Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Petugas Kebersihan


__ADS_3

Langsung saja Yuki terlihat menahan emosi di dalam dirinya dan dia mulai mengatur nafas dengan perlahan yang bisa dia lakukan, mulai menarik nafasnya sangat panjang dan membuangnya perlahan, terus saja seperti itu hingga beberapa kali dan dia mulai merasa jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.


"Huuhh... baiklah aku tidak akan marah denganmu, tapi berapa gaji yang akan aku dapatkan dari pekerjaan ini?" Tanya Yuki kepadanya.


Jery akhirnya bisa merasa lega sebuah senyum kecil terbentuk di bibirnya, karena dia merasa telah lolos dari amarah Yuki yang sangat menyeramkan dan bisa saja membuat dia akan kembali merasa kesakitan dalam bagian tubuhnya sendiri.


"Eheh... syukurlah kau tidak marah, tapi Yuki gaji dalam pekerjaan ini cukup banyak, karena dalam waktu empat jam kerja kamu sudah dibayar 150 ribu, belum lagi dengan uang tip yang bisa kamu dapat dari beberapa orang rumah yang biasanya akan meminta bantuan pada petugas sampah untuk mengambilkan sampah mereka, bukankah gajinya hampir sama dengan gajimu di minimarket jika kau tambahkan dalam waktu satu bulan? Bagaimana bagus bukan? Kau juga sedang terdesak dan butuh pekerjaan di waktu yang singkat, jadi ada baiknya kau tidak pilih-pilih dulu saat ini." Balas Jery memberitahunya.


Mendengar gaji yang sangat lumayan itu Yuki langsung berubah menjadi senang, wajahnya tidak semurung sebelumnya, dia kini terlihat begitu ceria dan sangat senang dibandingkan sebelumnya, bahkan yang tidak di duga Yuki langsung menyetujui ucapan dari Jery dengan segera, dan meminta Jery untuk mempertemukan dia dengan ketua kebersihan tersebut.

__ADS_1


"Wah... Segitu sih sangat lumayan, lagian apa yang katakan ada benarnya juga, aku tidak akan pilih-pilih pekerjaan, jadi kapan kau bisa membawa aku pada ketua kebersihannya, aku bisa kok bekerja mulai malam ini juga, setidaknya waktu malamku bisa di isi dengan bekerja sebagai pemungut sampah, ya tidak masalah lagi meski aku wanita dan harus mengambil benda kotor dan jorok sekalipun, yang terpenting aku bisa mendapatkan uang yang banyak dan bisa secepatnya mengembalikan hutang ganti rugiku pada manusia kejam itu." Ucap Yuki terlihat begitu kuat dan memiliki tekat yang sangat teguh, padahal semua itu tetap saja tidak akan cukup untuk mengganti uang sebesar lima puluh juta dalam satu Minggu, itu sangat mustahil sekali, apalagi untuk orang yang bekerja sepertinya.


Karena melihat Yuki yang sudah begitu bersemangat Jery pun langsung mengajak Yuki untuk pergi menemui bos kebersihan di daerah sana, dan mempertemukan Yuki dengan bos tersebut, hingga Yuki benar-benar diterima bekerja disana meski awalnya dia mendapatkan ucapan yang diremehkan dan di pandang sebelah mata oleh rekan kerjanya yang sudah senior disana, sebab dia adalah satu-satunya petugas pengumpul sampah perempuan di tim tersebut, namun hal itu rupanya sama sekali tidak dapat menggoyahkan tekad kuat dalam diri Yuki untuk mencari uang, sehingga dia tetap melakukannya dengan sangat baik dan semampu yang dia bisa.


Sehingga malam itu juga Yuki bisa mulai bekerja secepatnya, sedangkan Jery juga segera pergi ke rumahnya dengan cepat, Yuki mulai mengambil gerobak sampah yang ada disana lalu mulai mendorongnya dengan sekuat tenaga sebab gerobak itu sangatlah besar, hampir mirip dengan gerobak tukang bakso keliling, hanya saja yang ini gerobak sampah yang harus di isi dengan berbagai macam sampah dan dia harus mendorong terus dengan kuat dan lebih kuat seiring dari bertambahnya sampah yang dia ambil dan dia masukkan ke dalam gerobak sampah tersebut.


Dengan menutup hidung Yuki masih harus memaksakan diri mengambilnya dan mengubur pampers bekas tersebut agar baunya tidak menggangu penciuman dia ataupun orang sekitar yang berjalan melewati tempat tersebut.


Meski dia melakukan pekerjaannya itu dengan perasaan kesal dan terus menggerutu dengan kasar, tetapi dia sama sekali tidak pernah benar-benar berhenti, dengan semua keluhan yang dia miliki dan selalu dia katakan kepada setiap orang, rupanya dia adalah remaja yang sangat kuat dan begitu mandiri, dia bisa mendapatkan uang dan menghidupi dirinya sendiri, hanya saja dia tidak memiliki rumah untuk tempat dia berkeluh kesah dan menceritakan setiap hal yang dia lewati dalam hidupnya.

__ADS_1


Sehingga dia lebih banyak mengeluh tentang hidupnya dan pekerjaan yang sangat dia tidak sukai tersebut, tetapi harus tetap dia paksakan karena membutuhkan uangnya.


"Aishh.. benar-benar menjijikan, apa mereka ini manusia jorok sedunia apa? Kenapa harus membuang sampah sampai berlebih seperti ini di dalam tong sampah yang sangat kecil, aaarrghhhh membuat aku emosi saja." Gerutu Yuki yang merasa kesal saat melihat ada tong sampah yang memiliki banyak sekali sampah di luar kapasitas tempat sampah itu sendiri, hingga banyak lalat yang mengerumuninya dan harus dia usir dahulu, juga banyak sekali benda busuk di alamnya yang keluar dari plastik mereka, dan memberikan bau yang begitu tajam menusuk pada penciumannya.


Tidak sedikit Yuki sering kali merasa mual karena dia belum terbiasa dengan pekerjaan yang sangat kotor ini, tetapi meski begitu dia tetap membiasakan dirinya dan mencoba lagi dan lagi hingga dia berhasil untuk melakukan semua itu layaknya rekan kerja dia yang lain, meski begitu di hari pertama kerja ini, Yuki juga sudah bisa mengumpulkan sampah dan memilah sampah dengan baik, sehingga dia sudah bisa mendapatkan gaji yang sesuai dengan pegawai lama.


Gadis 20 tahun yang terlihat berperawakan seperti pria itu berjingkrak kegirangan di depan tumpukan sampah dan merupakan gudang sampah disana, dia begitu senang sekali mendapatkan gajinya pertama kali di tempat kerja yang baru dengan para pekerja lainnya yang lebih banyak dia temukan orang tua yang usianya mulai dari tiga puluh tahunan ke atas dan kebanyakan adalah seorang pria, hanya dia saja anak muda yang ada diantara jajaran pegawai pembersihan disana.


Walau begitu Yuki sama sekali tidak merasa malu ataupun minder dengan wanita di usianya yang masih menikmati hidup dengan bantuan uang dari kedua orangtua mereka masing-masing dan bisa kuliah untuk menggapai mimpi mereka dengan mudah, berbeda dengan dirinya yang harus memperjuangkan semuanya sendiri baru dia akan mendapatkannya, jika tidak begitu maka dia sama sekali tidak akan mendapatkan apapun di dunia ini, bahkan untuk makan sekalipun, dia mungkin tidak akan mendapatkannya jika dia tidak bisa bergerak dan mencari uang dengan keringatnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2