
Tante Murni yang merupakan pemilik gedung tersebut hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghembuskan nafas dengan lesu, dia pun segera menerima uang dari Yuki dan dia memperingati Yuki serta memberikan nasihat kepadanya agar dia tidak terlalu berbaik hati kepada semua orang termasuk kepada sahabatnya sendiri.
"Aishh....kau ini, sudahlah aku percaya padamu, tapi dengar ucapanku ini dengan baik, kau tidak boleh terlalu baik dan mudah di manfaatkan semua orang, termasuk pada sahabatmu itu, kau harus berhati-hati karena terkadang orang yang paling jahat dan sering menusuk sangat dalam,. hingga meninggalkan luka yang sulit disembuhkan adalah orang yang paling kau percayai, aku hanya kasihan denganmu Yuki." Ucap Tante Murni sambil menepuk sebelah pundak Yuki saat itu.
"Eum... Aku akan selalu mengingat pesanmu itu Tante, terimakasih banyak." Balas Yuki sambil segera membungkuk dan berterima kasih lagi kepadanya.
Saat sudah masuk ke dalam rumahnya Yuki mulai mengistirahatkan tubuhnya di sofa, duduk dengan meluruskan kakinya dan menyandarkan tubuhnya ke belakang, dia terus meneguk segelas air dingin untuk menghilangkan dahaga di tenggorokannya tersebut.
"Aahh... Akhirnya aku bisa beristirahat lagi." Ucapnya sambil menatap ke langit-langit rumahnya tersebut.
Namun tiba-tiba saja dia mulai terpikirkan dengan ucapan yang baru saja dikatakan oleh Tante Murni kepada dirinya, tentang dirinya yang harus berhati-hati dengan orang yang paling dia percayai.
Terlebih lagi sampai sejauh ini dia masih belum bisa mendapatkan informasi apapun dari Linda, setelah sebelumnya Linda mengatakan kepadanya untuk pergi ke luar negeri melanjutkan pengobatannya, dan operasi untuk kanker otaknya tersebut, Yuki semakin saja terpikirkan kepada Linda terus menerus, ada rasa cemas juga ada rasa takut dalam dirinya saat ini, dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Linda di tempat yang jauh itu tanpa dia ketahui.
"Ahh... Kenapa aku jadi merasa tidak tenang begini, ini karena Tante Murni sih, malah berbicara seperti ini, membuat aku cemas saja, tapi tidak mungkin kan Linda akan mengecewakan aku, dia kan sudah tinggal denganku sejak kita lulus SMA, ini sudah dua tahun lamanya dia tinggal satu rumah denganku, dia juga selalu bersikap baik padaku dan selalu tinggal di rumah, mengurusi rumah dengan sangat baik, mana mungkin orang seperti dia akan menusuk aku dari belakang, apalagi menipuku, aahhh tidak-tidak, itu semua tidak mungkin. Aku tidak boleh berperasangka buruk pada temanku sendiri." Ucap Yuki yang segera saja menyangkal firasatnya sendiri.
__ADS_1
Dia menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berusaha untuk menyingkirkan semua pikiran buruknya tersebut, tetapi karena hal itu dia juga menjadi semakin terpikirkan dengan Linda, terus saja dia kembali mengambil ponselnya dari dalam tas dan segera berusaha menghubungi Linda berkali-kali saat itu juga.
"Linda ayolah angkat telepon dariku, apa kau baik-baik saja disana?" Gerutu Yuki terus mencemaskan sahabatnya tersebut.
Sedangkan disisi lain Linda justru masih saja bersenang-senang, dia sama sekali tidak menggubris ponselnya yang terus bergetar sangat lama karena ada panggilan yang masuk dari Yuki, dia sudah tahu jika itu dari Yuki, maka dari itu dia membiarkannya bahkan dengan sengaja mematikan nada dering panggilannya tersebut, karena kini dia tengah berada di sebuah club malam bersama dengan Jonas, meminum bir dengan gembira dan terus saja berjoget serta mendengarkan musik yang begitu keras di dalam club tersebut, Jonas juga melihat ponsel Linda yang terus menyala diatas meja sehingga dia mulai merasa risih dengan hal itu.
"Sayang siapa yang menghubungimu sedari tadi, aku risih melihatnya." Tanya Jonas sambil memeluk pinggang Linda dengan begitu erat.
"Aahh... Itu Yuki, siapa lagi jika bukan dia yang mau terus menghubungi aku sebanyak itu." Balas Linda dengan begitu santainya dan dalam keadaan setengah sadar.
"Eumm...kau benar, aku akan melakukannya besok, sekarang kita bereskan aktivitas kita yang sudah terlanjur memanas ini." Balas Linda yang mulai di luar batas.
Dia sudah dalam keadaan sangat mabuk, tubuhnya tak terkendali, dia terus di gendong oleh Jonas dan di bawa masuk ke dalam sebuah kamar yang sudah di pesan oleh Jonas di tempat tersebut, Jonas menidurkan Linda pada ranjang mewah tersebut dan mereka mulai melakukan hubungan terlarang tersebut dengan penuh cinta satu sama lain, tanpa rasa bersalah ataupun rasa berdosa sama sekali.
Linda juga begitu menikmati semua permainan yang dilakukan oleh Jonas terhadap dirinya, tanpa dia pikirkan bahwa semua yang dia nikmati saat ini adalah milik Yuki, mulai dari pakaian yang dia kenakan, makanan yang menghidupi tubuhnya serta tiket pesawat dan biaya hidup dia di negara adalah uang hasil keringat Yuki, yang dia tipu dengan begitu teganya. Bahkan Jonas sendiri adalah kekasih sekaligus tunangan sahabatnya sendiri yang dia goda dan dia rebut hingga tidur dengannya seperti yang terjadi saat itu.
__ADS_1
...****************...
Di sisi lain Yuki mulai merasa semakin tidak tenang, hatinya tiba-tiba saja terus berdegup sangat kencang, dia tidak bisa tidur, meski sudah mencoba menutup matanya berkali kali, bahkan dia sudah menghitung domba untuk membuatnya tidur dengan cepat, tapi entah kenapa seakan dia merasakan firasat yang begitu kuat, hatinya terus merasa resah tidak menentu dan dia tidak tahu sama sekali apa yang membuat hatinya merasa tidak tenang sampai seperti ini.
"Aahh... Kenapa aku terus merasa sedih dan cemas seperti ini, ada apa dengan hatiku sebenarnya?" Gerutu Yuki yang baru saja kembali bangkit dari ranjangnya.
Karena dia terus gagal untuk tidur, dia pun bangkit dari ranjangnya berjalan menuju ruang dapur dan mengambil gelas untuk meminum air supaya bisa menyegarkan wajahnya dan memberikan ketenangan bagi hatinya.
Namun disaat dia tengah minum tiba-tiba saja foto dirinya dan Jonas yang terpanjang di ruang tengah jatuh ke lantai begitu saja, sampai membuat kacanya pecah berserakan dan ada sebuah sepihak kaca yang menancap pada wajah Jonas dalam foto tersebut.
'Brak!' suara benda yang jatuh sangat kencang.
Langsung saja Yuki menoleh ke belakang dan segera berlari menghampiri figura foto yang sudah hancur berantakan seperti itu.
"Astaga.... Aahh kenapa foto ini bisa jatuh? Perasaan tidak ada apapun yang menyenggolnya, aishh... Pasti karena angin dari jendela itu, aahh kenapa aku bisa lupa menutup jendelanya sih." Ucap Yuki menggerutu sendiri sambil segera saja menutup salah satu jendela rumahnya dengan rapat dan dia kembali untuk segera membersihkan pecahan kaca dari foto yang sebelumnya jatuh tersebut.
__ADS_1