
Hingga ke esokan paginya tuan Devon benar-benar meluncurkan rencana dia, sekretaris Geri juga turut membantunya dengan meminta Yuki untuk masuk menghadap ke ruangan tuan Devon saat itu juga. "Yuki ayo ikut denganku ada hal penting yang harus kita bicarakan dengan tuan Devon." Ucap sekretaris Geri mengajaknya dengan wajah yang begitu serius, dia sengaja melakukan itu agar membuat Yuki mau ikut dengannya.
Karena jika tidak dengan cara seperti itu maka Yuki akan sulit untuk diajak masuk ke dalam tanpa adanya tujuan yang pasti, dia pun segera saja menurutinya, masuk ke dalam ruangan tuan Devon dan segera menghadap bosnya tersebut.
"Tuan ada apa anda meminta saya datang kemari, apa karena dokumen yang belum saya selesaikan itu?" Tanya Yuki kepadanya dan berusaha mencari tahu.
__ADS_1
Tuan Devon segera menyuruh Yuki untuk duduk dahulu di sofa tamu yang ada di ruangannya tersebut, sedangkan dia Yuki sendiri masih saja berdiri di depan meja kerjanya dan melihat tuan Devon yang berjalan hingga duduk di sofa tersebut, membuat dia merasa sangat kebingungan sebab sikap tuan Devon hari ini nampak sedikit berbeda dengan tuan Devon yang biasanya begitu kecut dan tidak pernah tersenyum sekecil apapun kepadanya seperti yang dia lihat saat ini. "Hah? Apa benar barusan aku diberikan senyuman oleh tuan Devon? Ahaha yang benar saja ini seperti mimpi." Gerutu Yuki sambil segera mengikuti tuan Devon dan duduk di sofa tersebut.
Sekretaris Geri duduk di samping tuan Devon sedangkan Yuki duduk di hadapan mereka berdua masih dengan memasang wajah yang kebingungan serta kedua alis yang dia naikkan ke atas. "Ekm...tuan sebenarnya apa yang mau kita bicarakan, apa ini tentang hutangku padamu yang masih banyak atau bagaimana? Masalahnya aku sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan hari ini." Tambah Yuki lagi merasa semakin cemas dan takut sendiri.
Dia tidak menduga jika ternyata tuan Devon malah memberikan tawaranenarik seperti ini kepadanya dan gadis itu pikir tuan Devon tengah gila dan stress, sebab bisa-bisanya memberikan tawaran yang sangat menguntungkan dirinya seperti ini.
__ADS_1
"HAH? Tuan apa kau tidak bercanda? Apa ini benar kau bisa menganggap semua hutangku padamu yang berpuluh-puluh juta itu menjadi lunas jika aku setuju dengan kesepakatan yang kau inginkan?" Tanya Yuki lagi kepada tuan Devon untuk meyakinkan lagi, karena baginya semua yang dikatakan oleh tuan Devon saat ini begitu sulit untuk diterima oleh akal sehatnya sendiri.
Sampai akhirnya tuan Devon mengangguk pelan sambil tersenyum lebar kepadanya dan langsung saja Yuki menyetujuinya kesepakatan tersebut begitu saja tanpa dia bertanya lagi apa yang sebenarnya telah dia sepakati dengan tuan Devon kala itu, yang ada dia malah langsung berjabat tangan dan menyetujui semuanya sekaligus tanpa rasa ragu sedikitpun. "Iya ini semua benar, jadi apa kau setuju dengan tawaranku ini?" Balas tuan Devon dengan sengaja terus memancing Yuki lagi dan lagi.
"Tentu, aku setuju!" Tegas Yuki sambil langsung tersenyum lebar dan menerima jabat tangan dari tuan Devon dengan penuh rasa bahagia karena dia pikir mulai saat ini dirinya tidak akan lagi terjebak hutang oleh tuan Devon dan bisa membebaskan diri dari kantor tersebut secepatnya. Dengan sama sekali tidak perduli atas apa yang akan menghadapi dia kedepannya dan apa yang sebenarnya akan dia lakukan dengan menyetujui semua itu.
__ADS_1