
"Dasar manusia sialan, sangat menjengkelkan, aku ingin menjitak kepalanya itu dan mengigit tangannya hingga dagingnya koyak, aishh... aarrkkk kenapa pula harus aku yang membersihkan kaca di ruangan kerjanya, apa dia pikir aku ini tukang pembersih kaca apa?" Gerutu Yuki tiada henti dan terus saja menggerutu sembari mengelap kaca di ruangan tuan Devon, yang mana dari kaca tersebut dia bisa melihat pemandangan kota yang cukup indah saat itu.
Tetapi walau begitu tetap saja jika dia melihatnya terlalu lama itu justru menjadi pemandangan yang ngeri karena Yuki sebenarnya takut dengan ketinggian, entah kenapa dari kecil dia memang takut pada apapun yang bersifat tinggi, mungkin itu dikarenakan karena trauma dia dimasa kecil yang pernah jatuh dari balkon kamarnya sendiri, dan hampir meregang nyawa saat itu, namun untungnya tuhan masih memberikan takdir yang sangat luar biasa karena seorang Yuki dapat lolos dari tragedi yang sangat mencengangkan tersebut.
Justru malah kedua orangtuanya lah yang meninggalkan dia lebih dulu, bahkan sering kali Yuki merasa dia menyesal mengapa saat itu dia tidak meninggal saja, mungkin jika dia pergi lebih dulu, maka dia tidak akan merasakan rasanya sakit dan kesulitan sampai seperti ini, dan mungkin sekarang dia akan berkumpul dengan kedua orangtuanya di surga, itulah yang selalu di pikirkan oleh Yuki setiap kali dia mengingat kejadian dimasa lalu, hingga ketika dia tengah mengelap beberapa kaca, tiba-tiba saja ponselnya berdering cukup kuat sehingga membuat tuan Devon langsung memberikan tatapan tajam kepadanya dan Yuki segera tersenyum kecil sambil segera saja meminta izin untuk mengangkat panggilan telpon nya dahulu kepada tuan Devon saat itu.
"Eheh...maaf tuan saya angkat dulu telnnya boleh?" Ucap Yuki kepadanya dan langsung saja dia pergi keluar dari sana tepat ketika tuan Devon sudah mengangguk kepadanya.
Setelah di luar dia mulai mengeluarkan ponsel dari saku roknya tersebut dan ternyata itu telpon dari Linda, dia sangat senang mendapatkan telpon itu dan dengan cepat Yuki mengangkatnya sebab dia juga merasa sangat rindu dengan Linda.
"Linda?" Ucap Yuki dengan mata yang terbuka lebar saat dia membaca nama kontak pada panggilan tersebut.
"Halo Linda, apa kabar denganmu disana, kenapa kamu lama sekali tidak menghubungi aku, apa kamu baik-baik saja?" Ucap Yuki yang langsung saja menanyakan tentang kabar sahabatnya tersebut karena dia merasa sangat cemas dengannya.
__ADS_1
"Aahh..aku sebenarnya tidak baik-baik saja Yuki, tapi aku juga tidak tahu bagaimana caranya aku menjelaskan kepadamu hiks hiks.." ucap Linda dengan nada suara yang sendu dan terdengar rintihan tangis pilu dari balik panggilan telepon tersebut.
Mendengar hal itu saja sudah bisa membuat Yuki langsung di buat cemas semakin tidak karuan, dia pun terus saja menyuruh Linda untuk berhenti menangis dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengannya saat ini.
"Linda kau menangis? Linda ayolah berhenti menangis seperti itu dan katakan saja padaku ada apa denganmu, aku sangat mencemaskanmu, selama ini aku berusaha untuk menghubungimu berkali-kali tapi nomormu terus saja tidak dapat aku hubungi." Ucap Yuki segera meminta penjelasan kepada sahabatnya tersebut.
"Yuki... sebetulnya saat aku pertama kali mendarat di Singapura aku bertemu dengan orang jahat yang mengambil koperku juga semua uang yang sudah kamu berikan kepadaku sebelumnya, aku juga kehilangan paspor milikku sehingga aku tidak dapat pulang ke negaraku lagi, aku kehabisan uang disini dan memutuskan untuk bekerja, tapi sekarang aku mulai merasakan kepalaku semakin sakit dan tidak punya sedikit pun uang hiks, aku tidak mau memberitahukan ini padamu sebelumnya dan aku takut untuk bicara denganmu makanya aku tidak pernah menghubungimu dan terus menghindari mu. Maafkan aku Yuki hiks..hiks.." Ungkap Linda yang sangat menyedihkan saat itu.
Yuki terus saja terperangah dengan mulut terbuka yang terus dia tutup dengan sebelah tangannya, kakinya mulai terasa sangat lemas, dia tidak bisa membayangkan bagaimana sulitnya Linda di negara orang lain dan di tempat asing seperti itu harus mengalami masa sulit seperti ini. "Linda kau tenang saja oke, kau seharusnya mengatakan kesulitan ini kepadaku sejak lama, tapi sudahlah semua ini sudah terjadi, sekarang kau teruslah menguatkan diri disana dan carilah tempat tinggal yang baik untukmu, kau jangan memikirkan masalah uang, aku janji aku akan segera mengirimkan uang ke rekeningmu." Ucap Yuki menenangkan Linda saat itu.
Padahal di kenyataannya dia sama sekali tidak perduli dari mana Yuki mendapatkan uang itu, yang dia pikirkan hanya tentang dirinya saja dan Jonas, apalagi saat ini Jonas memang tengah membutuhkan biaya untuk menutupi dana di perusahaannya sendiri yang hampir saja akan bangkrut karena dia terlalu banyak memakai uang kantor untuk hal-hal yang tidak berguna.
Yuki sama sekali tidak memiliki kecurigaan apapun terhadap Linda bahkan dia masih saja bisa bicara seperti itu seakan dia adalah orang yang akan terus membiayai sahabatnya tersebut, bahkan disaat dia sendiri tidak memiliki uang sepeserpun, apalagi untuk memberikan uang kepada sahabatnya yang tinggal di Singapura saat ini.
__ADS_1
Tetapi walau begitu dia sama sekali tidak memikirkan kesulitan dalam dirinya sendiri, tetapi selalu mengutamakan kepentingan dan kebutuhan dari sahabatnya tersebut. Karena dia sudah menganggap Linda bak seperti saudaranya sendiri.
"Sudahlah Linda kau tidak perlu tahu darimana aku akan mendapatkan uangnya nanti, yang pasti aku akan terus bekerja keras untukmu agar aku bisa mendapatkan uang, tapi mungkin aku membutuhkan sedikit waktu untuk mendapatkan uang yang cukup untukmu, karena kalau saat ini aku hanya pegang uang satu juta saja, itupun harus aku gunakan untuk biaya hidup ku satu bulan ke depan, pasti uang segitu tidak akan cukup untukmu kan?" Balas Yuki menjawabnya kepada Linda.
Tetapi karena memang pada dasarnya Linda sudah terdesak dan dia memang sudah kehabisan uang disana, maka uang sekecil itupun masih dia minta dari Yuki.
"Tidak masalah Yuki, berapa pun uang yang kamu berikan kepadaku aku bisa menerimanya, karena aku hanya memegang uang sekitar 10 dollar saja, dan aku sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang, aku juga sudah di keluarkan dari pekerjaan part time ku." Ujar Linda terus saja mengatakan hal menyedihkan kepada Yuki.
Hingga pada akhirnya Yuki pun memberikan uang satu juta hasil dari gaji terakhir termasuk bonus pesangon dari restoran tersebut, padahal niatnya dia mau menggunakan uang itu untuk biaya hidupnya selama sebulan, tetapi tidak ada pilihan lain lagi, karena Yuki berpikir Linda lebih membutuhkan, jadi dia pun mengirimkannya dengan segera untuk Linda.
"Ya sudah kau tenang saja, aku sekarang sedang bekerja, ini juga aku sedang izin aku tidak bisa mengirimkannya padamu sekarang tapi aku bisa mengirimkannya beberapa menit lagi saat aku pulang kerja, kamu sabar dulu ya." Balasnya kepada Linda.
Terus saja Linda merasa sangat senang dan dia mulai berterima kasih sambil terus memberikan pujian kepada Yuki seperti yang biasa yang dia lakukan selama ini.
__ADS_1
"Ah iya Yuki tidak papa, terimakasih banyak ya, aku sungguh sangat berhutang banyak kepadamu, tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupku jika tidak ada orang sebaik kamu kepadaku, aku sangat menyayangimu Yuki." Ucapnya terus saja merasa senang.
"Iya aku juga menyayangimu Linda, kalau begitu sudah dulu ya aku harus kerja lagi, kamu hati-hati disana, nanti kalau ada uang aku akan ganti untuk biaya operasinya, agar kamu bisa meneruskan niat awalmu dan bisa segera kembali kesini." Balas Yuki yang langsung di iyakan oleh Linda dan panggilan itu pun berakhir.