tersebut, tapi tetap saja dia tidak kunjung melihat sang manager gendut itu keluar dari kantor ataupun dari lift yang ada di sampingnya.


Hal itu lama kelamaan membuat Yuki merasa sangat bosan dan kesal dia mulai mengantuk dan sudah menguap beberapa kali, hingga terus saja dia tertunduk duduk di kursi ruang tunggu hingga benar-benar tertidur tanpa sadar.


Sudah beberapa menit berlalu dia tertidur cukup lama di kursi ruang tunggu tersebut, hingga hampir jatuh ke bawah lantai dan langsung saja dibangunkan oleh salah satu resepsionis yang ada disana.


"Hei... Mbak..bangun mbak... Apa mbak baik-baik saja?" Tanya sang resepsionis wanita itu kepada Yuki sambil memegangi sebelah bahunya dengan pelan.


Langsung saja Yuki terbangun dan terperanjat kaget mendapatkan dirinya dibangunkan oleh orang lain di tempat tersebut, hingga dia memeriksa jam ponselnya yang ternyata sudah menunjukkan jam 2 siang kala itu.


Langsung saja Yuki semakin di buat kaget dan memperbaiki posisinya dengan cepat.


"Aahh...aku, aku baik-baik saja, terimakasih banyak sudah membangunkan ku." Ucap Yuki sambil langsung saja membenarkan posisi duduknya terlebih dahulu.


"Ya ampun sudah berapa lama aku duduk disini, astaga.... Jam dua siang? Aaahhh sialan kenapa aku malah ketiduran segala sih, dasar kau ini Yuki, aahh aku harus bagaimana sekarang." Gerutu Yuki terus saja kebingungan sendiri.

__ADS_1


Dia ingin pergi untuk mencari lowongan kerja di tempat lain dan sudah harus mulai masuk kerja di salah satu restoran sebagai bagian cuci piring dari jam dua siang hingga jam enam sore, tapi kini dia benar-benar sudah terlambat untuk pergi ke restoran tempatnya kerja sampingan, terpaksa dia sudah tidak bisa menunggu sang manager lagi, jadi langsung saja dia bangkit berdiri dan berlari keluar dari kantor tersebut, berlari dengan kencang dan terus saja menghentikan ojek yang melintas di hadapannya dengan paksa.


"Bang... Tunggu, ayo cepat antarkan saya ke resto mawar indah, cepat bang!" Teriak Yuki sambil langsung naik ke atas motor sang ojek online tersebut sambil menarik helm dan memakainya dengan terburu-buru.


Tukang ojek itu merasa heran karena dia tengah melajukan motornya untuk pergi menjemput pesanannya, tapi tiba-tiba saja ada seseorang wanita yang menghadang jalannya, berdiri di hadapan dia dan terus memaksanya untuk pergi mengantarkan Yuki ke tempat tujuan, meski awalnya sang tukang ojek online itu menolak beberapa kali, dan menyuruh Yuki untuk turun, tetapi karena Yuki tidak berhenti mendesaknya sambil terus memaksa dengan terus menerus, alhasil supir ojek online itu pun menurutinya dan membatalkan pesanan yang sebelumnya.


"Eh...eh..neng, turun neng, kenapa tiba-tiba naik seperti ini, abang mau jemput customer nih, jangan begini neng, pesan aja ojek lain di aplikasi neng!" Ucap tukang ojek tersebut kepadanya.


"Hei, bang saya kan bakal bayar juga, jadi apa salahnya abang antarkan saya dulu, baru jemput customer abang itu, ayo cepat bang, atau kalau tidak nanti saya ngamuk nih, teriak nih!" Ucap Yuki mendesak tukang ojek tersebut sambil terus saja memberikan ancaman kepadanya sambil terus saja memaksanya.


Tidak berhenti disitu, Yuki terus saja menepuk punggung sang tukang ojek online tersebut untuk memintanya melakukan motor dengan lebih kencang lagi, sebab dia sudah sangat terlambat untuk sampai di restoran indah tersebut, jika saja dia benar-benar terlambat terlalu banyak, maka mungkin tidak akan ada kesempatan lain untuk dia bekerja dan bertahan sebagai karyawan disana.


"Bang, ayo cepat bang.. astaga.. ayo lebih cepat lagi, nanti saya akan terlambat bang!" Teriak Yuki sangat kencang sekali.


Abang ojek tersebut hanya bisa menuruti kemauan dari Yuki sebab dia merasa takut mendapatkan bentakkan kencang dan tepukkan keras dari Yuki kepada punggungnya saat itu, dia masih terus saja berusaha keras untuk melakukan motornya secepat yang dia bisa, hingga akhir mereka berhasil sampai di restoran indah tersebut dan Yuki langsung saja memberikan ongkos yang dia lebihkan kepada tukang ojek online tersebut karena sudah mau membantu dirinya untuk sampai ke restoran tepat waktu.

__ADS_1


Tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan nasibnya, jika saja dia terlambat sampai di restoran itu, walau hanya lima detik saja, sebab saat pertama kali Yuki sampai dia langsung saja melihat tumpukan piring dan gelas kotor yang ada di atas wastafel begitu menumpuk tinggi, bahkan jajaran piring dalam rak sudah tinggal beberapa pasang lagi, jika sampai mereka kehabisan piring, atau pun manager disana datang untuk memeriksa maka dia akan ketahuan bahwa dia sudah terlambat dan tidak bisa mengatasi kekacauan yang sudah dia perbuat akibat keterlambatannya sendiri.


"Aaahh..hah..hah..Astaga.. pekerjaanku kenapa bisa membeludak begini, padahal aku kan hanya terlambat beberapa menit saja." Gerutu Yuki sedikit mengeluh dengan nafas yang menderu karena sudah berlari dengan cepat sebelumnya.


Segera saja Yuki mengambil sabun dan alat cuci piring, menggosok semua piring dan mangkuk kotor yang ada disana hingga mengelapnya sampai bersih dan menata rapih pada rak yang sesuai, hingga tepat ketika sang manager restoran datang memeriksa akhirnya semua sudah menjadi terkendali dan bersih, hanya ada beberapa piring yang baru saja ditaruh oleh pelayan di wastafel tempat mencuci piring, sehingga sang manager sama sekali tidak mengetahui hal yang terjadi sebelumnya.


"Yuki, bersihkan piring kotor itu, jangan sampai terlihat oleh pelanggan, kau tahu bukan kebersihan di resto kita adalah yang utama!" Ucap sang manager kepada Yuki.


"Siap pak, saya akan membersihkan semuanya tanpa tersisa noda sedikitpun!" Balas Yuki sambil tersenyum lebar dan terus saja hatinya merasa sangat tegang sekali.


Sebab bagaimana pun dia tetap cemas dan merasa sangat takut, sebab kesalahan yang sudah dia perbuat sebelumnya.


Setelah sang manager pergi, barulah Yuki bisa merasa tenang dan bisa menghembuskan nafasnya dengan begitu lega.


"Fyuhh... Akhirnya ketegangan ini berakhir juga, aaahh pegal sekali punggungku ini." Ucap Yuki sambil menghembuskan nafasnya lega dan mulai memutar pergelangan tangan dan pundaknya yang terasa sangat pegal.

__ADS_1


__ADS_2