
Padahal saat itu sebenarnya tuan Devon juga merasakan perbedaan yang sangat jauh, dia juga senang ketika melihat Yuki sudah sesuai dengan kriteria yang dia inginkan, namun dia bicara seperti itu karena dia tahu bahwa Yuki tidak akan merasa nyaman dengan penampilan seperti itu dan dia hanya tidak mau merubah seseorang untuk sesuatu dengan kriteria dirinya secara paksa seperti ini, makanya dia terus menutupi dirinya dengan memasang wajah datar dan tatapan mata yang tajam seperti biasanya.
Apalagi Yuki terlihat jelas bahwa dia memang sangat tidak menyukai pakaian tersebut, dia terus aja menyingkapkan bagian tangannya yang terlihat sangat menyulitkan bagi dirinya karena terus turun ke bawah lagi dan lagi, sampai akhirnya Yuki pun menggulung lengan bajunya sangat tinggi sampai ke sikut, apalagi dengan rok yang dia kenakan, Yuki sudah berkali-kali berusaha untuk menurunkan rok tersebut pada lututnya karena dia merasa rok itu terlalu pendek bagi dirinya dan sangat ketat, membuat dia merasa sangat tidak leluasa.
Apalagi dengan sepatu yang dia kenakan, itu membuat kakinya sakit dan lecet jika lama kelamaan mengenakan sepatu tersebut terus menerus.
Wajah Yuki sudah kembali ditekuk sangat kesal dan dia segera saja memberikan berkas itu kepada tuan Devon, lalu tuan Devon juga segera mengajak Yuki untuk pergi bersama dengan dia juga sekretaris Geri dalam menghadiri meeting penting dengan salah satu mitra kerjanya saat ini juga, mereka pergi bersama ke tempat yang sudah di booking oleh sekretaris Geri sebelumnya, sejak awal datang ke tempat tersebut Yuki sama sekali tidak banyak bicara, dia hanya melakukan semua yang diperintahkan oleh tuan Devon kepada dirinya, mulai dari harus membukakan dia pintu setiap kali keluar atau masuk ke dalam mobil, mendorongkan kursi untuknya duduk dan membersihkan mejanya terlebih dahulu sebelum tuan Devon duduk disana, Yuki juga masih harus membawa tas kerja milik tuan Devon dan dia terus berdiri di samping tuan Devon bersama dengan sekretaris Geri saat itu, sampai tuan Devon sudah memberikan izin pada mereka untuk duduk barulah mereka berdua bisa duduk, tapi sialnya tuan Devon hanya mempersiapkan sekretaris Geri saja, tetapi tidak dengan dirinya yang sedari tadi sudah menjadi orang pertama yang banyak geraknya dibandingkan dengan sekretaris Geri yang hanya berjalan santai di belakangnya.
"Ayo duduk Geri." Ucap tuan Devon kepadanya.
Yuki pikir saat itu dia juga bisa duduk karena tuan Devon sudah mempersiapkan sekretaris Geri untuk duduk, dia langsung mendorong salah satu kursi di samping sekretaris Geri untuk dirinya duduk tetapi tuan Devon langsung menghentikannya dengan cepat. "Eehh..ehh mau ngapain kau?" Ucapnya kepada Yuki.
"Tentu saja aku mau duduk tuan, habisnya mau apa lagi." Balas Yuki dengan percaya diri.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruhmu untuk duduk, kau tetap harus berdiri di sampingku dan pegang tas ku ini, enak saja tidak ada asisten yang duduk dengan bosnya, kau ini benar-benar, ayo cepat kembali ke tempatku, berdiri dengan tegak, jangan manja dan jangan memasang wajah cemberut seperti itu, sangat jelek!" Ucap tuan Devon membuat Yuki menghirup udara dengan kuat dan menahan emosinya saat itu.
"Huuhh..baik, aku akan terus berdiri, berdiri sampai kakiku patah karenamu." Balas Yuki sudah sangat jengkel dibuatnya.
Yuki kembali membenarkan posisi kursi yang sebelumnya ingin dia gunakan untuk duduk, kemudian dia kembali berdiri di samping tuan Devon sambil membawa tas kerja milik bosnya tersebut dan terus berdiri dengan sepatu yang mulai tidak nyaman untuk dia pakai, kaki bagian tumitnya terasa sangat sakit dan mungkin sudah mulai lecet saat ini, tapi walaupun begitu Yuki sama sekali tidak mengeluh, selama meeting tersebut berlangsung hingga selesai Yuki benar-benar terus berdiri, kakinya sudah sangat pegal dan dia sudah berkali-kali mengangkat salah satu kakinya bergantian untuk memperkuat pertahanan kakinya sendiri saat itu.
"Haduh, kenapa dia lama sekali sih, ini sudah satu 2 jam lebih, tidak mungkin aku harus terus berdiri sampai berjam-jam lagi dengan tidak bisa bergerak bebas seperti ini, apa dia pikir aku ini patung pajangan saja?" Batin Yuki yang sudah sangat tidak tahan saat itu.
Hingga tidak lama setelah beberapa menit berlalu pertemuan itu pun selesai juga, tuan Devon sudah bersalaman dengan mitra bisnisnya dan dia sudah bersiap untuk pulang, mereka bangkit berdiri tetapi Yuki langsung berjongkok di bawah sambil memegangi kakinya yang terasa semakin sakit dan ngilu, hingga dia merasa kesulitan untuk menggerakkannya saat itu.
Sedangkan Yuki sudah berusaha untuk bangkit berdiri dengan menggerutu kesal tetapi kakinya saat ini malah kram dan kesemutan sangat kuat sampai dia tidak bisa merasakan kakinya sendiri dan hampir saja jatuh karena dia masih memaksanya kakinya untuk melangkah dalam keadaan seperti itu.
Untung saja saat itu sekretaris Geri belum pergi, dia pun bisa membantu Yuki dan menahan tangan Yuki dengan sigap disaat Yuki hampir saja terjatuh, dan dia juga segera memapah Yuki dengan perlahan untuk membantunya berjalan menyusul tuan Devon yang sudah berjalan lebih dulu di depan mereka saat itu.
__ADS_1
"Ya ampun Yuki kau tidak apa-apa kan, ayo aku bantu kau berjalan, hati-hati." Ucap sekretaris Geri yang untungnya masih memiliki kemanusiaan kepada dirinya.
"Aahh...aku baik-baik saja ini paling hanya kram dan kesemutan biasa, kau sebaiknya berjalan lebih dulu, sebentar lagi manusia kejam itu pasti akan berteriak memanggilku dan meminta aku untuk membukakan pintu mobil untuknya.
Belum juga sekretaris Geri membalas ucapan dari Yuki, tuan Devon sudah berteriak keras memanggil Yuki sama persis dengan apa yang Yuki duga dan dia bicarakan beberapa detik yang lalu kepada sekretaris Geri.
"YUKI Dimana kau? Cepat buka pintu mobilku, aishh kau lelet sekali sih!" Teriak tua Devon sangat kencang dan membentak sangat keras.
"Kan, aku baru saja mengatakannya, sudah sana pergi aku bisa berjalan sendiri." Ucap Yuki menyuruh sekretaris Geri untuk pergi ke sana.
Terpaksa sekretaris Geri pun mengangguk dan melakukannya sesuai dengan apa yang Yuki pinta padanya, tapi disaat sekretaris Geri sudah membukakan pintu mobil untuk tuan Devon, dia langsung saja mengerutkan kedua alisnya sangat kuat karena merasa heran malah sekretaris Geri yang datang bukannya Yuki yang dia teriakkan.
"Eh, kenapa malah kau yang membukakannya? Dimana asistenku, aku kan menyuruh dia bukan dirimu." Ucap tuan Devon perotes saat itu.
__ADS_1
"Itu tuan, Yuki masih di belakang kakinya kram dan dia kesulitan untuk berjalan, bahkan dia hampir jatuh sebelumnya, saya sudah membantunya, tetapi karena tuan berteriak memanggil dia, akhirnya Yuki menyuruh saya untuk membantunya membukakan pintu untukmu karena dia masih berjalan pelan disana." Ucap sekretaris Geri mengatakan yang sebenarnya.