Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Di Rumah Sakit


__ADS_3

Akhirnya Yuki pun diam juga hingga dia telah sampai di rumah sakit dan dokter pun memberikan obat pereda nyeri sekaligus untuk menyembuhkan alerginya tersebut, selain itu dokter juga memperhatikan Yuki untuk tidak coba-coba memakan ataupun meminum sesuatu yang pedas, karena itu akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dia termasuk bagi alergi yang dia derita tersebut.


Tuan Devon yang juga ada di dalam ruangan itu, dia hanya bisa merasa bersalah karena sebelumnya malah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yuki kepada dirinya, padahal sejak awal Yuki sudah berteriak kencang dan menyuruhnya untuk menghentikan tingkah pemaksaan yang dia lakukan kepada Yuki untuk meneguk minuman pedas itu sebelumnya, tetapi memang tuan Devon sendiri yang terus memberikan susu pedas itu sebagai balasan kekesalannya kepada Yuki yang sudah berani untuk mengerjai dirinya.


Sepulang dari rumah sakit, Yuki tetap berterima kasih kepada tuan Devon karena bagaimana pun berkat tuan Devon yang mau membawanya ke rumah sakit dia jadi tidak perlu menghabiskan sisa uangnya yang tidak seberapa itu untuk membeli obat dan kali ini tuan Devon juga sama sekali tidak memasukan biaya pembayaran obat tersebut sebagai hutang baginya yang harus dia bayar ketika gajian nanti, meski pada awalnya Yuki juga sangat cemas tentang biayanya tersebut, karena tuan Devon malah membawa dia ke rumah sakit yang besar dan memiliki biaya yang mahal.

__ADS_1


"Eumm..tuan boleh saya bertanya sesuatu kepadamu?" Tanya Yuki dengan pelan kepada tuan Devon saat mereka berada di dalam mobil saat itu.


"Tanyakan apa?" Balas tuan Devon dengan kedua alis yang dia kerutkan dengan kuat dan terlihat mulai penasaran di buatnya.


"Begini tuan, apa biaya obat ini akan dimasukkan ke dalam hutangku juga?" Tanya wanita yang baru menginjak usia 20 tahun itu, dengan wajahnya yang merasa cemas dan otaknya yang masih saja mampu memikirkan masalah keuangannya di bandingkan dengan kesehatan juga kesembuhan dirinya sendiri saat itu.

__ADS_1


Terus saja gadis 20 tahun itu tersenyum lebar dan dia merasa begitu senang, dia bahkan sudah tidak memperdulikan lagi bibirnya yang bengkak dan merah seperti kepiting rebut tersebut, baginya selama masih ada uang dan gajinya bisa di selamatkan itu sudah jauh lebih dari cukup untuk Yuki merasa senang dan tenang.


Sampai tuan Devon mulai merasa aneh ketika melihat wajah Yuki dari sudut sampai matanya yang terlihat terus tertawa dengan memeluk obat resep dari dokter untuknya tersebut.


"Hei, kenapa kau tersenyum terus seperti itu?" tanya tuan Devon kepadanya.

__ADS_1


"Ehehe...tidak ada apapun, aku hanya merasa sangat senang saja, terimakasih atas kebaikanmu sudah mau membayarkan obat-obatan ini." Balas Yuki sambil terus saja merasa senang.


Tuan Devon hanya bisa menggelengkan kepalanya karena merasa tidak mengerti dengan kelakuan wanita di sampingnya tersebut.


__ADS_2