
Saat ini Yuki hanya bisa melakukan hal itu untuk meminta bantuan dan berusaha menjadi sangat menyedihkan agar tuan Devon bisa merasa kasihan dengan dirinya lalu bisa memaafkan semua kesalahan yang sudah terlanjur dia lakukan sebelumnya, hingga tuan Devon mulai menghampiri Yuki dengan wajah lekat dan terus saja semakin mendekatinya terus menerus, membuat Yuki merasa sedikit tertekan dan dia juga terus mendekat ke arah sekretaris Geri berusaha untuk menyembunyikan dirinya sendiri.
"AA ...AA..aahhah..tuan kau kenapa terus menatapku begitu, aku kan sudah minta maaf, aku tahu kok aku memang salah aku sudah keterlaluan karena sudah menduduki kursi kebesaran bosku sendiri, tetapi aku tidak merusak apapun aku juga sungguh tidak sengaja tuan, atau begini saja, bagaimana kalau kau berikan aku hukuman lagi, aku bersedia menerima hukuman apapun darimu untuk menebus semua kesalahanku." Ujar Yuki yang benar-benar sudah pasrah dengan apa yang akan dia lewati saat ini.
Mendengar hal itu sekretaris Geri bahkan sampai ikut terperangah menatap heran sekaligus kaget dengan Yuki, sebab tuan Devon bukanlah orang yang akan mudah jika sudah ditantang seperti itu. "Hei, Yuki apa kau yakin dengan ucapanmu barusan, kau kan tahu tuan Devon tidak akan mudah memaafkan siapapun yang sudah berani lancang dengannya apalagi disini kesalahan mu sudah begitu banyak dengannya." Ujar sekretaris Geri di hadapan tuan Devon langsung.
"Aku tahu kesalahan yang aku perbuat sudah terlalu banyak makanya aku bicara begitu, aku tidak tahu lagi harus melakukan apa." Balas Yuki dengan jujur dan terus saja tertunduk lesu, merasa pasrah untuk apapun yang akan diberikan oleh tuan Devon kepada dirinya.
Hal tersebut sungguh menguntungkan bagi tuan Devon sendiri sehingga sebuah senyum licik tergambar jelas di wajahnya dan sekretaris Geri sungguh tidak mau ikut campur dengan urusan mereka berdua sehingga saat itu untuk menghindari dirinya terlibat, sekretaris Geri memilih untuk pergi dari ruangan tersebut secepatnya.
"Tuan kalau begitu silahkan anda bicarakan tentang masalah ini dengan Yuki, saya permisi dahulu." Ujar sekretaris Geri dan segera berbalik setelah mendapatkan anggukan dari tuan Devon, tidak lupa dia juga menepuk sebelah pundak Yuki sebelum benar-benar pergi dari ruangan tersebut.
"Semoga kau beruntung Yuki, aku tidak bisa membantumu lagi." Bisik sekretaris Geri di samping telinga Yuki.
Gadis 20 tahun itu hanya bisa menahan diri dengan sekuat tenaga dan dia terus mengangguk menanggapi ucapan dari sekretaris Geri, Yuki sangat paham bahwa dia juga tidak bisa terus bergantung terhadap sekretaris Geri terus menerus, karena akan ada saatnya sekretaris Geri sekalipun tidak dapat membantu dirinya seperti apa yang terjadi saat ini. Saat sekretaris Geri sudah pergi tuan Devon berjalan mengelilingi Yuki sembari melipat kedua tangannya di depan dada dan terus memperhatikan Yuki dari ujung kaki hingga ujung rambutnya, membuat Yuki merasa sangat gugup bertambah takut.
"Aku punya ide yang sangat bagus untuk menghukum mu, dan kau tidak bisa menolak karena sudah berjanji sebelumnya, aku bahkan merekam ucapanmu tadi, lihat ini." Ujar tuan Devon membuat Yuki tidak habis pikir.
__ADS_1
"Matilah aku, huaaaa." Batin Yuki yang semakin menderita dan pasrah dengan semuanya.
Tuan Devon semakin senang, dia merasa sangat berkuasa atas wanita yang sangat keras kepala tersebut, dia merasa kini bisa mendominasi Yuki dan memerintahkan Yuki semuanya tanpa ada penolakan ataupun pemberontakan dari gadis tersebut.
"Ya sudah tuan, katakan saja apapun yang kau minta aku akan melakukan, sesuai dengan yang aku katakan padamu sebelumnya." Balas Yuki lagi.
"Mulai saat ini kau harus menuruti semua yang aku perintahkan, mulai mengelap sepatuku hingga mengkilap dan kau harus berada di kantor minimal sepuluh menit sebelum aku tiba, dimana kau harus menyiapkan beberapa dokumen yang harus aku periksa diatas meja sehingga memudahkan aku untuk mempercepat pekerjaanku nantinya, lalu kau harus membelikan aku makanan setiap kali jam makan siang dan kau juga harus mengantarkan aku ke lantai bawah hingga membukakan pintu mobil untukku dan tidak lupa membawakan barang yang harus aku bawa setiap kali pergi meeting." Jelas tuan Devon mengatakan semua perintah yang akan dia berikan dan harus dilakukan oleh Yuki dengan sangat jeli.
Wajah Yuki mulai berubah yang tadinya begitu layu kini justru semakin kusut dan tidak ceria lagi, dia benar-benar tidak bisa menolak atau perotes sedikit pun karena sebelumnya dia sendiri yang meminta hal itu kepada tuan Devon, jika dia menolak atau perotes, maka sudah jelas tuan Devon akan membalikkan ucapan dia sebelumnya, hal itu membuat dada Yuki sangat sesat dan tidak dapat bicara apapun.
Setiap kali tuan Devon bicara kepadanya dan memerintah semua pekerjaan yang sangat tidak masuk akal untuk dilakukan olehnya, Yuki hanya bisa pasrah saja dan terus mengangguk menyetujui semuanya.
"Iya tuan, saya mengerti, dan akan melakukan semua yang kau katakan sebelumnya, kau tidak perlu cemas aku masih sempat mengingat semuanya." Balas Yuki kepadanya.
Mulai saat itu juga Yuki langsung diminta untuk membersihkan sepatu tuan Devon dan dia harus mengambilkan setelah jas yang ada di ruang ganti untuk merapihkan jas tersebut karena sebentar lagi akan digunakan oleh tuan Devon meeting di luar bersama klien barunya yang akan bekerjasama dengan perusahaan dia, dengan telaten Yuki mengambil sepatunya dahulu dan membersihkan sepatu itu dengan serius dia bahkan menyikat nya cukup kuat sehingga dia bisa membersihkan sepatu itu dengan cepat, dan setelahnya lanjut saja dia mengambil setelan jas milik tuan Devon, menyetrikanya dengan setrika uap yang bisa digunakan meski pakaian tengah di gantung.
Karena Yuki selama ini hidup sendiri dan menjalani semuanya selalu sendiri, dia begitu telaten mengerjakan semua pekerjaan seperti itu bahkan dia juga menyiapkan dasi khusus bagi tuan Devon sendiri, disisi lain sebenarnya tuan Devon kerap kali mencuri-curi pandang kepada Yuki disaat Yuki tengah mengerjakan tugas yang dia berikan, sebuah senyum kecil juga nampak tergambar di wajahnya dia senang karena dengan begitu dia merasa ada orang yang merawatnya dan memperhatikan dirinya, sebab selama ini tuan Devon juga selalu melakukan semuanya sendiri jika tidak ada sekretaris Geri maka dia tidak bisa memakai pakaian yang rapih atau pun sepatu yang bersih, tidak ada waktu bagi dia melakukan semua itu dan pelayannya yang selalu mengerjakan semua untuk dia, tetapi kali ini tua Devon ingin orang lain yang mengerjakannya agar dia bisa merasakan rasanya diperhatikan dan dirawat.
__ADS_1
Sampai beberapa saat kemudian, waktu dimana tuan Devon sudah harus pergi pun tiba, dengan cekatan Yuki langsung mengambilkan jas untuk tuan Devon dan membantu dia untuk mengenakannya, bahkan dia menaruh sepatu tuan Devon tepat di hadapan orangnya sembari memegangi tangan tuan Devon yang nampak tengah sibuk mengobrol dengan sekretaris Geri di hadapannya.
"Tuan ini dasinya, apa aku juga yang harus membantumu mengenakan dasi?" Ucap Yuki sembari memperlihatkan dasi di tangannya.
Tua Devon mengangguk dan Yuki segera melakukannya, untungnya Yuki bisa memakaikan dasi sehingga dia dapat menyelesaikan semuanya dengan cepat dan tuan Devon juga tidak perotes lagi dengan semua yang dia kerjakan.
Tidak hanya itu, Yuki terus mengambil tas kerja tuan Devon memeriksa semua yang harus dia bawa dan pergi mengiringi langkah tuan Devon dari belakang, walau sebenarnya saat itu Yuki sangat malas untuk bersikap seperti ini, karena dia merasa dirinya bak seketika babu dibandingkan seorang asisten CEO besar, tapi mau bagaimana lagi tidak ada pilihan lain bagi seorang Yuki yang sudah terjebak di dalam sangkar manusia kejam tersebut, dia terus melakukannya sesuai dengan perintah yang disebutkan oleh tuan Devon, membukakan pintu mobil untuk tuannya itu dan dia segera memberikan tas kerjanya, sembari menutup kembali pintu mobil tersebut, sekretaris Geri sendiri terperangah dan merasa aneh karena melihat tingkah dan kelakuan Yuki yang dapat berubah dengan begitu cepatnya, ini seperti bukan Yuki yang dia kenal.
"Wahh ..Yuki pekerjaan mu hebat sekali, kau seperti tangan kanan bagi tuan Devon, aku tidak menyangka kau juga bisa bekerja dengan serius tanpa perotes dan keras kepala seperti ini." Ucap sekretaris Geri kepada Yuki.
"Sebenarnya aku benci melakukan semua ini tapi aku butuh uang jadi aku melakukannya." Balas Yuki dengan senyum leba di pipinya yang membuat sekretaris Geri langsung tertawa pelan sembari segera menaikan lagi kaca jendela mobilnya tersebut.
Tuan Devon yang juga mendengar jawaban dari Yuki barusan, dia sangat emosi dan begitu kesal, sebab sebelumnya dia pikir Yuki melakukan semua itu dengan tulus karena wajahnya yang terus tersenyum selama berada di sampingnya dan selama melakukan semua pekerjaan tersebut, tapi nyatanya dugaan dia sedari tadi salah besar karena ternyata gadis itu tetaplah sama. "CK..jadi dia hanya terpaksa sedari tadi, aishh aku sangat menyesal karena mempermudah dia dalam mengerjakan semuanya, awas saja kau gadis keras kepala, aku akan memberikan kau pemahaman, seperti apa seharusnya dia bersikap denganku!" Gerutu tuan Devon yang dia buat kesal.
Padahal sebelumnya tuan Devon sudah mulai luluh dan dia begitu senang melihat perubahan baik yang terjadi dengan gadis tersebut, tapi semuanya hanyalah kedok semata, sekretaris Geri hanya bisa menggelengkan kepala pelan sembari terus menahan tawa melihat tingkah bos dan karyawan barunya tersebut.
"Berhenti tertawa Geri, atau kau akan mendapatkan kesulitan yang sama dengan gadis itu!" Ancam tuan Devon membuat sekretaris Geri seketika merubah ekspresi di wajahnya.
__ADS_1
Dia segera diam mematung dengan wajah datar dan mata yang menatap lurus pada jalanan, sembari langsung meminta maaf kepada tuan Devon yang duduk di kursi belakang mobil tersebut. "Maafkan saya tuan, itu tidak akan terulang kembali." Ucap sekretaris Geri dengan wajah yang begitu serius.
Disisi lain Jonas yang memutuskan untuk tinggal beberapa hari di negara ini karena dia ingin memastikan dengan jelas keberadaan Amanda, juga ingin dekat kembali dengan Yuki, kini pria itu mulai diteror oleh kekasih simpanannya, yang sangat dia cintai itu, Linda terus menghubungi Jonas berkali-kali, dan dia memutuskan untuk ikut menemui Jonas ke negara ini, sebab dia sudah tidak memiliki uang yang cukup lagi untuk bekal hidupnya di luar negeri, sementara kekasih sumber uangnya juga tidak ada disana dan dia tidak bisa meminta uang dari Yuki karena sebelumnya dia sudah memutuskan hubungan dengan Yuki, bahkan sengaja mengganti nomor ponselnya.