Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Dijahili Tuan Devon


__ADS_3

Saat Linda menghubungi Jonas dia ternyata sudah berada di bandara dan meminta Jonas untuk menjemput dirinya. Hal itu membuat Jonas sangat kaget tapi sekaligus senang sebab dia juga sudah merindukan kekasihnya tersebut, bukan benar-benar karena mencintai dalam hati yang tulus, tetapi nafsu birahinya yang sudah membutuhkan asupan dari Linda. Maka dari itu Jonas tidak keberatan disaat Linda meminta untuk menjemput dirinya di bandara secara tiba-tiba seperti itu, bahkan dia meninggalkan pekerjaan dia hanya demi Linda seorang.


"Aaahh ..sayang aku sangat merindukanmu," ujar Linda sambil memeluk Jonas dengan erat.


Dan dia mengenakan pakaian yang sangat terbuka dan begitu mencetak body tubuhnya. Membuat Jonas semakin terpancing.


"Aku juga sangat merindukanmu milikmu sayang, apa kau lelah, jika tidak bisakah kita melakukannya saat ini juga, aku bisa memesan kamar untuk kita." Ucap Jonas sembari terus memeluk pinggang Linda yang ramping itu.


"Sayang kau ini benar-benar binatang buas, aku baru saja sampai kau sudah meminta jatah, aku sangat lemah dan lapar sekarang, bagaimana jika kita makan dulu, setelah energiku pulih kau bisa melakukannya sepuas dirimu." Ucap Linda kepada Jonas dengan bermanja-manja di hadapan umum sekalipun.


Jonas tersenyum senang, memang hal itu yang dia inginkan dari pacarnya selama ini, sayangnya Yuki tida pernah bisa memberikan dia hal itu, sehingga membuat Jonas kesal tapi dia mencintai Yuki dan tidak dapat melepaskannya, tetapi nafsunya juga butuh asupan sehingga solusi yang dia pikirkan kebenaran, adalah dengan melakukan itu pada Linda, dengan begitu dia bisa memuaskan semua keinginan yang dia mau.


Mereka berdua pergi ke salah satu restoran besar yang dilewati sebelum pergi ke apartemen Jonas saat itu, tidak tanggung-tanggung, Jonas memesankan makanan yang sangat mewah untuk kekasihnya tersebut, mereka juga terlihat begitu mesra, bahkan sejak pertama kali mereka sampai di restoran tersebut Jonas tidak lepas memegangi tangan Linda, bahkan saat Linda tengah makan pun tangan nakalnya masih saja berani untuk diam-diam menggoda Linda dengan memegangi pahanya di bawah meja.


Membuat gadis itu meringis pelan karena merasa geli dengan kelakuan kekasihnya tersebut, tapi tentu saja Linda tidak perduli dan diam saja meski Jonas melakukan apapun kepada dirinya. Sampai tidak lama tuan Devon ternyata juga meeting di tempat yang sama dengan restoran yang digunakan oleh Linda dan Jonas.


Saat itu tua Devon baru saja selesai meeting dengan kliennya di restoran tersebut, dia memang memilih ruangan VIP yang tertutup di restoran tersebut, tetapi saat hendak keluar dari sana tidak sengaja matanya melihat sosok Jonas yang menurut dia sangat tidak asing, di dekat jendela duduk bersama seorang wanita dan nampak begitu romantis karena saling berbagi makanan dengan menyuapinya satu sama lain.


"Tunggu Geri, lihat kesana, bukankah itu pria yang sama dengan yang kita lihat kemarin bersama gadis gila itu?" Tanya tuan Devon kepada sekretaris Geri dan menunjuk ke arah meja Jonas. Membuat sekretaris Geri segera mengikuti arah tunjukan darinya.

__ADS_1


Sekretaris Geri mengerutkan kedua alisnya dan terus saja berusaha memperhatikan pasangan yang dimaksud oleh tuan Devon kala itu, hingga dia mulai mengingatnya.


"Aahh..iya tuan kau benar, pria itu sama persis dengan pria yang kemarin kita ikuti, tapi bukannya dia tunangannya Yuki kenapa malah bersama wanita lain di restoran seperti itu?" Balas sekretaris Geri sembari merasa kebingungan sendiri.


Tuan Devon menatap tajam ke arah meja tersebut dan dia sedikit kesal, tanpa banyak basa basi tuan Devon segera mengeluarkan ponselnya dan dia memotret pasangan itu dari sudut samping dimana wajah Jonas dapat terlihat sangat jelas, setelah itu tuan Devon segera membisikkan sesuatu kepada sekretaris Geri dan mereka berdua mulai membuat rencana bersama untuk memberikan pelajaran kepada pria brengsek seperti itu.


"Bagaimana apa kau mengerti?" Tanya tuan Devon kepada Geri.


"Baik tuan saya akan melakukannya." Balas sekretaris Geri mengangguk mengerti dan segera pergi dari sana.


Geri meminta bantuan kepada seorang pelayan di restoran tersebut untuk memasuki obat pencahar kepada salah satu makanan yang dipesan oleh mereka, dan tidak hanya itu saja sekretaris Geri dengan sengaja berpura-pura berjalan terburu-buru dan dia menyenggol seorang pelayan yang tengah membawa minuman panas untuk disajikan ke meja lain, hingga minuman panas itu mengenai punggung Jonas dan dia terus saja merasa kepanasan, sedangkan sekretaris Geri terus meminta maaf dan memberikan ganti rugi kepada mereka agar bisa diam dan tutup mulut.


"Maaf tuan tapi ini kesalahan saya, saya yang menyenggol pelayan ini dan tidak segaja menumpahkan minuman yang dibawanya, ini untuk ganti rugi jas mahal milikmu dan selamat menikmati makanan anda." Ujar sekretaris Geri begitu saja kemudian berjalan pergi dari sana, membuat Jonas sangat kesal dan terus saja emosi kepada sekretaris Geri yang tidak dia kenal saat itu.


"Aarghh... Dasar manusia sialan, memangnya dia pikir semua permasalahan bisa diselesaikan dengan uang, CK hanya ganti rugi dengan cek saja dia begitu sombong." Ucap Jonas sembari terus membersihkan lehernya dan jas dia yang habis dengan kopi hangat sebelumnya.


Sedangkan Linda yang mengambil cek tadi dia terus saja kaget, sembari menutupi mulutnya dengan sebelah tangan saat melihat isi dari cek di tangannya tersebut.


"Sayang sudah, lihat ini, pria tadi sepertinya salah menulis nol dalam cek yang dia berikan kepada kita, ini keberuntungan, lihatlah." Ucap Linda yang begitu senang karena melihat isi cek tersebut yang sangat besar bagi mereka berdua.

__ADS_1


Saa Jonas melihatnya dia juga terbelalak kaget danterus saja mencari kembali keberadaan pria tadi yang memberikan dia cek tersebut, dia masih tidak menduga jika ada orang yang mau mengganti rugi dengan jumlah besar seperti itu kepada orang yang tidak dikenal secara sembarangan. "Hah, siapa pria tadi sebenarnya, aku rasa dia tidak mungkin salah menulis pada cek nya." Batin Jonas memikirkan hal tadi.


"Sayang sudahlah jangan dipikirkan, lagi pula kita sudah punya uang yang banyak aku akan mencairkannya, kita bisa liburan dengan uang ini sayang." Ucap Linda sembari terus saja memegangi tangan Jonas dengan erat.


Jonas pun menuruti apa yang dikatakan oleh Linda dan dia berhenti untuk memikirkan hal tadi lagi termasuk dengan seorang pria yang menumpahkan kopi hangat ke punggungnya. Mereka berdua kembali melanjutkan makan siangnya dengan romantis seperti sebelumnya, sedangkan tuan Devon yang sejak tadi memperhatikan kelakuan mereka hanya bisa tersenyum puas sebab mereka berdua telah masuk dalam jebakan yang dia buat bersama dengan sekretaris Geri.


"Tuan saya sudah melakukan semuanya sesuai dengan yang anda perintahkan, dan sepertinya mereka juga tidak menyadari apapun." Ucap sekretaris Geri memberikan laporan kepada tuan Devon, yang langsung dianggukkan oleh tuannya sendiri.


"Yah, aku tahu, kerja bagus Geri kau cocoknjadi aktor, ayo kita pulang sekarang." Balas tuan Devon begitu puas.


"Terimakasih tuan." Balas sekretaris Geri dan segera saja mengikuti langkah tuan Devon yang berjalan lebih dulu di depannya.


Yang membuat sekretaris Geri merasa aneh selama perjalanan setelah kejadian di restoran wajah tuan Devon terus saja tersenyum kecil dan dia tidak henti-hentinya memegangi dagunya sendiri dan keras kalo terciduk tengah tersipu malu sendiri, membuat sekretaris Geri merinding melihat eskpresi yang begitu aneh dari tuan Devon.


"Tuan kenapa anda terlihat begitu senang dan terus tersenyum seperti itu, apa ada sesuatu yang membuat anda senang?" Tanya sekretaris Geri karena sudah tidak tahan merasa penasaran sedari tadi.


"Tentu saja, mana mungkin aku tersenyum-senyum sendiri jika tidak ada kabar baik yang aku dapatkan." Balas tuan Devon yang lebih bersahaja ketika menjawab pertanyaan dari Geri, padahal biasanya tuan Devon selalu bicara dengan nada tinggi dan wajah yang serius, tapi kali ini dia benar-benar terlihat seperti orang lain.


Sekretaris Geri pun tidak tahu lagi harus menghadapinya seperti apa, karena mau seperti apapun dia bertanya tetap saja tuan Devon tersenyum-senyum sendiri membuat dia menjadi bingung sendiri, tatapi dari banyaknya kejadian yang sudah terjadi, dari sini sekretaris Geri sudah bisa menduga jika mungkin saja tuan Devon memiliki perasaan lebih terhadap Yuki. "Apa mungkin seorang tuan Devon menyukai gadis seperti Yuki? Aahh tidak-tidak aku tidak boleh berpikiran yang aneh-aneh." Batin sekretaris Geri segera menggelengkan kepalanya dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2