
Yuki terus membereskan semua dokumen penting tersebut dengan sangat teliti dan begitu telaten, dia menyelesaikan nya dengan cepat dan langsung saja menghadap ke depan tuan Devon lagi untuk melaporkan bahwa tugas yang dia lakukan sudah selesai semuanya, bahkan tuan Devon sendiri merasa sangat kaget karena merasa heran saat tahu ternyata Yuki sudah menyelesaikannya lebih cepat dari dugaan dia sendiri.
"Aku sudah selesai tuan, apa lagi yang harus aku lakukan?" Ucapnya sambil meminta pekerjaan baru lagi kepada tuan Devon dan terus mengusap keringat yang bercucuran di dahinya saat itu, sedangkan tuan Devon sendiri hanya menatap dengan kedua mata yang terbuka sangat lebar saking kagetnya kala itu.
"Ehh... Kau sungguh sudah selesai ya? Bagaimana kau menyelesaikan semua pekerjaan sebanyak itu dengan cepat begini? Apa kau mengerjakannya dengan benar?" Tanya tuan Devon nampak begitu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yuki kepadanya.
"Tuan aku sungguh sudah menyelesaikan semuanya dengan sangat baik, jika kau tidak percaya silahkan lihat saja sendiri atau kau mau memeriksanya dengan lebih teliti, silahkan saja karena aku memang sudah mengerjakan semuanya dengan baik." Balas Yuki kepadanya.
Tuan Devon pun mulai bangkit berdiri dia menutup laptop miliknya dan segera saja berjalan ke belakang untuk memeriksa semua pekerjaan yang sudah dilakukan oleh Yuki sebelumnya, mulai dari memeriksa semua berkas sesuai dengan tanggal dan posisinya atau tidak juga sampai melihat isinya satu per satu dengan jeli hingga akhir setelah dia memeriksa sendiri, barulah dia mempercayai apa yang dikatakan oleh Yuki sebelumnya, sehingga dia segera kembali berbalik untuk menemui Yuki dan memperbolehkan dia pulang saat itu. "Kerjanya bagus juga, tidak aku sangka jika dia serius dia bisa secepat ini menyelesaikan pekerjaannya." Batin tuan Devon saat itu.
"Bagaimana, benarkan aku memang sudah mengerjakan semuanya dengan baik, mana mungkin juga aku mengerjakannya sembarangan." Ujar Yuki kepadanya yang langsung saja malah mendapatkan tatapan sinis dari tuan Devon saat itu.
__ADS_1
"Ekhm..oke, kali ini aku akui bahwa kau memang sangat bagus dalam pekerjaan kali ini, tapi ya hanya kali ini saja bagusnya yang sebelumnya sangat jelek dan sama sekali tidak bisa dianggap sebagai pekerjaan yang bagus, tapi karena pekerjaan kali ini sudah bisa kau selesaikan dengan tepat waktu, jadi kau bisa pulang sekarang." Ujarnya begitu saja membuat Yuki langsung merasa sangat senang dan dia terus saja membuka matanya dengan sangat lebar dan terus saja bersinar dengan terang.
"Ahh apa? Benarkah, jadi aku bisa pulang sekarang juga, apa kau tidak berbohong denganku?" Ucap Yuki yang langsung terlihat begitu antusias dengannya.
"Hm.." balas tuan Devon begitu saja tanpa banyak bicara lagi saat itu.
"Kau tidak bisa menarik kembali ucapanmu loh, aku pulang nih, benarkan aku bisa pulang sekarang?" Ucap Yuki yang terus saja menanyakannya lagi dan lagi untuk meyakinkan dirinya saat itu, hingga hal tersebut malah membuat tuan Devon merasa sangat kesal di buatnya, dia begitu emosi mendengar Yuki yang terus saja bertanya lagi dan lagi kepadanya saat itu, hanya bisa membuat dia merasa kesal dan semakin jengkel dibuatnya. Sehingga tuan Devon sekaligus saja membentaknya sangat kencang.
Membuat Yuki langsung menelan salivanya dengan susah payah dan dia pun segera pergi dengan cepat karena takut melihat ekspresi wajah tuan Devon yang sangat menyeramkan saat itu, ditambah dia juga takut tuan Devon akan berubah pikiran dengan keputusan yang sudah dia buat saat ini.
"Ah...iya iya aku akan pergi sekarang juga, emosian sekali sih, dasar manusia setengah api." Balas Yuki sedikit menggerutu pelan sambil terus berlenggang pergi dari sana dengan cepat.
__ADS_1
Entah saat itu tua Devon mendengar gerutuan darinya atau tidak tetapi Yuki sama sekali tidak perduli dengan hal itu, karena yang dia perdulikan saat ini hanyalah kebebasan dan dia bisa segera pulang dengan secepatnya, selain itu dia juga bisa beristirahat lebih awal, rasa bahagianya semakin bertumbuh banyak, karena dia pulang lebih awal artinya dia bisa bekerja di tempat lain lagi, walaupun hanya menjadi pemungut barang bekas di malam hari, tetapi setidaknya hanya pekerjaan sampingan seperti itu saja yang bisa dia lakukan dengan tidak terikat pada waktu dan bisa dia lakukan kapan saja.
Bahkan di perjalanan pulang menuju halte bus, Yuki sama sekali tidak merasa malu, mengambil beberapa dus bekas dan botol aqua yang dia temukan di jalanan saat itu, memasukkannya ke dalam tas dan membawanya pulang hingga sampai ke rumah dan dia kumpulan pada kantung keresek besar yang dia miliki, setidaknya dengan begitu dia bisa menjual barang besar itu ke tempat penampungan dan bisa mendapatkan uang untuk biaya makannya selama sebulan ini, sambil menunggu mendapatkan gaji dari tuan Devon, sebab semua uangnya benar-benar telah ludes dan habis tidak tersisa sedikit pun.
Sesampainya di rumah, Yuki langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dengan tas yang masih melekat di tubuhnya dia bahkan melepaskan sepatu dengan kakinya sendiri lalu terus saja tidur saat itu juga tanpa membersihkan badan terlebih dahulu, padahal saat itu badannya penuh dengan keringat yang basah dan bau yang menyengat karena dia sempat mengobrak-abrik tong sampah di perjalanan pulang.
Tetapi karena rasa lelah dalam dirinya yang teramat banyak dan dia sulit menahannya Yuki pun mengesampingkan hal tersebut, sehingga dia langsung tertidur dengan cepat tanpa memperdulikan kebersihan pada dirinya sendiri.
Disisi lain Linda yang sudah mendapatkan sejumlah uang dari Yuki kini merasa sangat senang dan dia tersenyum dengan lebar, tertawa bersama di sebuah club malam bersama dengan Jonas dan beberapa teman barunya sambil menikmati minuman yang mereka pesan saat itu. "Ahaha dasar bodoh, masih saja dia bisa aku poroti, ahahah teman-teman semua minuman ini aku yang akan bayar hari ini." Ucap Linda yang justru malah mentraktir teman-temannya di sana menggunakan uang penerimaan dari Yuki saat itu, hasil dari kebohongan yang dia lakukan.
Karena sebenarnya dia sama sekali tidak tengah kekurangan uang sebab semuanya sudah dijamin oleh Jonas, hanya saja Linda memang senang meminta uang kepada Yuki karena dia merasa uang yang diberikan oleh Jonas masih tidak cukup baginya, sebab pola hidupnya yang sangat boros, sementara saat ini kondisi perusahaan Jonas juga tengah tidak baik-baik saja, sebab ada perusahaan asing yang terus melebarkan sayap dan membuat perusahaan dia semakin terhimpit belakangan ini, sehingga uang jajan yang di berikan kepadanya juga mulai berkurang.
__ADS_1