
Setidaknya dengan dia menjual semua barang-barang miliknya itu bisa menambah biaya yang dia keluarkan untuk menyicil hutangnya yang teramat sangat besar kepada seorang tuan Devon, itu sangat mencekik bagi seseorang seperti Yuki yang hanya bekerja serabutan seperti sekarang ini, karena dia hanya mendapatkan upah yang minim dibandingkan dengan pekerjaan pasti yang banyak digandrumi semua orang saat ini.
Dia pun segera saja kembali masuk ke dalam rumahnya dan mulai menghitung harga tv dan harga sofa yang dia jual kepada manager Yopi, termasuk menunggu beberapa orang anak buah sang manager yang akan mengangkut semua barang itu, hingga tidak lama setelah dia baru pulang dari pekerjaannya di restoran, anak buahnya manager Yopi sudah tiba di depan rumahnya dan dengan cepat Yuki langsung mengajak dua orang pria itu masuk ke dalam rumahnya untuk membantu mengangkut sofa dan tv yang sudah di beli manager Yopi sebelumnya.
"Terimakasih ya sudah mau membantuku mengangkutnya, sampaikan salam ku pada manager Yopi ya, semoga dia senang dengan barangnya." Teriak Yuki sambil melambaikan tangan dan terus tersenyum dengan riang.
Dia merasa sangat senang karena akhirnya sudah masuk uang senilai 4 juta rupiah di kartu ATM nya tersebut, jika di tambahkan dengan uangnya yang sudah ada 6 juta dia sudah punya sepuluh juta untuk mencicil hutangnya sebagai DP kepada tuan Devon.
Dan waktunya juga sudah habis, besok adalah hari terakhir dia mengusahakan semuanya sebelum tuan Devon akan mencari dia dan dia akan di tuntut untuk bekerja dengan tuan Devon sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya mereka sepakati.
Gadis 20 tahun itu menghembuskan nafas dengan lesu sembari menghitung semua jumlah uang yang dia miliki saat ini, bahkan demi mengirit biaya pengeluarannya, Yuki sampai rela hanya makan dengan telur dan mie instan setiap saat, jika tidak dia hanya akan memakai beberapa potong roti dalam setiap harinya.
Dia tidak bisa membeli beras, karena harganya lebih mahal dibandingkan roti, dia juga tidak bisa membeli lauk yang harganya cukup mahal juga tidak akan awet lama, sehingga dia memilih untuk membeli selai kacang, selai yang paling murah dibandingkan dengan jenis selai lainnya, sebab dia harus benar-benar mengirit keuangannya, supaya dia bisa tetap menabung untuk biaya kuliahnya di tahun depan, setidaknya hanya dengan cara itulah dia bisa bertahan dalam situasi yang sangat sulit seperti ini.
__ADS_1
Hanya ada waktu satu malam lagi untuk dia mengusahakan sisanya 40 juta lagi agar bisa melunasi semua hutang yang dia miliki kepada tuan Devon.
"Huuh... Kemana lagi aku harus mencari uang 40 juta dalam satu malam, ahaha..ini terdengar sangat gila." Gerutu gadis itu sambil diam termenung memandangi langit malam yang tanpa bintang.
Gadis muda yang hidup sebatang kara dan harus mengusahakan semua kebutuhan atas hidupnya sendiri, kini kian merasa sangat bingung, meski dia selalu membantu banyak orang tanpa pamrih dan tidak pernah berharap balasan dari semua orang yang pernah dia bantu, tetapi itu tidak menjamin bahwa disaat dia kesulitan juga tengah membutuhkan bantuan besar seperti sekarang, orang-orang yang pernah dia bantu itu akan balik membantunya, sama seperti apa yang pernah dia lakukan.
Itulah yang membuat Yuki mulai merasa sedih, dia kebingungan dan memutuskan untuk menelpon kekasihnya Jonas, dengan harapan bahwa kekasihnya itu bisa memberikan sedikit saja pinjaman uang kepadanya.
Setelah dia memikirkannya beberapa saat, akhirnya terpaksa Yuki pun segera saja mengambil ponsel dari saku celananya dan dia segera menghubungi kekasih kesayangannya tersebut dengan segera, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Jonas menerima panggilan telepon dari Yuki dan dia terdengar seperti orang yang tengah santai saat itu, bahkan dia sempat menyapa Yuki dengan begitu ramah.
"Hallo sayang ada apa kamu menghubungiku di jam segini?" Tanya Jonas yang mengangkat panggilan dari Yuki saat itu.
"Eumm....begini sayang, aku sedang mengalami beberapa masalah dalam keuangan, jadi aku mau meminta bantuan kepadamu, apa aku bisa memin..." Ucap Yuki yang bahkan tidak sampai selesai, tetapi Jonas sudah langsung menutup panggilan dengan alasan tidak ada sinyal saat itu.
__ADS_1
"Apa...halo..sayang ada apa..halo...kenapa suaramu tidak terdengar...sayang..Tut..Tut...Tut!" Panggilan telepon yang langsung terputus dengan cepat sekali, membuat Yuki termenung dan mulai memeriksa ponselnya.
Dia melihat dengan jelas bahwa jaringan saat itu sangat baik dan tidak ada masalah apapun, tetapi kekasihnya itu sudah langsung menghindari dia disaat dia baru saja mau meminta bantuan kepadanya.
"Jaringannya baik-baik saja, kenapa dia mengatakan bahwa jaringannya jelek, apa mungkin dia sengaja menghindari aku?" Gerutu Yuki mulai merasa tidak enak hati dan menaruh rasa curiga yang cukup dalam kepada kekasihnya tersebut.
Tapi dia juga tidak bisa memastikan apapun karena dia tidak bisa membuktikannya secara langsung, hanya bisa menduga-duga dan menerka-nerka semuanya tanpa ada kejelasan sedikitpun. "Huuh....mungkin jaringan disana yang sedang buruk, tidak papa, aku minta bantuan pada orang lain saja." Tambah Yuki sambil berusaha untuk menghubungi temannya yang lain untuk dia pintai pertolongan saat itu.
Sedangkan disisi lain sebenarnya saat itu Jonas tidak tengah sibuk sedikit pun dia juga bukan tidak ada sinyal, tetapi sengaja melakukan semua itu dengan berpura-pura mengatakan tidak ada sinyal dan berpura-pura bicara terbata-bata agar Yuki bisa mempercayai ucapannya, padahal aslinya saat itu dia tengah bercumbu dengan Linda di kamar salah satu hotel terkenal di luar negeri.
Jonas sengaja mematikan panggilannya pada Yuki karena dia tidak ingin terganggu sedikitpun oleh Yuki, dia juga tidak mau kehilangan kesempatan besar untuk bisa menyalurkan nafsu birahinya terhadap Linda yang sudah tidak terkendali dan tidur di ranjang kamar tersebut dalam keadaan setengah tidak sadar sebab dia baru saja meminum minuman ber*lkohol tinggi.
Mereka adalah pasangan yang begitu kejam, berani melakukan semua itu dan bersenang-senang di belakang orang yang sudah berjasa sangat besar dalam kehidupan mereka masing-masing, Yuki selalu membantu Jonas tiap kali Jonas membutuhkan bantuan apapun darinya, entah itu tenaga, uang ataupun perhatian darinya, begitu pula kepada Linda yang sudah terlalu banyak dibantu oleh Yuki, tetapi dia justru tidak tahu diri sama sekali, itulah salah satu sebab mengapa Amanda sangat membenci Jonas, sebab dia sudah mengetahui keburukan Jonas lebih dulu dibandingkan dengan siapapun.
__ADS_1