Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Terserempet


__ADS_3

Sedangkan disisi lain Amanda terus saja mengamuk sendiri dan terus menggerutu kesal selama di perjalanan sepulang dari hotel tadi, dia benar-benar tidak bisa terus diam saja seperti ini, maka dari itu dia terus saja mencari berkas lama yang pernah dia tinggalkan di rumahnya, tepat malam itu juga Amanda mengacak-ngacak kamarnya sendiri untuk mencari surat yang pernah di kirimkan oleh Yuki sebelumnya.


Dia masih ingat bahwa dalam surat itu ada nomor Yuki dan alamat rumahnya yang bisa dia datangi, dia tidak mungkin membiarkan Yuki terus berhubungan dan di manfaatkan oleh Linda sampai sejauh ini dan akan menjadi lebih berbahaya lagi jika terus seperti ini.


Namun sayangnya dia tak kunjung berhasil menemukan apa yang dia cari, sebab dia sudah beberapa kali pindah rumah, mungkin saja benda yang sudah lama tidak pernah dia lihat dan dia periksa seperti itu tertinggal atau bahkan terbuang sejak lama.


"Aahhh..sial, bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan cara untuk bisa menghubungi Yuki, aku harus membantunya dan akan aku bongkar semua kebusukan dua manusia tanpa hati itu!" Ucap Amanda dengan tekad yang begitu kuat di dalam dirinya, sambil terus saja mengepalkan tangannya.


...****************...


Yuki sendiri justru tidak bisa tidur malam ini, dia sudah berusaha untuk menghubungi Amanda berkali-kali karena dia ingin meminjam uang dari sahabatnya tersebut, yang dia tahu hanya Amanda satu-satunya harapan yang dia miliki saat ini, sebab dia tidak memiliki teman atau kenalan lain yang memiliki kemungkinan meminjamkan dia uang sebanyak itu dalam waktu satu malam saja seperti saat ini.


"Huuh....ada apa ya dengan Amanda, kenapa dia tidak bisa aku hubungi seperti ini, tidak biasanya nomor dia tidak bisa dihubungi selama ini." Gerutu Yuki terus saja memikirkannya dengan penuh kecemasan.


Pasalnya selama ini Amanda memang selalu berbagi kabar dan selalu berhubungan baik dang Yuki, dia tidak pernah sehari pun tanpa kabar kepada Yuki, selalu berbagi cerita setiap hari dan saling mendukung satu sama lain, bahkan Amanda adalah satu-satunya orang yang paling pengertian dengannya, namun tiba-tiba saja beberapa hari belakangan ini dia tidak dapat dihubungi lagi seperti biasanya dan nomor yang digunakan oleh Amanda selalu saja di luar jangkauan, wajar jika itu membuat seorang Yuki menjadi cemas tidak karuan dibuatnya. Sebab ini pertama kalinya Ananda tanpa kabar secara tiba-tiba begini.

__ADS_1


Tetapi dia juga tidak bisa terus memikirkan hal itu, dia masih harus melanjutkan pekerjaannya untuk mengumpulkan sampah di wilayah sana dengan cepat agar dia bisa segera beristirahat dan pulang ke rumahnya lebih awal, lagi pula dia setidaknya sudah mengantongi 10 juta untuk DP cicilan pertamanya kepada tuan Devon.


"Aahh sudahlah, mungkin Amanda tengah sibuk atau ponselnya rusak, aku tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak dengannya, semoga saja dia selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja." Tambah Yuki sambil segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantong celananya tersebut.


Segera saja dia pergi mendorong gerobak kotor yang dipenuhi dengan berbagai sampah yang sangat bau dan menyengat hidungnya, dengan sekuat tenaga harus mendorong gerobak yang super besar itu, tetapi walau begitu dia tidak pernah mengeluh apalagi merasa malu atas pekerjaannya tersebut.


Hingga saat di perjalanan tepat ketika dia baru saja mendorong gerobaknya beberapa meter dari tempat dia berhenti sebelumnya, tiba-tiba saja ada sebuah sepeda motor yang muncul dari gang di sampingnya dengan kecepatan tinggi dan langsung berbelok menyerempet gerobak bagian depan miliknya, membuat gadis 20 tahun itu terperanjat sangat kaget dan refleks harus menarik gerobaknya kembali agar tidak sampai jatuh dan terus menahannya sangat kuat dengan kedua tangannya saat itu.


"Aaarrkkkk..." Teriak gadis tersebut sangat kencang dan dia langsung saja berjalan mundur menarik gerobaknya lagi dengan sekuat tenaga.


Sedangkan pengemudi motor yang menyebabkan gerobaknya terjungkal malah pergi melarikan diri begitu saja tanpa bertanggung jawab sedikit pun.


"Hei....berhenti kau, dasar manusia sialan, jangan lari!" Teriak Yuki dengan kencang dan dia berniat untuk mengejar pengendara motor tersebut.


Tapi sayangnya pengendara motor itu sudah terlanjur pergi lebih dulu dan dia pun hanya bisa mengeluh sendiri dengan beberapa pengendara motor dan mobil terus menyalakan klakson kepadanya agar dia segera mengangkat dan mengambil semua sampah yang berserakan di jalanan karena dirinya.

__ADS_1


"Aishh...iya iya, ini juga mau aku angkat berisik sekali sih!" Gerutu Yuki merasa sangat kesal dan segera saja berusaha untuk mengangkat gerobak sampahnya super besar tersebut dengan segera.


Tapi disaat dia mencoba untuk mengangkatnya, dia mulai tersadar bahwa tenaganya tidak sekuat itu, karena dia tidak mampu untuk mengangkat gerobak itu seorang diri, sudah beberapa kali dia mencoba mengangkat gerobak tersebut dan mencobanya dari berbagai sudut, namun tetap saja gerobak tersebut tidak dapat dia angkat sendirian, hingga tiba-tiba saja seseorang keluar dari salah satu mobil yang ada di sana dan langsung memakai sarung tangan berwarna putih di kedua tangannya, lalu menyuruh Yuki untuk menyingkir dengan mendorong tubuhnya ke samping cukup kuat, hingga membuat Yuki hampir saja terjatuh ke samping saat itu.


"Minggir kau, dasar lemah!" Ucapnya begitu saja sangat datar dan dengan nada yang sangat menyebalkan.


"Ee ...e...ehh... siapa ka...aahh tu..tu..tuan Devon?" Ucap Yuki sambil terbelalak sangat lebar dan dia dibuat sangat kaget sekali saat itu.


Karena ternyata orang yang menyenggol dia dan membantunya mengangkat gerobak sampah adalah tuan Devon, pria yang sangat dia benci dan orang yang menyebabkan dirinya harus mengerjakan pekerjaan kotor seperti ini.


Yuki juga terus saja menatap dengan lekat dan berdiri mematung dengan mata terbuka lebar juga mulut yang terbuka cukup besar saking kagetnya saat itu.


"Hei, kenapa kau diam saja, bantu aku mengangkatnya! Kau malah enak-enakan diam saja, kau pikir ini ringan?" Bentak tuan Devon kepadanya dengan raut wajah yang dipenuhi kekesalan.


Dia terpaksa harus turun tangan sendiri untuk membantu Yuki karena sedari tadi dia tidak bisa melaju kemanapun, serta membuat dia kesal karena Yuki tidak kunjung bisa mengangkat gerobak yang menghalangi jalan mobilnya saat itu, sehingga mau tidak mau tuan Devon pun harus turun tangan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2