
Yuki sama sekali tidak menggubris teriakkan dari tuan Devon, jangankan menggubrisnya dia malah tidak menoleh sama sekali, terus saja mendorong gerobak sampahnya dengan sekuat tenaga dan ingin cepat-cepat pergi dari sana untuk menghindari tuan Devon yang sangat menggangu bagi dirinya.
Hingga akhirnya dia pun bisa merasa tenang karena sudah pergi cukup jauh dan bisa mulai melanjutkan pekerjaannya seperti biasa, mulai dari memunguti kardus bekas sampai mengambil berbagai macam sampah bekas makanan yang berserakan di sekitar jalanan tersebut, semuanya terlihat begitu bau dan kotor, menyebalkan dan sangat membutuhkan Yuki benci dengan pekerjaannya sendiri.
Meskipun di depan tuan Devon dia terlihat begitu tegar dan sangat kuat, nampak tidak keberatan atas pekerjaan yang dia kerjakan dan tidak terganggu sama sekali dengan hal itu, tetapi di belakang semua orang dia tetaplah gadis yang rapuh, hanyalah seorang gadis yang tengah dalam masa pertumbuhan menuju dewasa, usianya yang masih 20 tahun ini, tapi harus melewati masa sulit dan menyakitkan seperti ini, dia terus menggerutu kesal dan merasa tidak karuan.
"Aishh..kenapa orang-orang begitu jorok dan sangat seenaknya membuang sampah kemana-mana, tidak kah mereka tahu ada banyak orang sudah sepertiku yang akan memungutinya dengan susah payah dan mengesampingkan rasa jijik dalam diriku sendiri, mendapatkan hinaan dari orang kaya dan terus di pandang sebelah mata oleh semua orang hanya untuk membersihkan jalanan dan rumah-rumah mereka tanpa pamrih, dasar manusia hanya bisa mengotori saja, hiks..hiks.." ucapnya dengan tangisan yang mulai melanda dirinya, air mata mulai menetes sedikit demi sedikit dan terus saja di usap oleh Yuki dengan kuat, dia tidak mau terlihat lemah dan menyedihkan seperti ini.
Oleh karena itu dia terus bekerja keras dengan kedua tangan dan kakinya sendiri, dengan kekuatan yang ada pada dirinya sendiri dan dengan segala cara yang dia lakukan sendiri, semuanya benar-benar dia lakukan seorang diri, dia tidak memiliki rumah untuk pulang dan tempat untuk menceritakan semua kesusahan dalam hidupnya, sekarang Linda sudah tidak bersama dengannya, Amanda juga tidak mengiriminya kabar lagi, bahkan tunangannya sendiri sulit sekali untuk dia hubungi, hampir tidak pernah menelpon atau mengiriminya pesan sedikit pun.
Sampai tiba-tiba saja disaat gadis 20 tahun tersebut tengah merapihkan sampah botol plastik yang menumpuk di dalam gerobaknya, ada seorang pria yang meleparkan botol bekas ke arahnya dan mengenai kepala Yuki dengan cukup kencang sampai membuat dia meringis kesakitan dan mengusap kepalanya dengan cepat.
"Aduhh ..ahhhh siapa yang berani meleparkan botol sembarangan?" Bentak gadis tersebut yang langsung saja mengeluarkan emosinya sekaligus.
__ADS_1
Bukannya meminta maaf atas kesalahan yang telah dia perbuat, dua remaja pria yang di duga pelaku dari pelempar botol tersebut malah asik menertawakan Yuki yang masih merasa kesakitan dengan memegangi kepalanya saat itu.
Mereka malah menghina Yuki dan bicara seenaknya saat itu, hingga membuat Yuki merasa kesal dan begitu jengkel dengannya, tetapi dia tidak bisa melawan sedikitpun karena merasa anak-anak seperti itu tidak pantas untuk dia ladeni.
"Ahahah....lihatlah dia sangat konyol sekali ketika marah, rasakan itu siapa suruh kau menghalangi aku, dasar tukang sampah." Ucap pria tersebut malah menghinanya.
Rasa sakit yang begitu mendalam begitu jelas di rasakan oleh sosok Yuki saat itu, hatinya benar-benar terluka sangat dalam dan rasanya begitu sulit untuk dia mendengar kalimat yang merendahkan dirinya seperti itu.
Tapi Yuki hanya bisa diam saja, tanpa bisa melawan sedikitpun, hingga kedua pemuda itu pergi dan kembali meleparkan botol bekas tepat ke depan Yuki saat itu, dia hanya bisa menggerutu dan merutuki kedua bocah nakal dan tidak memiliki sopan santun barusan setelah mereka pergi dari sana.
Tanpa Yuki sadari sebenarnya saat itu ada tuan Devon yang menyaksikan kejadian tersebut, namun saat itu sengaja tuan Devon tidak menghampiri Yuki dan hanya memperhatikan dia dari kejauhan, walau tuan Devon sendiri merasa emosi atas perlakuan yang dilakukan oleh kedua remaja pria itu, tetapi dia tidak bisa muncul di depan Yuki begitu saja, karena dia takut Yuki akan marah dan semakin keras kepala dengannya jika mengetahui bahwa dia mengikutinya, tetapi walau begitu bukan berarti tuan Devon akan diam saja, dia pergi menghampiri kedua remaja yang terlihat memakai seragam SMA itu di belakang Yuki dan menghentikan langkah kaki mereka dengan kaki tuan Devon yang sengaja di selonjoran ke jalanan hingga membuat salah satu pria tadi tersandung dengan kakinya tersebut hingga hampir jatuh tersungkur.
Lantas kedua pemuda tadi langsung marah dan merutuki tuan Devon dengan kalimatnya yang kasar dan sama sekali tidak memiliki sopan santun dengannya.
__ADS_1
"Aishh...siapa kau, seenaknya menaruh kakimu di jalan begitu, kau pikir ini jalan nenek moyangmu?" Bentak salah satu pemuda yang kakinya tersandung itu.
Tuan Devon hanya bangkit berdiri sambil melepaskan kacamata hitam yang dia kenakan sebelumnya, lalu menaruhnya di saku jas dan mulai melipat kedua tangan di depan dadanya, bicara dengan nada tinggi dan sombong di hadapan kedua remaja pria tersebut.
"Hahhah... Tentu saja ini memang jalanku, aku membayar pajak atas jalanan ini, dan perlu kau tahu sebagian dari kekayaan di negara ini adalah milikku, negara yang memiliki hutang denganku, apa kau tidak tahu siapa aku hah?" Balas tuan Devon dengan begitu percaya diri memperkenalkan siapa dirinya kepada dia pemuda berandalan tersebut.
Karena tidak percaya dengan ucapan dari tuan Devon, terus saja kedua pemuda itu tertawa dengan keras dan terbahak-bahak tanpa henti hingga ketika tuan Devon membuka ponselnya dan menunjukkan identitas dirinya di internet sebagai pembinis terkaya dan orang paling berpengaruh nomor satu di negara ini, langsung membuat kedua pemuda itu mengenalinya dengan cepat juga meminta maaf dengan segera kepada tuan Devon, sampai bersujud di bawah kakinya dengan penuh ketakutan.
"Heh, diam kalian berdua beraninya kalian menertawakan aku, lihat ini. Baca baik-baik dan pahamilah kalian akan tahu siapa aku sebenarnya." Ucap tuan Devon sambil terus memaksa kedua pemuda itu untuk membaca salah satu artikel terkenal di internet tentang dirinya.
Yang berhasil membuat kedua pemuda itu bergetar hebat dan merinding takut. "AA..AA..aahhh.. ternyata kau tuan Devon itu, aahhh maafkan saya tuan, tolong maafkan saya, saya janji tidak akan berani bicara kasar dan sembarangan lagi kepada orang asing, maafkan saya tuan tolong jangan lakukan apapun pada saya." Ucap pemuda tersebut yang langsung saja meminta maaf dengan penuh penekanan.
Begitu juga dengan temannya yang turun mengikuti apa yang dilakukan rekannya yang lain mereka berdua sangat takut dan terus memohon ampun pada tuan Devon hingga akhirnya tuan Devon masih memiliki sedikit rasa kasihan kepada dia bocah yang masih duduk di bangku SMA tersebut.
__ADS_1
"CK.... minggir kalian berdua, sudah tahu siapa aku baru saja kalian menghormatiku dan memohon ampun seperti ini, aishh aku tidak akan membuat semuanya begitu mudah untuk kedua orang yang sangat tidak tahu diri dan sombong seperti kalian ini!" Bentak tuan Devon yang suda memiliki ide sendiri dalam kepalanya untuk memberikan pelajaran kepada kedua bocah SMA tersebut.