Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Amanda Yang Kabur


__ADS_3

Masih dengan kakinya yang sedikit pincang karena lukanya itu masih basah dan dia hanya mengenakan sandal biasa, gadis muda itu berjalan dengan segenap kekuatan yang dia miliki untuk pergi ke ruangan sekretaris Geri, hingga sesampainya disana sekretaris Geri justru tidak memberikan dia pekerjaan apapun karena merasa kasihan terhadap kondisi Yuki yang begitu mengenaskan, justru sekretaris Geri malah memberikan pakaian baru yang sudah dia beli sebelumnya untuk Yuki.


"Sekretaris Geri mana pekerjaan untukku yang kau bilang tadi?" Tanya Yuki kepadanya sambil berusaha duduk di salah satu kursi yang ada disana.


Dengan cepat sekretaris Geri membantunya dan segera memberikan pakaian yang dia bawa sedari tadi untuknya. "Hati-hati, ini untukmu kau harus mengganti pakaian dahulu, tidak mungkin kau akan bekerja dengan pakaian seperti itu." Ujar sekretaris Geri yang langsung diambil oleh Yuki dengan cepat.


Dia menurutinya karena memang kemeja putih yang di pakai oleh Yuki sebelumnya sudah begitu lengket akibat terkena tumpahan kopi, dia mengambil pakaian ganti itu dan segera menggantinya dengan cepat di ruangan khusus yang ada disana, barulah setelah itu Yuki melanjutkan kembali pekerjaannya, meski sebelumnya sekretaris Geri tidak mau memberikan pekerjaan apapun kepadanya tetapi karena Yuki yang tidak mau diam saja dan memakan gaji buta, akhirnya sekretaris Geri pun mengalah dan memberikan dia pekerjaan yang ringan saja, seperti mengatur beberapa jadwal meeting untuk tuan Devon di esok hari, dimana dia hanya tinggal menyalinnya saja lalu mencetak jadwal tersebut dengan rapih dan baik, lalu memberikannya kepada sekretaris Geri untuk diperiksa lagi.


Hari ini semuanya berjalan sangat sulit dan begitu menyebalkan untuk Yuki, tidak hanya dia yang kesiangan dan kakinya yang terluka, tetapi ponselnya juga lupa tidak dia bawa dan dia malah dipindah tugaskan dengan sekretaris Geri seperti ini.


Dia merasa cemas dengan gaji yang akan dia dapatkan nantinya, karena setahu Yuki setiap kali tuan Devon marah, maka gajinyalah yang akan di potong dengan cepat tanpa basa basi apapun lagi dengan dirinya, tapi berpindah tempat itu jauh lebih baik dan membuat Yuki tidak tertekan lagi seperti sebelumnya.


Setidaknya kali ini dia tidak akan mendapatkan tatapan tajam ataupun teriakan yang sangat kencang dari tuan Devon, sedikit kedamaian bisa dia rasakan dalam bekerja, dan kini bisa mengerjakan semuanya dengan fokus sesuai dengan apa yang menjadi pekerjaannya, tidak seperti saat bersama tuan Devon, dimana dia menjadi asisten pribadi untuknya tetapi malah lebih mirip seperti seorang pelayan pribadi yang harus membersihkan semua bagian dan tempat yang akan di gunakan oleh tuan Devon, bahkan terakhir kali dia juga harus memberikan meja serta kursi untuk duduk tuan Devon di tempat umum, dan hal itu masih menjadi momen paling menyebalkan bagi Yuki yang tidak akan pernah bisa dia lupakan sampai kapan pun.


Waktu demi waktu terus berlalu, hari demi hari kian berganti, kini Amanda dan Jonas semakin dekat dengan hari pertunangan mereka yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga Amanda, namun sayangnya di hari yang indah ini dimana semua sudah di siapkan dengan sangat baik untuk acara pertunangan mereka berdua yang sangat megah dan begitu indah, Amanda sama sekali tidak memasang wajah senang, dia justru terus menatap ke cermin dan memperhatikan bayangan dirinya dengan rasa penuh kebencian, hingga dia mulai memiliki ide yang sangat cemerlang dalam otaknya tersebut.

__ADS_1


Meski sebelumnya dia sudah mempersiapkan semua hal untuk melarikan diri dalam acara tersebut, tetapi sayangnya niat buruknya itu telah diketahui oleh ibunya sehingga dia gagal dalam merencanakan semua itu, hingga membuat seorang Amanda menjadi putus asa dan murung, bahkan untuk memperlambat proses, Amanda rela mengurung dirinya di dalam kamar selama berhari-hari tanpa makan dan minum sedikit pun, sengaja membuat dirinya sakit hingga dia dirawat intensif, tetapi sayangnya waktu memang terus berlalu dan tidak pernah bisa dia hentikan, kini dia juga sudah tidak bisa melakukan hal-hal ekstrim lainnya untuk mencelakakan dirinya sendiri agar pertunangan ini bisa dibatalkan, jadi terpaksa di hari itu Amanda harus mengikuti acaranya, dia sudah mengenakan gaun yang cantik dan tengah di rias oleh seorang penata rias profesional yang sudah banyak digunakan oleh para aktris papan atas, keluarga Jonas yang menyewa mereka secara khusus untuk Amanda, karena mereka memang sangat mendambakan kerja sama bisnis yang sangat mendalam ini.


Sedangkan Amanda sendiri dia sangat tidak senang, meski awalnya dia menuruti semua perintah dan aturan disana, namun kini sudah waktunya dia beraksi, disaat sang penata rias tengah mengangkat panggilan telepon dari seseorang yang menghubunginya, justru disitulah seorang Amanda yang cerdik mengambil kesempatan yang begitu bagus, dia mulai beralasan kepada sang penata rias itu untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu sembari menunggu penat rias itu menjawab panggilan telponnya.


"Ini kesempatan yang bagus, aku harus bisa melarikan diri dalam waktu dua puluh menit saja, semoga penata rias itu akan menelpon sangat lama lebih dari perkiraanku sebelumnya." Batin Ananda dan segera pergi ke kamar mandi secepatnya.


Dia melepaskan dahulu gaun besar yang menyulitkan geraknya tersebut, mengganti dengan pakaian lusuh dan menyamar sebagai pengemis, dengan sengaja merobek pakaian yang dia kenakan dan dia terus mencoret wajahnya sendiri dengan make up yang sempat dia rebut dari meja rias, merias wajahnya seakan begitu mirip dengan pengemis jalanan yang sangat menyedihkan, hingga dia segera pergi dari kamar mandi dan berjalan mengendap-endap mencuri makanan.


Dia melakukan semua itu bukan karena lapar tetapi itu adalah cara yang cerdik agar dia dapat keluar dengan cepat, lewat jalur di usir oleh penjaga di pesta tersebut, semua rencana Amanda benar-benar berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang dia pikirkan.


"Hei, siapa kau, penjaga cepat kemari, usir pengemis kotor ini dari sini, buang dia jauh-jauh, cepat!" Bentak ibunya Jonas dengan emosi yang sangat memuncak.


Dia adalah wanita kaya raya yang sangat menjaga kebersihan termasuk kehigenisan semua makanan dalam pesta pertunangan yang besar ini, sehingga tentu saja dia akan sangat geram sekali saat melihat ada pengemis yang kotor dan begitu menjijikan seperti penampilan Amanda saat itu, dia marah besar dan terus menggerutu tanpa henti kepada semua orang yang ada disana dan terus saja menyuruh penjaga disana untuk membawanya pergi keluar dari gedung tersebut.


"Aishh..siapa yang membiarkan pengemis jalanan yang kotor dan bau itu masuk ke dalam gedung ini, mengganggu para tamu undangan saja, bi cepat ganti makanan ini, semuanya sudah terkontaminasi bau dan kotoran dari pengemis gila itu, sangat menjijikan!" Ucap ibunya Jonas yang terlihat memiliki sikap sombong dan angkuh sama persis dengan putranya tersebut.

__ADS_1


Amanda diseret dengan paksa dan terus saja dibawa keluar oleh dua orang penjaga yang berbadan besar dan kekar, dia bahkan sempat di lempar keluar dari gerbang gedung mewah tersebut, sampai Amanda jatuh tersungkur ke tanah dan tangannya terlihat lecet juga berdarah saat itu. "Aahhh...aishh aku juga akan pergi meski kalian tidak mengusirku seperti ini, benar-benar manusia tanpa hati, majikan dengan anak buah sama saja, sama-sama berhati iblis!" Bentak Amanda yang masih sempat-sempatnya melampiaskan emosi dalam dirinya kepada kedua penjaga tersebut.


Setelah itu Amanda segera pergi dengan cepat dia berlari secepat yang dia bisa menunju jalan raya dan menghentikan taxi secepatnya, meminta sang supir taxi untuk mengantarkan dia ke salah satu kota pelosok di negara tersebut, agar dia bisa bersembunyi dan mencoba mencari penghasilan lain supaya dia bisa pergi ke negeri lain dan menemui Yuki secara langsung, untuk memberitahu kepadanya semua kebohongan dan kejahatan yang sudah dilakukan oleh Linda dan Jonas, di belakang dirinya selama ini.


Dengan tangan yang berdarah Amanda terus meringis menahan sakit, dia juga sama sekali tidak memiliki uang untuk membayar taxi tersebut, karena dia kabur tanpa rencana apapun dia benar-benar hanya membawa pakaian yang ada di tubuhnya saja, itupun pakai yang sangat tidak layak untuk di pakai, dia benar-benar terlihat mirip sekali dengan seorang pengemis sungguhan. Bahkan sang supir taxi itu pun terus memperhatikan Amanda selama di perjalanan dan dia juga merasa ragu dengan penumpangnya tersebut.


Saat sudah sampai di tempat tujuan, Amanda mulai meminta maaf kepada sang supir taxi tersebut dan mengatakan yang sebenarnya bahwa dia tidak bisa membayar ongkos untuk tadinya tersebut. "Eum...maafkan saya ya pak, sebenarnya saya tidak punya uang tapi saya tadi dikejar orang jahat jadi saya terpaksa harus menghentikan taxi bapak dan kabur secepatnya jadi saya tidak banyak berpikir, tapi tenang saja bapak beritahu saja nomor ponsel bapak pada saya nanti jika sudah ada uang saya pasti akan membayarnya, saya janji pak, saya bukan orang yang akan mengingkari janji." Ujar Amanda berusaha untuk meyakinkan sang supir taxi tersebut.


Sang supir tersebut tentu saja tidak bisa terima karena dia sudah mengantarkan Amanda ke tempat yang sangat jauh dan dia juga sudah menghabiskan banyak bensin untuk mengantarkannya, sehingga sang supir taxi itu meminta Amanda untuk bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.


"Woo tidak bisa! Seenaknya saja kamu hanya modal minta maaf dan janji, kau harus tetap membayar dan bertanggung jawab, aku tidak bisa mempercayai orang-orang sepetimu, lihat saja pakaimu itu, sejak awal saya sudah curiga, kau untuk membeli pakaian saja tidak punya, malah mau mengutang dengan saya, tidak bisa!" Bentak sang supir taxi tersebut menolak negosiasi dari Amanda.


Amanda pun nampak kebingungan, dia tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan karena dia sungguh tidak memiliki apapun lagi dalam dirinya, hingga ketika dia menatap ke arah tangannya, dia baru ingat jika dia mengenakan perhiasan di tubuhnya yang tidak sempat dia lepaskan sebelumnya, ketika melihat hal tersebut, dia pun mulai memiliki ide yang cemerlang. "Aahhh begini saja, ini pak saya punya cincin yang bagus, ini cincin emas dan bisa di jual bahkan jika bapak menjualnya uang dari cincin ini bisa tiga kali lebih besar dari ongkos yang harus saya bayar, ini emas asli jadi bapak tidak perlu khawatir." Ucap Amanda sambil melepaskan satu cincin di tangannya kepada sang supir tersebut.


Awalnya supir taxi itu nampak mengerutkan kedua alisnya sangat kuat dan terlihat berpikir sangat keras, karena sulit baginya mempercayai orang baru seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2