Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Bercerita Pada Geri


__ADS_3

Mau tidak mau dia pun harus tetap pergi untuk mencari sekretaris Geri sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tuan Devon saat ini, walau rasanya dia sangat malas tetapi mau bagaimana lagi, seorang Yuki tidak akan bisa melawan perintah dari tuan Devon yang sangat berkuasa di negara ini, dibandingkan dirinya, dia hanyalah semut kecil dan serpihan kaca yang tak nampak sedikit pun di matanya.


"Aarrkkk benar-benar manusia sialan, sangat menjengkelkan! Bagaimana bisa dia menunjuk-nunjuk aku seperti ini dan malah terus saja menyuruhku tanpa henti, memangnya dia pikir dia itu siapa? Aishh apa dia pikir ragaku saja harus dia yang mengaturnya? Manusia menjengkelkan!" Gerutu Yuki terus saja mengepalkan kedua tangannya sangat kuat dan dia terus merutuki tuan Devon tanpa henti.


Dia tidak bisa diam saja seperti ini, gadis muda itu merasa dirinya harus bisa melawan tuan Devon dan tidak membiarkan seseorang seperti tuan Devon terus saja santai apalagi setiap kali memberikan perintah kepada dirinya dengan seenaknya.


"Oke. Aku tidak bisa diam saja, aku harus bisa mengakali manusia licik itu." Tambah Yuki bicara sendiri dengan dirinya sambil terus berjalan dengan langkah yang besar menunjukkan ke ruangan sekretaris Geri.


Dia mengetuk pintu tersebut pelan, hingga mendengar ucapan dari dalam yang menyuruhnya masuk, barulah dia mendorong pintu tersebut dan segera menghadap ke arah sekretaris Geri dengan wajah yang sangat kusut, langsung duduk di depan kursi yang ada di hadapan meja kerja sekretaris Geri saat itu, membuat sang sekretaris merasa kebingungan sendiri ketika melihat ekspresi dari rekan kerja barunya tersebut.


"Eehh..ada apa kau datang kemari? Dengan wajah yang kusut pula." Tanya sekretaris Geri dan mengesampingkan pekerjaannya dahulu saat itu.

__ADS_1


"Apa lagi kalau bukan perintah dari tuan Devon, aah aku sangat kesal sekali dengannya, lihat ini, semua pakaianku dia bilang sangat jelek dan tidak layak, dia bahkan berkata aku sangat menjijikan untuk dia lihat, memangnya dia pikir aku ini apa, aishh..aku begini juga karena ulahnya, kau tahu dia menyuruh aku membersihkan gudang yang sudah lama terbengkalai dan banyak sekali tumpukan debu yang ada di sana, ditambah kau tahu dia menyuruh aku untuk menata semua berkasnya, sekarang dia menyuruh aku untuk mengganti pakaianku saat ini, bukankah itu menyebalkan bukan?" Ucap gadis muda itu dengan wajah yang sangat kesal dibuatnya.


Sementara sekretaris Geri hanya bisa menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan rapat menggunakan kedua tangannya saat itu, dia tidak ingin menyinggung perasaan Yuki, tetapi dia juga lama kelamaan tidak bisa menahan dirinya sendiri, sehingga tawa menggelegar keluar dari mulutnya seketika.


"Uahhahaha...ya ampun kau ini bisa saja, lagian kenapa pula kau harus marah sampai menggerutu sekeras ini, hanya karena masalah sepele seperti ini? Sudahlah kau hanya perlu mengganti pakaian bukan, ayo ikut aku, aku tahu apa yang disukai tuan Devon, supaya kau tidak kena semprot olehnya lagi." Ucap sekretaris Geri sambil langsung menarik tangannya dan membawa dia pergi keluar dari ruangan tersebut.


Yuki merasa sangat kesal dan emosi dibuatnya, dia terus saja cemberut sangat kesal dan terus saja berusaha untuk berontak berusaha untuk melepaskan diri dari sekretaris Geri saat itu. "Eh....eh..ehh..hei, kau mau membawaku kemana, hei lepaskan tanganku!" Bentak dia sangat kencang saat itu.


"Geri kau ini apa-apaan sih, sebenarnya kau mau membawa aku kemana, dan lepaskan tanganku, aku kan bisa berjalan sendiri kenapa kau terus menarik tanganku sangat kuat." Bentak Yuki sambil menghempaskan tangannya dan terus saja menatap tajam ke arah Yuki saat itu.


Dia terus saja membuat sekretaris Geri yang tadinya sangat berani untuk menarik tangan Yuki, kini dia justru malah menjadi takut hingga menelan salivanya dengan susah payah, dia pun segera saja berhenti segera dan melepaskan tangan Yuki dengan cepat karena dia terlanjur sudah takut lebih dulu saat mendapatkan tatapan dari Yuki yang begitu tajam. "Aishh.. sudahlah jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, kita kan partner kerja, jadi santai saja lah, aku kan hanya mau membawamu ke toko baju, kenapa kau harus memberikan aku tatapan tajam seperti itu?" Balas dia kepada Yuki saat itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya Yuki pun mulai menghembuskan nafas kasar sambil segera saja dia memalingkan pandangannya dari sekretaris Geri untuk menghilangkan emosi di dalam dirinya saat itu. "Ya sudah, kali ini aku memaafkanmu, tapi awas saja ya jika kau berani menarik tanganku lagi dan menyeret aku sekuat tadi? Aku patahkan kakimu!" Ancam Yuki sangat kencang saat itu, dan terus saja menatapnya begitu tajam.


"Iya..iya, kenapa kau galak sekali, sih, kalau kau memang berani sana lawan tuan Devon saja, jangan padaku, bagaimana sih." Balas sekretaris Geri sambil segera menyalakan mobilnya dengan perlahan, lalu segera pergi ke salah satu toko baju yang berada dekat di sekitaran sana.


Setelah itu Yuki juga sudah tidak banyak bicara lagi, dia hanya bisa menuruti sekretaris Geri, hingga dia tiba di salah satu toko baju dan sekretaris Geri terus saja memilihkan beberapa pakaian yang ada di sana lalu memberikannya kepada Yuki, menyuruh Yuki untuk segera mencobanya satu per satu, namun sayangnya tentu saja menyuruh Yuki seperti itu tidak akan mudah, karena Yuki tidak mau mencoba pakaian pendek dengan rok ketat seperti yang baru saja diberikan oleh sekretaris Geri kepadanya.


"Hei, ini cepat ganti sana." Ucap sekretaris Geri sambil terus memberikan beberapa setel pasangan ke depan Yuki yang mulai menatap, mengerutkan kedua alisnya cukup kuat saat itu, membuat sekretaris Geri geram dibuatnya.


Dia pun terus saja menaruhnya ke tangan Yuki dengan paksa sambil terus mendorong tubuhnya lagi dengan paksa untuk masuk ke dalam ruang ganti, dia sudah tidak perduli lagi sekalipun, Yuki berteriak dan berontak dengan sangat kencang saat itu.


"Aishh untuk apa kau mendorongku, lagi pula aku tidak mau memakai pakaian seperti ini, hei ayo lepaskan aku, Geri kau beraninya padaku ya?" Teriak Yuki sangat kencang dan dia terus saja berusaha untuk berontak saat itu.

__ADS_1


"Aku sudah tidak takut lagi denganmu, daripada padamu, aku lebih takut dengan tuan Devon, jadi cepat ganti pakaian yang itu dan aku akan menilainya nanti, sana cepat pergi." Ucap sekretaris Geri terus mendorong tubuhnya dengan kencang sampai membuat Yuki terpaksa masuk ke dalam ruang ganti dan terus saja mencoba pakaian itu dengan terpaksa.


__ADS_2