Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Kecurigaan Amanda


__ADS_3

Yuki pun membuka matanya dengan sangat lebar, dia meraba kakinya beberapa kali dan mulai memeriksanya, untuk memastikan kondisi kakinya tersebut, sambil terus menatap dengan penuh kebahagiaan, karena ternyata kakinya sudah menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.


"Ahh? Wah.. kau benar-benar sudah bisa mengurut kaki manusia ya? Ahaha aku pikir kau hanya bisa mengurut kaki kucing." Ucap Yuki sambil terus mencoba menggerakkan pergelangan kakinya tersebut beberapa kali.


"Aishh.. dasar kau manusia sialan, bisa-bisanya kau malah menghinaku begitu, lagi pula aku kan sudah bilang padamu, aku ini sudah bisa mengurut dengan baik, lagi pula kau bukan orang pertama yang aku urut, kau saja yang terlalu lebay, pake teriak keras tidak jelas segala lagi." Balas Jery kepada Yuki sambil mengusap kedua tangannya dengan tisyu.


Yuki pun tersenyum menampakkan giginya yang putih dan tertata dengan rapih, dia terus saja merasa sedikit malu karena sudah berperasangka buruk pada Jery sebelumnya sambil tersenyum kecil dan terus merasakan kakinya sudah sangat membaik, walaupun masih terasa sakit untuk dia gerakkan dalam berjalan, tetapi itu lebih baik dengan kakinya yang sudah tidak berdenyut lagi seperti sebelumnya.


Setelah beberapa saat mengobrol dengan Jery dan setelah dia merasa sudah lebih baik, dia pun segera saja pergi untuk pulang, karena hari sudah semakin larut.


"Aaahh sudahlah, aku mau pulang saja, ini sudah sangat malam, biar besok saja aku pergi menemui si manager gendut itu." Balas Yuki dengan Jery.


"Kau yakin bisa pulang sendiri? Apa gak sebaiknya pulang denganku saja, tunggu aku membereskan semuanya dahulu, aku akan mengantarmu pulang." Ucap Jery menawarkan tumpangan kepadanya.


Namun dengan cepat Yuki langsung menolaknya, karena dia tidak mau merepotkan temannya tersebut, di tambah dia sudah terlalu malu karena saat masih bekerja di minimarket, dia sudah sangat sering untuk diantar oleh Jery kemanapun dia pergi, selalu diantar pulang setiap hari dan mereka selalu menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


Hingga ke esokan paginya, Yuki tiba-tiba saja mendapatkan sebuah pesan dari salah satu temannya yang sudah lama tidak berhubungan dengan dia.


Sebuah foto dimana ada Linda dan Jonas yang tengah duduk bersama di dalam sebuah restoran mewah yang ada di luar negeri dikirim oleh Amanda secara tiba-tiba tanpa ada pesan lainnya lagi.


Mendapatkan pesan tersebut, Yuki langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar, bahkan dia sampai memperbesar foto di ponselnya tersebut, karena dia merasa sangat penasaran dengan siapa orang yang ada di foto tersebut.


"Eehh.... Bukankah ini Linda dan Jonas? Kenapa mereka bersama?" Tanya Yuki penuh keheranan.


Dia sangat yakin sekali setelah memperbesar foto tersebut, bahwa kedua orang yang ada di foto itu memang pacar dan sahabatnya yang tengah duduk berhadapan di depan sebuah meja dengan sajian makanan yang mewah, dan ekspresi wajah mereka terlihat begitu berseri bahagia.


Namun disisi lain Yuki juga merasa heran karena orang yang mengirimkan foto tersebut kepadanya adalah Amanda, sahabat kecil yang sudah bersama dengan dia dalam waktu yang lama, namun kini di pisahkan karena jarak dan mimpi masing-masing yang berbeda.


"Halo Amanah, apa maksudmu mengirimkan foto Linda dan Jonas kepadaku, apa itu kamu sendiri yang mengambil fotonya?" Tanya Yuki kepadanya secara langsung.


"Iya itu memang aku, tidakkah kamu curiga terhadap mereka Yuki? Mereka pergi ke luar negeri bersama dan terlihat begitu dekat, tidak mungkin mereka hanya berteman." Balas Amanda kepada Yuki.

__ADS_1


Jelas sekali bahwa Amanda sangat mencurigai mereka berdua dan dia tentu merasa tidak terima jika benar, Jonas memiliki hubungan khusus bersama dengan Linda, Amanda tahu betul, semua kebaikan yang sudah diberikan oleh Yuki terhadap Linda selama ini, jadi sebagai sahabatnya, dia tidak bisa diam saja melihat pacar sahabatnya di rebut oleh sahabat dia yang lain.


Sayangnya meski Amanda sudah mengatakan semua kecurigaan dia terhadap Linda dan Jonas, tetap saja Yuki tidak mempercayai ucapan darinya, dan terus menganggap bahwa mereka bertemu kebetulan saja.


"Ayolah Amanda aku memang sudah tahu jika mereka berdua pergi ke luar negeri di negara yang sama, jadi wajar saja jika mereka tidak sengaja bertemu, Jonas sudah memberitahuku dia pergi untuk urusan bisnis, sedangkan Linda dia harus melakukan operasi pengangkatan kanker otaknya yang masih tersisa sebelumnya. Lagian mereka juga pergi ke sana di waktu yang berbeda, jadi tidak mungkin jika mereka pergi bersama, paling hanya tidak sengaja bertemu." Balas Yuki menjelaskannya kepada Amanda.


"Yuki kamu jangan terlalu berpikir positif, kamu jangan mempercayai Linda sepenuhnya, kamu tidak tahu bagaimana dia di belakangmu bukan? Dan kamu pasti memberikan dia banyak uang lagi, iya kan?" Ucap Linda lagi menasehatinya dan memperingati Yuki agar tidak terlalu mempercayai Linda seratus persen.


Sayangnya Yuki tetap saja keras kepala dan dia malah balik menasehati Linda untuk tidak berperasangka buruk terhadap temannya tersebut.


"Amanda aku tahu kamu tidak terlalu menyukai Linda, tapi bukan berarti kamu harus terus berperasangka buruk terhadap dia seperti ini, aku sudah tinggal bersama dia dalam waktu yang lama, aku rasa dia orang yang baik, aku hanya tidak tega melihat teman sendiri harus menderita sakit seperti itu, sudahlah kamu jangan terlalu mencemaskan aku, lagi pula kamu juga tengah sibuk dalam semester akhir untuk kelulusanmu bukan? Sebaiknya kamu fokus dengan hal itu saja." Balas Yuki mengatakannya lagi.


Amanda sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya memberitahu Yuki dan memberikan peringatan kepadanya agar Yuki bisa mempercayai dia dengan sungguh-sungguh, sebab dia memang sudah lama mencurigai tentang Linda dan Jonas yang sudah dua kali tidak sengaja bertemu dengannya dalam hubungan mereka yang terlihat sangat dekat, sama sekali tidak seperti seorang teman, melainkan seperti sepasang kekasih yang tengah jatuh cinta.


"Ya sudahlah, mungkin kamu benar aku hanya salah paham saja terhadap mereka, tapi Yuki jika mereka benar-benar mengkhianati kamu, aku minta kamu ikut denganku saja, dan jangan pernah berhubungan lagi dengan orang seperti mereka, apa kamu mengerti?" Ucap Amanda yang masih saja memperhatikan sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Iya.. kau tenang saja, sudah dulu ya aku masih ada pekerjaan nih." Balas Yuki mengakhiri obrolan mereka dengan segera, sebab dia harus masuk ke dalam taxi untuk pergi ke kantor pusat dan menemui sang manager minimarketnya agar dia tidak jadi di keluarkan dalam pekerjaannya tersebut.


Meski Yuki sudah bicara seperti itu terhadapnya dan meminta agar dia tidak memikirkan semuanya lagi, tetapi seakan firasat seorang sahabat tidak pernah melenceng, Amanda baru saja selesai mengobrol dengan Yuki di telepon, tapi saat dia menoleh ke samping, dia sudah melihat Linda dan Jonas yang berjalan keluar dari restoran mewah tersebut dengan kedua tangan mereka yang bergandengan, dan Linda yang terlihat begitu menempel pada tubuh Jonas saat itu.


__ADS_2