Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Kabar Gaji Pertama


__ADS_3

Dengan emosi yang menggebu Yuki langsung menyuruh sekretaris Geri menyingkir begitu pula pada beberapa penjaga disana yang membantu membereskan tempat tersebut.


"Sudah sekretaris Geri kau pergi saja, kalian juga, aku bisa membereskannya sendiri, terimakasih atas bantuannya." Ucap Yuki dengan wajah yang lesu dan datar.


Sekretaris Geri pun segera menyuruh semua orang untuk bubar tetapi dia masih mau membantu Yuki, menempatkan kursi di depan meja sekaligus menggeserkan beberapa lemari buku yang di jadikan tempat penghambat sebagian dinding di sana.


Tetapi dengan cepat Yuki menyuruh sekretaris Geri untuk pergi karena dia merasa sangat malu dan begitu tidak karuan saat itu.


"Sekretaris Geri kenapa kau masih disini, ayo sana pergi aku mau sendiri aku tidak ingin ada siapapun di dekatku sekarang." Ujar Yuki dengan sengaja mengusir sekretaris Geri saat itu.


"Untuk apa aku harus pergi, Yuki sudahlah aku mengerti kamu pasti sangat kecewa dan kesal sekali dengan tuan Devon, tapi kau tidak harus melampiaskannya denganku bukan?" Balas sekretaris Geri kepadanya saat itu.


Seketika Yuki langsung duduk di kursinya dan terus menaruh kepalanya itu diatas meja dengan lesu dan loyo, hembusan nafasnya yang terdengar begitu berat membuat sekretaris Geri merasa tidak tega dengannya, namun hari ini adalah berita sangat penting bagi Yuki yang menurut sekretaris Geri sudah pasti akan membuat Yuki merasa senang dan melupakan rasa kecewanya itu walau hanya sementara.

__ADS_1


"Huuhh... sekretaris Geri, kenapa sih tuan Devon sepertinya sangat membenciku, apa dia se dendam itu padaku karena aku merusak mobil dan buku kesayangannya itu? Kira-kira dimana aku bisa menemukan buku yang sama dengan yang dia punya sebelumnya?" Tanya Yuki membuat sekretaris Geri terperangah mendengarnya.


"Ahh? Yuki sepertinya buku kalimat bijak Mandarin itu sudah tidak di produksi lagi sekarang karena itu buku keluaran sangat lama, juga tidak banyak orang yang memilikinya sekarang, buku itu sudah menjadi barang antik yang sulit ditemukan, kecuali kalau kau pergi ke China langsung dan mencari di setiap perpustakaan mungkin kau bisa saja menemukan salah satu yang tersembunyi." Balas sekretaris Geri semakin membuat gadis tersebut tidak memiliki kesempatan lagi.


"Huaa...lalu aku harus bagaimana sekarang, tidak mungkin aku akan terus bekerja seperti ini dengan bosku sendiri, dia pasti akan semakin semena-mena denganku, hutangku padanya juga bukannya lunas malah semakin bertambah, huhu...aku mau mati saja kalau di lilit hutang begini, mana aku tidak merasakan uangnya lagi." Balas Yuki semakin merengek dan begitu pilu meratapi nasibnya sendiri yang dia rasa sangat sial juga tidak beruntung seperti kebanyakan orang pada umumnya.


Sekretaris Geri juga tidak bisa membantu apapun seandainya dia bisa mungkin dia sudah melakukannya sejak lama, tetapi memang mencari buku yang sama persis itu hampir mustahil untuk dilakukan oleh Yuki, terlebih Yuki ini tidak memiliki uang ataupun kenalan di luar negeri yang bisa membantunya mencari buku tersebut, jangankan Yuki tuan Devon sendiri saja masih kesulitan untuk menemukan buku original yang sama dengan yang dia baca sebelumnya, apalagi dengan Yuki yang tidak memiliki kekuasaan dan uang.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan lagi, nanti aku akan bantu kau menemukannya tapi aku tidak janji, buku itu terlalu sulit untuk ditemukan." Balas sekretaris Geri sambil mengelus kepala Yuki berusaha untuk menenangkannya.


"Benarkah? Kau sungguh mau membantu aku sekretaris Geri? Aahhh terimakasih banyak kau memang yang terbaik, jika tidak ada kau aku tidak tahu lagi harus menghadapi tuan Devon seperti apa." Balas Yuki begitu senang dengannya.


"Iya, tapi sekarang aku punya kabar baik untukmu, kau dengar ya, nanti sebelum kau pulang kau cek rekeningmu dahulu, karena hari ini adalah hari gajian semua karyawan, kau tidak akan miskin lagi mulai besok. Setidaknya untuk beberapa Minggu ke depan kau tidak harus makan mie instan dan nasi goreng lagi." Balas sekretaris Geri memberikan kabar yang sangat menyenangkan untuk di dengar oleh Yuki.

__ADS_1


Gadis dua puluh tahun itu bahkan sampai terperanjat mendengarnya dan dia semakin bersemangat untuk bekerja karena ini hari gajiannya, dia begitu senang sekali dan tidak karuan, sekretaris Geri juga segera pergi ke ruangannya lagi, sebab masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan, sedangkan Yuki mulai sibuk dengan beberapa pekerjaan yang harus dia periksa dari tuan Devon, semuanya cukup berjalan lancar hingga jam makan siang tiba dan tuan Devon mulai kembali berulah kepada Yuki.


Dia memanggil Yuki lewat panggilan telepon yang sengaja hanya di sambungkan pada mereka berdua saja, dia menyuruh Yuki untuk masuk ke ruangan dia dan menghadap dia saat itu juga, dengan wajah yang malas dan tidak mood Yuki pun memaksakan dirinya untuk tetap pergi ke ruangan tuan Devon dia menghadap di depannya dan tuan Devon menyuruh Yuki untuk membelikan dia makan siang di luar.


"Ada apa tuan?" Tanya Yuki dengan wajah kecutnya tersebut.


"Belikan aku makanan yang ada di daftar tersebut." Balas tuan Devon sambil memberikan secarik kertas dengan beberapa makanan yang dia tulis diatasnya.


Yuki mengambil kertas tersebut dan membacanya dengan teliti satu demi satu, hingga dia mulai meminta uang kepada tuan Devon.


"Baiklah, mana uangnya?" Tanya Yuki dengan wajah yang sama datarnya dari sebelumnya.


"Pakaian saja uangmu, kau kan punya hutang padaku." Balas tuan Devon membuat Yuki terbelalak lebar dibuatnya.

__ADS_1


Dia sangat kaget karena tidak mungkin dia bisa membeli banyak makanan seperti yang diminta oleh tuan Devon dengan uangnya yang saat ini hanya tersisa dua puluh ribu saja, karena kemarin dia tidak bekerja di pemungutan sampah.


"Tuan kau yang benar saja, mau memeras aku atau bagaimana, aku tidak punya uang jika kau tidak percaya tanyakan saja pada sekretaris mu dia tahu apa yang aku makan setiap kali jam istirahat dia juga tahu kesulitan ekonomi ku sejak lama, dan ini lihatlah aku tidak membawa apapun di dalam tasku semuanya hanya berisi keperluanmu jika sewaktu waktu kau meminta semua ini dariku, aku hanya membawa uang dua puluh ribu saja, ini pun untuk ongkos ku pulang, jadi mana bisa aku membelikan kau makanan yang jelas akan mahal dan banyak ini." Balas Yuki bicara tanpa henti dan langsung mengungkapkan semua kesulitan dalam hidupnya selama ini.


__ADS_2