Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Meminta Maaf


__ADS_3

Tuan Devon memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kedua bocah laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas tersebut, dia sengaja menyuruh kedua bocah itu untuk mengelap sepatunya hingga mengkilap dan mencuci mobilnya hingga bersih tanpa noda sedikitpun, dia pikir ini adalah hukuman yang sangat cocok dan begitu menguntungkan bagi dirinya sendiri, selain bisa membuat sepatunya yang sempat kotor sebab tersandung dengan kaki salah satu bocah nakal itu, tetapi mobilnya juga bisa lebih bersih lagi tanpa perlu pergi ke tempat pencucian mobil yang akan merogoh kocek uangnya lumayan besar.


Tapi kali ini dia bisa membersihkan mobilnya dengan gratis dan penuh kesenangan, semua ini dia lakukan bukan semata-mata hanya untuk mengerjai kedua bocah laki-laki tersebut, tetapi dia melakukan semua ini juga untuk mendidik kedua bocah tersebut agar bisa menjadi orang yang lebih menghargai orang lain, juga bisa memiliki adab serta sopan santun kepada orang yang lebih tua dengannya.


Karena jika tidak dengan hal seperti ini, bisa saja mereka tidak akan jera dan hanya akan berhenti untuk beberapa saat saja, lalu kembali melakukan hal yang sama lagi setelah tidak bertemu dengan tuan Devon nantinya.


Tuan Devon terus memerintah kedua bocah laki-laki tersebut dengan nada yang tinggi serta memeriksa hasil pekerjaan mereka dengan begitu teliti, karena dia tidak mau ada sedikit noda pun yang tertinggal disana, dan kedua bocah tersebut tidak akan bisa pergi selama semua pekerjaannya itu beres.


Tuan Devon berjalan mengelilingi mobilnya dengan salah satu tangan yang dia masukkan ke dalam saku celana, dan satu tangan lainnya dia gunakan untuk memeriksa hasil dari kebersihan yang mereka lakukan saat itu.

__ADS_1


"Waahhhh..bagus bagus, hasil kerja kalian patut diacungi jempol, tapi sayang sekali permintaan maaf kalian kepadaku adalah hal yang tidak tepat, jadi aku tidak bisa memaafkan kalian berdua." Ujar tuan Devon yang membuat kedua anak laki-laki tersebut membelalakkan matanya dengan sangat lebar.


Pantas saja mereka merasa sangat syok dan kaget setelah mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Devon tersebut, karena mereka mulai sadar dan merasa bahwasannya dirinya tengah di tipu oleh tuan Devon untuk membersihkan mobilnya selama tiga kali balikan karena mereka berdua takut nanti hasilnya akan buruk dan bisa membuat pria yang menyeramkan itu memperotes lagi kepada mereka sehingga mereka tidak bisa lepas dari pria tersebut.


"AA..ahhh tuan besar apa maksud anda, saya kan sudah melakukan segala selama ini, apapun yang kamu inginkan sudah kamu lakukan, jadi tuan tolong bebaskan kami dan jangan melewati batas kesabaran kami." Ujar salah satu anak muda tersebut yang nampak lebih mudah emosi dan menggebu-gebu penuh kekesalan dibandingkan dengan anak yang satunya lagi, dimana dia lebih banyak diam dan terus memberikan kode lewat kedipan mata serta gerakkan tangan, berharap tuan Devon bisa memahami maksudnya tersebut, walaupun itu terasa begitu sulit ketika dia sudah mulai mencoba melupakan semua yang terjadi, tetap saja kedua pemuda itu terlihat tidak terima dan merasa di permainan oleh tuan Devon seenaknya.


"Hei..hei.. Santai dan tahan emosi dalam dirimu itu, anak muda sepertimu tidak pantas emosian seperti ini, kau harus mendengarkan ucapanku terlebih dahulu hingga selesai dan disaat aku sudah memberikan izin terhadapmu, apa kau mengerti?" Balas tuan Devon yang malah kembali memberikan nasihat kepada dia pemuda tersebut, walaupun cara dia memberikan nasihat itu terkesan agak berbeda dengan orang pada umumnya.


Tuan Devon hanya menatap dengan ujung matanya ke arah pemuda yang memiliki emosi cukup tinggi tersebut, dia berjalan mendekati pemuda itu dan memegangi salah satu pundaknya sambil membersihkan seragam pemuda itu yang terlihat sedikit kotor setelah mendapatkan hukuman yang begitu menyenangkan darinya.

__ADS_1


"Ekm....hei anak muda, kau jangan terlalu emosian seperti ini, aku bahkan belum menyelesaikan ucapanku, kau dengar ini baik-baik, maksudku adalah, kau harus meminta maaf kepada orang yang benar, baru aku akan membebaskan dirimu, kau tahu bukan siapa orang yang aku maksud?" Balas tuan Devon berbisik pelan tepat di samping telinga kedua pemuda tersebut.


Tuan Devon menepuk pundaknya lagi dengan cukup kuat dan terus saja kedua pemuda itu mengangguk, memahami apa yang dimaksud oleh tuan Devon, meski sebenarnya mereka sangat enggan untuk pergi meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka kepada seorang wanita pemungut sampah yang sebelumnya mereka lempar dengan botol minuman bekas itu, tetapi rasa takut akan tuan Devon jauh lebih besar dibandingkan dengan rasa malu dalam dirinya, sehingga mau tidak mau, mereka berdua tetap pergi untuk mencari keberadaan wanita tersebut yang tidak lain adalah Yuki.


Mereka mencarinya cukup jauh karena ini sudah berlangsung cukup lama dari waktu kejadian perkara sebelumnya, Yuki juga sudah mengambil banyak sampah ke dalam gerobaknya tersebut, dia sudah memisahkan sampah yang bisa di daur ulang dengan sampah yang akan di buang, sampai ketika Yuki hendak kembali ke tempat penampungan sampah, barulah saat itu dia bertemu dengan dia pemuda yang langsung menghalangi jalannya dengan berdiri dan merentangkan tangan di depan gerobaknya tersebut. "Eehh..siapa kalian, sana minggir jangan menghalangi jalanku!" Bentak Yuki dengan wajahnya yang terlihat begitu kucel juga penuh keringat.


Dia sudah lelah menghabiskan sisa waktu luangnya untuk memungut sampah dan memilahnya, tapi sekarang malah di hadang dua bocah sekolah menengah atas seperti itu, tentu saja dia merasa tidak senang dan begitu terganggu dengan ulah mereka berdua.


Sebelum Yuki semakin marah, kedua bocah itu segera menghampiri Yuki dan langsung menundukkan kepalanya dengan memegangi kedua tangan Yuki dan terus meminta maaf tanpa henti dengannya. "Maafkan aku kak, tolong maafkan kesalahan kami berdua yang sudah melemparkan botol bekas sembarangan hingga mengenai kepalamu, kami sungguh menyesali hal itu." Ucap mereka berdua terus meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah mereka perbuat itu.

__ADS_1


Yuki yang sebelumnya sudah lupa dengan kejadian menyebalkan tersebut dia kembali mengerutkan kedua alisnya sangat kuat dan terus saja menarik kedua tangannya dengan cepat, menjauhkan diri dari dua pemuda itu dan mulai bertanya dengan jelas kepada mereka. "Hei, kenapa kalian tiba-tiba kembali muncul dan meminta maaf seperti ini denganku? Aku bahkan sudah melupakan kejadian itu." Balas Yuki dengan wajah kebingungan.


Tapi kedua pemuda itu sama sekali tidak menjawab mereka hanya meminta Yuki agar memaafkan mereka terus menerus, sesuai dengan perintah yang di ucapkan oleh tuan Devon kepada mereka berdua.


__ADS_2