Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Harus Mengganti Rugi


__ADS_3

Yuki tidak mau menyerah, dia terus saja semakin mempererat pegangannya pada kaki tuan Devon, bahkan disaat tuan Devon terus berusaha menendangnya dan melepaskan tangan Yuki, tetap saja Yuki tidak mau melepaskan, dia sungguh tidak memiliki apapun lagi sekarang ini, selain sudah tidak punya keluarga dan harta, dia bahkan telah merendahkan harga dirinya di depan pria yang sangat menyebalkan itu, jadi tidak mungkin baginya jika dia harus menyerah di tengah-tengah perjuangannya seperti ini.


Sampai akhirnya tuan Devon merasa sangat geram sekali, sebab Yuki sulit untuk dia singkirkan dan beberapa orang sudah mulai mengerumuni dia, menatap dengan tatapan aneh bahkan sampai ada beberapa yang mulai mengeluarkan kamera dan mulai merekam tindakannya tersebut, sehingga manager Yopi mulai berbicara kepadanya untuk membujuk tuan Devon dan membantu Yuki.


"Tuan apa tidak sebaiknya anda memberikan kesempatan bagi Yuki, kasihan sekali anak ini, dia sungguh sebatang kara dan harus menghidupi dirinya sendiri yang penuh kekurangan, tidak akan ada gunanya juga bagi anda memenjarakan gadis yang tidak memiliki apapun di dunia ini sepertinya, tapi yang ada nanti bisa saja rumor jelek akan menerpa diri anda dan mereka akan mengira anda sebagai orang yang jahat, jadi tolong dipertimbangkan tuan Devon." Ucap manager Yopi sengaja mulai menghasutnya.


Tuan Devon semakin mengerutkan kedua alisnya dan dia menunduk menatap ke arah Yuki yang masih saja memeluk salah satu kakinya dengan begitu erat dan bersimpuh di lantai, sambil tersenyum kepadanya dan terus memasang wajah meyedihkan.


Sampai akhirnya tuan Devon sungguh tidak memiliki pilihan lain lagi dan dia langsung menyuruh Yuki untuk segera bangkit dan mengakhiri akting tersebut yang sangat membuat dirinya muak.


"Aishh.. baiklah aku tidak akan memenjarakanmu, cepat kau bangkit dan berhenti berpura-pura memasang wajah jelek mu itu!" Bentak tuan Devon dengan kencang.


Yuki langsung saja merasa sangat senang dan dengan segera dia langsung bangkit berdiri sambil memegangi tangan tuan Devon dan terus berterimakasih kepadanya tanpa henti.

__ADS_1


"Ah, benarkah? Huaaa terima kasih banyak tuan, kau benar-benar manusia yang sangat baik dan murah hati, aku sangat beruntung bertemu denganmu, sungguh aku berterima kasih sekali atas kemurahan hatimu yang mau memaafkan aku dan melepaskan aku seperti ini." Ucap Yuki terus saja memujinya dengan sengaja dan sedikit berlebihan.


Sampai membuat manager Yopi terperangah melihat kelakuan Yuki yang berterima kasih sangat berlebihan kepada tuan Devon, sementara tidak melakukan hal yang sama terhadap dirinya yang sudah berperan lebih besar dalam membantu dia untuk mendapatkan maaf dan ampunan dari tuan Devon sendiri sejak awal.


"CK.. anak ini memang sangat pandai menjilat, dasar, awas saja kau!" Batin manager Yopi saat itu dengan matanya yang menatap sinis kepada Yuki.


Pada awalnya Yuki berpikir jika dia memuji tuan Devon seperti itu maka dia juga akan diberikan sedikit kemudahan untuk mendapatkan kembali pekerjaannya yang hilang atau sedikit di ringankan dalam membayar ganti rugi pada mobil tuan Devon namun sayangnya semua yang dia duga adalah kesalahan besar dalam pikirannya sendiri, sebab tuan Devon tetaplah tidak dapat dia bujuk dengan begitu mudah.


"CK... Apa kau pikir aku akan termakan dengan pujianmu itu, orang sepertiku tidak perlu kau puji pun, aku sudah tahu jika aku sangat luar biasa, baik hati dan tidak sombong, jadi kau tidak perlu memberitahukan aku lagi dengan memberi pujian murah seperti itu!" Balas tuan Devon yang justru sangat diluar dugaan Yuki saat itu.


Membuat manager Yopi sudah menggelengkan kepala cukup kuat sejak tadi, karena dia merasa apa yang dilakukan Yuki suda benar-benar di luar nalarnya dan dia sendiri tidak dapat menghentikan Yuki saat itu.


"Astaga, anak ini mau cari mati apa bagaimana sih? Sudah diberi hati dia malah minta jantung, astaga... bagaimana lagi caraku untuk membantunya dan menyadarkan anak ini." Batin manager Yopi yang sudah sangat kelimpungan dalam menghadapi Yuki.

__ADS_1


Sedangkan Yuki sendiri justru malah terus saja menatap polos dan begitu tidak sabar untuk mendefinisikan jawaban dari tuan Devon, dia masih sangat percaya diri bahwa tuan Devon akan mendengarkannya dan dia dapat membujuk tuan Devon sama seperti apa yang dilakukan oleh manager Yopi sebelumnya hingga berhasil mengubah keputusan dari tuan Devon atas dirinya.


"Hah, jangan harap aku akan membebaskan mu dengan begitu mudah, kau pikir aku orang bodoh yang bisa termakan dengan rayuan konyol seperti itu? Tidak. Aku sama sekali tidak akan membiarkanmu kembali bekerja pada pekerjaanmu yang dulu dan satu lagi, jangan harap aku akan meringankan hutangmu, kau harus tetap bertanggung jawab dengan apa yang sudah kau perbuat, ganti rugi untuk biaya mobilku adalah lima puluh juta! Dan kau tetap harus membayarnya, selain bannya yang rusak tetapi ada bagian mobilku yang juga lecet karena ulahmu! Semua itu sudah termasuk biaya ganti dua ban mobilku dan biaya service keseluruhannya." Bentak tuan Devon membuat Yuki langsung terperangah lebar dan dia hampir saja pingsan saat mendengar jumlah uang yang sangat besar tersebut.


"APA? Li...Li..lima puluh juta? Huaa... Manager Yopi uang darimana aku sebanyak itu, aku tidak akan bisa melunasinya bahkan jika aku sampai tua bekerja di minimarket miliknya, aku harus bagaimana hiks..hiks..hiks.." ucap Yuki terus saja mengeluh dan mulai kembali mendekati manager Yuki di sampingnya saat itu.


"Aish...kau ini, sudah susah saja, baru ingat padaku lagi, aku tidak mau ikut campur dengan masalahmu lagi, sudah lepaskan tanganku, aku mau kerja. Jangan ganggu aku!" Ucap manager Yopi yang sudah angkat tangan dan tidak mau ikut campur lagi dengan urusan Yuki saat itu, karena dia mendapatkan tatapan mata tajam dari tuan Devon yang tidak bisa dia hindari atau dia abaikan.


Meski Yuki terus menarik tangannya dan mencoba menahan dia, tetap saja manager Yopi sudah tidak bisa membantu apapun atas dirinya dan tetap pergi dari sana dengan sangat cepat, sedangkan Yuki masih belum selesai dengan tuan Devon.


"Manager Yopi kau mau kemana, apa kau sungguh mau meninggalkan aku dalam keadaan terjepit seperti ini? Manager Yopi, hei.... Manager?" Teriak Yuki yang terus saja diabaikan oleh sang manager yang masuk ke dalam gedung kantornya.


"Aish... benar-benar manusia kejam, aku menyesal pernah memujinya dan aku sebenarnya sangat sial bertemu dengan dia hiks..hiks.." Batin Yuki saat itu.

__ADS_1


Hingga suara deheman dari tuan Devon langsung saja membuat Yuki kembali merinding dan dia segera menoleh ke belakang dimana disana masih ada tuan Devon yang berdiri di samping mobilnya dengan kedua tangan yang dia lipatkan di depan dadanya.


__ADS_2