
Yuki benar-benar tidak mau lagi mendengarkan ucapan dari tuan Devon bahkan disaat pria itu terus berteriak memanggilnya dia sama sekali tidak ingin mendengarkannya lagi, sehingga gadis 20 tahun itu terus berjalan masuk ke dalam rumah sewaan miliknya, sedangkan disisi lain tuan Devon yang sudah merasa kesal dia pun langsung membelokkan mobilnya dengan segera dan meninggalkan tempat itu secepatnya, dengan emosi yang menggebu tuan Devon terus menggerutu kesal di sepanjang jalan hingga dia tiba di kediaman dan masih saja tidak berhenti menggerutu untuk melampiaskan kekesalan dalam dirinya terhadap Yuki saat itu.
"Aishh benar-benar gadis tidak tahu terimakasih, aku menyesal sudah menurunkan gengsi dan harga diriku kepada orang sepertinya, mana bisa dia malah memperlakukan orang yang sudah berusaha untuk menghiburnya dengan cara seperti ini, apa dia pikir aku ini pria apaan?" Gerutu tuan Devon yang tiada habisnya, sampai tidak lama kemudian munculah sekretaris Geri ke rumah tuan Devon untuk memberikan beberapa berkas yang harus di periksa secara langsung oleh tuan Devon termasuk melaporkan hasil dari meeting yang mereka sepakati disaat tuan Devon tidak bisa hadir saat itu.
Tapi disaat sekretaris Geri baru saja mengetuk pintu ruangan kerja tuan Devon dia malah langsung mendapatkan semprotan keras dari bosnya tersebut, sampai sekretaris Geri hampir saja terkena lempara sebuah pas bunga plastik yang di lemparkan oleh tuan Devon sembarangan ke arah depan saat itu. Untung saja sekretaris Geri masih sempat untuk menghindar jadi dia bisa membuat dirinya tetap aman walaupun setelahnya langsung harus mengelus dada dengan lembut dan mengeluarkan nafas yang cukup lega saat itu.
"Aahhh...hah...tuan, ada apa denganmu?" Tanya sekretaris Geri dengan wajahnya yang kebingungan dan terus merasa aneh dengan tingkah berbeda tuannya itu, sudahlah dia hari ini harus menghadapi klien yang sulit untuk menandatangi kontrak kerjasama, ditambah sekarang malah di hadapkan oleh tingkah tuan Devon yang tiba-tiba saja berubah drastis seperti ini dan malah nampak begitu kejam menatap ke arahnya, padahal saat ini sekretaris Geri hanya bertanya saja dengan dia.
"Tuan kau...kau baik-baik saja bukan? Kenapa wajahmu semakin di tekuk dan malah menatapku setajam itu, apa aku melakukan kesalahan?" Tanya sekretaris Geri yang malah takut dirinya akan disemprot oleh tuan Devon, namun bukannya menjawab pertanyaan dari Geri tuan Devon malah langsung saja menepuk meja kerjanya sangat kencang hingga kembali membuat sekretaris Geri terperanjat kaget oleh tindakannya itu.
"Brak!" Suara tepukan ke meja kerja yang dilakukan oleh tuan Devon saat itu. Sekretaris Geri langsung terperanjat kaget dibuatnya dan langsung saja berjalan mundur untuk menjaga jarak aman dengan bos besar yang tengah menjadi aneh tersebut.
"Bo..bos apa kau salah makan sebelumnya, kalau ada yang membuat kau kesal sebaiknya ceritakan saja daripada kau membuat aku bingung seperti saat ini." Ucap sekretaris Geri yang langsung mendapatkan tatapan maut dari sang bos besarnya itu.
Tuan Devon langsung menoleh ke arah sekretaris Geri dan menunjuk rekan kerjanya yang paling dia percayai itu untuk duduk di kursi yang ada di depan mejanya.
"Geri kemari duduk kau disini aku akan bertanya sesuatu yang begitu serius denganmu." Ucap tuan Devon membuat sekretaris Geri merasa cemas dan takut sendiri.
Wajah sekretaris Geri bahkan sudah terlihat sangat jelas bahwa dia merasa panik dan begitu tegang, bahkan saat hendak duduk di kursi hitam yang ada di depan meja kerja tuannya, sekretaris Geri terlihat bergetar kuat dan dia menelan salivanya sendiri susah payah, duduk dengan kedua tangan yang dia simpan di atas pahanya dan sorot mata yang begitu ragu untuk menatap ke arah tuan Devon sendiri kala itu.
"Jadi apa yang mau anda tanyakan denganku tuan?" Tanya sekretaris Geri bertanya dengan wajah yang cukup serius saat itu dan dia juga menatap tuan Devon dengan tatapan menyelidik hingga membuka matanya sangat lebar termasuk menaikkan kedua alisnya sangat tinggi, bersikap layaknya pendengar yang baik, seakan-akan dia bersedia untuk mendengarkan semua hal yang ingin dibicarakan atau pun ditanya oleh tuannya kepada dia saat itu.
"Begini Geri aku ingin tanya tentang perihal temanku." Ucap tuan Devon dengan raut wajah yang begitu serius, lalu di tanggapi lagi oleh sekretaris Geri hanya dengan sebuah anggukan pelan dan matanya yang terus saja terbuka sangat lebar saking penasarannya untuk mendengar apa yang akan dibicarakan oleh tuannya tersebut.
__ADS_1
Suasana di dalam ruang kerja itu menjadi semakin mencekam dan sangat serius sekali hingga tiba-tiba saja tuan Devon memulai ceritanya dan bertanya kepada sekretaris Geri yang dia sebut sebagai cerita temannya tersebut.
"Temanku bercerita kepadaku bahwa dia menyukai seorang gadis keras kepala setengah tomboi tetapi memiliki pacar, temanku itu sangat tampan sekali, wajahnya bagaikan pangeran di negeri dongen dan dia penguasa, sangat kaya raya, apapun yang dia inginkan akan dengan mudah dia dapatkan, tapi hanya untuk mendapatkan perhatian dari gadis yang dia sukai secara diam-diam yang sulit untuk dia taklukkan, pertanyaanku menurutmu apa yang bisa membuat gadis seperti itu dekat dengan temanku?" Ucap tuan Devon menceritakan apa yang dia alami dengan kebohongan bahwa apa yang dia katakan saat itu adalah cerita dari temannya bukan yang dia alami sendiri.
Tetapi walau pun tuan Devon sudah berbohong dan menyembunyikan kebenarannya dengan seperti itu, tetap saja sekretaris Geri mengetahui kebenarannya, bahwa semua itu sebenarnya adalah kisah yang dialami oleh tuan Devon sendiri bukan temannya itu.
"Ekm..tuan apa kau yakin ada temanmu yang bercerita tentang percintaan kepadamu seperti itu? Memangnya temanmu yang mana yang berani membicarakan hal itu ke padaku, bukankah waktumu sangat berharga dan kau bilang tidak ada yang boleh di sia-siakan apalagi waktu adalah uang untukmu." Ucap sekretaris Geri kepadanya sengaja untuk menguji tuan Devon dan ingin untuk menjebaknya saat itu.
Tuan Devon langsung menjadi gugup dan dia terlihat kelimpungan sendiri, bingung ingin melakukan apa dan tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan dari sekretaris Geri saat itu, yang terkesan menekan dirinya sendiri.
"AA..AA..ahh..iya itu memang dari temanku, tapi dia bilang aku tidak boleh menceritakan semuanya kepada orang lain dan dia meminta aku memberikan pendapat dan saran terbaik agar dia bisa mendapatkan solusi untuk permasalahan cintanya tersebut, tapi sayangnya kau sendiri kan tahu aku bukan orang seperti itu, bahkan aku tidak pernah menyukai wanita manapun selama ini jadi ya aku mana tahu harus bagaimana, jadi aku meminta pendapat dan saran darimu untuk aku sampaikan nantinya kepada temanku itu, dan kau juga tidak perlulah tau siapa dia, nanti dia yang ada akan kesal kepadaku karena aku tidak bisa menjaga rahasia pentingnya itu." Balas tuan Devon yang masih saja pandai untuk berbohong serta menutupi semua kebenarannya, padahal saat itu jelas sekali, bahkan tuan Devon sangat gugup bahkan kakinya saja bergetar tiada henti sembari mengetuk meja kerja itu dengan jari telunjuknya sendiri.
Sekretaris Geri masih saja mencurigainya, walau dia sudah merasa aneh dan sangat janggal sejak awal, tetapi dia baru berani menanyakannya secara langsung kepada orang yang bersangkutan atau pun tuan Devonnya sendiri untuk memastikan apa semua itu sungguh kejujuran ataupun hanya alasan dari tuan Devon nya sendiri.
"Tuan aku rasa saat ini kau seperti menceritakan hubunganmu dengan Yuki deh, bukannya cerita temanmu itu." Ucap sekretaris Geri yang langsung membuat tuan Devon kaget, dia bukan kaget karena apapun tapi dia hanya kaget saat mendengar ternyata sudah ada orang yang tahu, walaupun hanya dalam konteks bercanda, caranya juga tidak seperti itu, untunglah saat sekretaris Geri membicarakan hal itu tuan Devon tidak langsung marah ataupun melakukan hal apapun yang bisa mencelakakan sekretaris Geri, lagi pula disana kan juga tidak ada siapapun dan hanya ada tuan Devon dengan dirinya saja, oleh karena itu sekretaris Geri pun berani menanyakannya lagi kepada tuan Devon.
"HAH? Hahaha...kau ini bicara apa sih, mana mungkin ini kisahku, apalagi yang kau katakan aku mengejar si Yuki itua? Haha yang benar saja untuk apa mengejar gadis menyebalkan sepertinya, lagi pula aku kan sama sekali tidak menyukainya untuk apa aku perduli pada dia." Balas tuan Devon terus saja bicara dengan keras dan memalingkan tatapannya ke arah lain dengan cepat.
Sekretaris Geri terus saja menatap dengan wajah yang lekat dan terus saja dia menatapnya sangat tajam ke arah tuan Devon, merasa sangat curiga dan selalu saja tidak bisa percaya dengan semua yang dikatakan oleh tuan besarnya tadi, karena dia sangat yakin bahwa yang dikatakan oleh tuan Devon kepadanya barusan itu sama persis dengan tindakan yang selalu dilakukan oleh tuan Devon kepada Yuki selama ini ditambah ciri-ciri wanitanya sangat sama persis dengan Yuki.
"Tuan apa kau yakin itu adalah curhatan dari temanmu?" Tanya sekretaris Geri lagi.
"Ya iya memangnya siapa lagi, sudahlah kalau kau memang tidak percaya tidak ada gunanya lagi membahas masalah itu, ayo cepat kau mau apa kemari malam-malam begini mengganggu waktu istirahat ku saja." Ujar tuan Devon yang langsung memalingkan pembicaraan dengan pembahasan lain agar sekretaris Geri tidak semakin merasa curiga kepada dirinya.
__ADS_1
Sekretaris Geri juga mengerti bahwa raut wajah dan nada bicara bosnya sudah mulai berubah, jadi dia tidak mau mempermasalahkan hal itu lagi dan segera saja menuruti apa yang dikatakan oleh tuan Devon.
"Ahm...itu tuan, aku hanyabingin memberikan dokumen ini kepadamu sekaligus ingin memberitahu kepada kau bahwa aku sudah berhasil mendapatkan tanda tangan dari klien luar negeri kita, tetapi dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu denganmu juga istrimu juga, aku juga sudah mendapatkan banyak informasi tentang Mr. Jang tersebut, orang bilang dia selalu mengorek informasi dan karakter seorang pembisnis dari istrinya, mungkin saja nanti Mr. Jang itu akan bertanya-tanya tentangmu kepada istri anda, tapi kareyaku sudah mengatakan kepadanya bahwa kau masih lajang dia malah meminta aku untuk tetap memperkenalkan pacarmu, dia tidak percaya meski aku sudah bilang kau tidak punya pacar jadi terpaksa aku mengiyakannya." Ucap sekretaris Geri menjelaskannya semuanya.
Mendengar kabar itu tuan Devon langsung tersenyum senang dia merasa akan ada kesempatan yang dia miliki untuk mengajak Yuki ikut dengannya bertemu dengan klien tersebut.
Maka dari itu langsung saja tuan Devon menyetujuinya dengan cepat tanpa ada basa basi lain ataupun menolak, biasanya tuan Devon selalu tidak senang jika mendapatkan klien yang sangat rewel dan penuh persyaratan seperti ini dan bahkan biasanya tuan Devon justru malah akan merelakan kerja sama tersebut untuk tidak dia lakukan sama sekali dibandingkan harus membuat dia membawa kekasih menghadapnya, karena selama ini meski banyak wanita yang tergila-gila dan selalu mencari perhatian kepada dirinya, tuan Devon tidak pernah menanggapinya sedikitpun.
Dia selalu risih dengan wanita manapun yang selalu berusaha mendekati dia, karena tuan Devon tahu bahwa mereka semua hanya merasa penasaran dengan hidupnya atau bahkan hanya mencintai hartanya saja bukan menyukai dia dengan tulus layaknya seorang pasangan yang sesungguhnya.
"Oh.. baiklah kau tenang saja, Carikan saja aku pacar bohongan kita akan menghadapinya nanti, bagaimana pun Mr. Jang ini adalah klein yang memberikan banyak sekali manfaat untuk perusahaan kita, selain itu yang dia berikan cukup banyak juga kan?" Balas tuan Devon saat itu karena dia tidak ingin dianggap mengambil kesempatan oleh sekretaris Geri yang sudah menatap sinis dengan mengerutkan kedua aslinya sangat kuat saat itu.
"Tuan tunggu dulu, kenapa kau begitu bersemangat dan malah setuju untuk menerima tawaran dari Mr. Jang, dia itu kan orang yang sangat rewel dan bagaimana jika dia tahu kalau kau menggunakan cara penipuan seperti yang kau katakan tadi? Dia pasti akan memblack list perusahaan kita dari kerjasama perusahaan dia seumur hidup, ini dampak yang sangat besar nantinya." Ucap sekretaris Geri memberitahunya lagi untuk memperingati tuan Devon agar tidak membuat perusahaan rugi dan celaka di kemudian hari.
Tapi dengan cepat tuan Devon terus menjawabnya dengan cepat, bahwa dia bisa menangani semua itu dengan caranya sendiri.
"Tenang saja aku bisa menangani semua ini, kau panggil saja Yuki besok, aku akan menentukan semuanya dengan sangat baik, dan aku yakin gadis itu tidak akan menolak rencana yang sudah aku siapkan." Ucap tuan Devon yang sudah memikirkan rencana sangat bagus untuk ke depannya saat itu.
Karena tuan Devon sendiri yang sudah menyetujuinya seperti itu dan dia bersedia untuk melakukannya, sekretaris Geri pun tidak bisa bicara apapun, dia hanya bisa melaksanakan apa yang di inginkan oleh tuannya tersebut, termasuk juga dengan membantu bosnya itu agar bisa melakukan rencana yang ada supaya berhasil nantinya.
Setelah memutuskan hal tersebut sekretaris Geri pun segera pergi dari sana secepatnya, karena dia tidak mau berlama-lama lagi di ruangan tuan Devon dalam kondisi suasana yang tidak jelas seperti ini.
Sekretaris Geri segera berpamitan dan terus saja pergi dari sana secepatnya.
__ADS_1
"Baiklah tuan jika itu sudah menjadi keputusan anda, saya hanya bisa menjalankan semua yang anda perintahkan saja, permisi tuan." Ucap sekretaris Geri saat itu.
Tuan Devon mengangguk cepat dan langsung saja sekretaris Geri berjalan meninggalkan ruangan tersebut, setelah sekretaris Geri pergi barulah tuan Devon dapat menunjukkan wajah dia yang sebenarnya sangat senang karena bisa mendapatkan kesempatan untuk dekat dan mendekati Yuki tanpa harus menghilangkan gengsinya itu.