
Wajah sekretaris Geri langsung terperangah menatap ke arah Yuki seakan saat itu dia ingin memberitahu Yuki bahwa dia tengah di jebak oleh tuan Devon namun sayangnya Yuki sama sekali tidak menatap ke arahnya jadi sekretaris Geri pun sulit untuk memberikan isyarat kepada gadis tersebut, dia hanya bisa pasrah menerima semuanya dan Yuki nampak terlihat senang karena dia pikir hutangnya akan segera lunas tanpa perlu jerih payah lagi bekerja dengan tuan Devon yang selalu membuat dia darah tinggi setiap harinya, tanpa dia ketahui bahwa sebenarnya dia akan semakin terjebak dan sulit lepas dari tuan Devon.
Karena Yuki sudah menyepakati kesepakatan itu segera saja tuan Devon memberikan selembar kertas kepada Yuki dan menyuruhnya untuk menandatangi kontrak kerjasama tersebut. "Ya sudah karena sekarang kau sudah sepakat ayo tandatangani kontrak kerjasamanya, agar nanti jelas apa yang kita bicarakan ini dan kau bisa benar-benar menganggap hutangmu lunas.
Ini aku juga kembalikan kartu ATM milikmu di dalamnya masih ada gadis 10 juta milikmu yang tidak aku ambil aku berikan padamu sebagai hadiah kerjasama kita saat ini." Ucap tuan Devon semakin membuat Yuki kaget dan merasa sangat senang.
"A....A..pa? Tuan apa kau tidak bercanda? Apa kau sungguh mau memberikan uang gajiku itu dengan cuma-cuma?" Tanya Yuki memastikannya lagi.
"Yap, ini ambil dan silahkan kau periksa sendiri jika tidak percaya, kau punya m banking kan?" Balas tuan Devon begitu meyakinkan.
Yuki segera memeriksa itu dalam ponselnya dan ternyata memang benar jumlah uang dalam ATM nya masih sama persis dengan terakhir kali dia melihatnya bahkan sebelumnya uang di ATM sudah berkurang karena membeli makanan tapi sekarang sudah kembali utuh lagi seperti sedia kala.
"Wah... Tuan kau benar-benar tidak mengambilnya, dan malah mengembalikan sisanya, apa kau salah minum obat atau bagaimana, kenapa tiba-tiba menjadi begitu baik denganku?" Balas Yuki yang kini mulai merasa sedikit curiga, karena sekarang apa yang diberikan oleh tuan Devon padanya semakin tidak masuk akal bagi dirinya sendiri.
"Kalau kau tidak mau dan tidak mempercayai aku ya sudah aku bisa mengambil kembali semua uangmu dan membatalkan kerjasama yang sangat bagus untukmu ini." Ucap tuan Devon sengaja mendesak Yuki agar gadis itu tidak bisa berpikir yang macam-macam.
Rencana tuan Devon memang tidak pernah meleset, karena tuan Devon bicara seperti itu sambil menarik pelan selembar surat perjanjian di atas meja, maka dengan cepat Yuki menahan kertas itu dan segera saja dia menandatanganinya tanpa membaca isi di dalam kontrak tersebut lebih dulu, karena dia panik dan takut tuan Devon akan berubah pikiran lagi.
"Aaahh... Tidak tuan bukan begitu, aku percaya kok, sini biar aku tandatangani sekarang, ini sudah kan, aku sudah menandatanganinya jadi mulai sekarang hutangku lunas bukan?" Ucap Yuki kepada tuan Devon.
__ADS_1
"Yah, mulai sekarang semua hutangmu lunas dan kau bahkan bisa memilih untuk tetap bekerja denganku atau keluar dari sini, itu tergantung keinginan dirimu." Ucap tuan Devon padanya seakan memberikan sebuah kebebasan kepada Yuki.
Mata gadis tersebut langsung terbelalak lebar dan dia benar-benar dibuat sangat kaget sekaligus tidak percaya jika ternyata tuan Devon bisa mengatakan semua ini kepada dirinya, langsung saja Yuki menelan salivanya susah payah dan menyondongkan tubuhnya ke depan tuan Devon. "Tuan kau yakin memberikan aku kebebasan memilih begini, apa kau tidak akan rugi?" Tanya Yuki begitu detail.
"Tidak, uangku terlampau banyak apa yang akan kau rugikan hanya dengan uang sedikit itu." Balas tuan Devon dengan santainya.
"Hmm iya juga ya, baguslah kalau begitu aku memilih untuk berhenti bekerja denganmu, aku akan kuliah sekarang karena sudah punya sepuluh juta darimu, haha." Balas Yuki langsung memutuskan untuk berhenti bekerja di hadapan tuan Devon sendiri yang saat itu langsung menahan emosi kekesalan dalam dirinya.
Karena tidak bisa dipungkiri di dalam lubuk hatinya, tuan Devon mengharapkan Yuki untuk tetap bekerja pada dirinya supaya dia bisa lebih dekat dengan gadis tersebut, namun sayangnya Yuki malah lebih memilih untuk berhenti bekerja saja dan mengatakan ingin kembali keluar dan mendaftarkan diri dengan uang yang dia miliki saat itu.
"CK....kuliah dengan uang segitu mana cukup, sebaiknya kau tetap bekerja disini sambil kuliah baru itu akan bisa kau lakukan." Balas tuan Devon memberikan saran lagi sekaligus untuk membuat Yuki tetap bekerja dengannya.
Jawaban dari Yuki itu sungguh berhasil membuat tuan Devon naik pitam bahkan sampai mengepalkan kedua lengannya dengan sangat kuat, dia terus saja berusaha menahan emosi dalam dirinya hingga tidak lama disaat tuan Devon hampir saja sedikit lagi melepaskan emosi dalam dirinya, dengan cepat sekretaris Geri menahan tuan Devon agar tida sampai mengacaukan semua rencana yang sudah berjalan sangat jauh dan hampir sempurna saat ini. "Kau...." Ucap tuan Devon saat itu.
"Ekm...tuan tenang tuan, lagi pula kau ingat kan Yuki ini sudah menandatangi persetujuan kerjasama dengan anda jadi bagaimana pun dia sudah terikat dengan anda saat ini." Ucap sekretaris Geri berbisik pada telinga tuan Devon cukup pelan saat itu.
Namun sayangnya mih saja dapat terdengar oleh telinga Yuki sehingga membuat gadis 20 tahun itu merasa heran dan seketika mengerutkan kedua alisnya dengan kuat.
"Ehh apa kau bilang, terikat? Apa maksudnya terikat dengan tuan Devon, memangnya apa sih kesepakatan yang sudah aku tandatangi barusan?" Ucap Yuki semakin dibuat curiga dan penasaran, sehingga membuat tuan Devon dan sekretaris Geri langsung menatap tegang ke arahnya. Yuki juga mengambil dokumen kontrak itu dan mulai membacanya dengan perlahan, sampai akhirnya dia sangat kaget ketika membaca isi di dalam kontrak kerjasama tersebut yang semuanya mengharuskan dia untuk berhubungan dengan tuan Devon, sebagai pasangan atau kekasih.
__ADS_1
"Apa-apaan ini, tuan kau menipuku ya?" Bentak gadis kecil tersebut sangat kencang dengan sorot mata tajam dan kedua alis yang dia tekuk sangat kuat.
Tuan Devon dan sekretaris Geri segera saja membenarkan duduk mereka menjadi lebih tegak dan segera menjawab ucapan dari Yuki.
"Siapa yang menipumu dari pertama kan aku sudah mengatakan kesepakatan ini sangat menguntungkan dirimu bahkan akulah pihak yang paling dirugikan, kalau kau tidak mengetahuinya itu salah kau sendiri sebab tidak bertanya denganku dari awal dan malah langsung menyepakatinya bahkan menandatangi kontrak perjanjian tersebut begitu cepat." Balas tuan Devon tidak mau disalahkan walaupun sebenarnya dia memang mengecoh Yuki dan sengaja untuk membohonginya menggunakan cara seperti itu.
Yuki benar-benar tidak terima dan dia hampir saja merobek kertas kontrak kerjasama tersebut namun untungnya di tahan lebih cepat oleh sekretaris Geri sehingga kertas itu aman dan terselamatkan. "Aishh tetap saja seharusnya kau menjelaskan semuanya dengan rinci dan memberitahu aku tanpa ada yang disembunyikan, ini sama saja dengan kau menipu aku, pokoknya aku tidak setuju, mau hutangku di lunaskan kek, mau kau memberikan aku bayaran atau apapun aku tetap tidak mau berpura-pura jadi pacarmu! Tegas Yuki sangat serius dengan raut wajah yang begitu mumet.
Dia langsung mengambil kertas yang sudah dia tandatangi sebelumnya lalu hampir saja merobek kertas tersebut, membuat tuan Devon dan sekretaris Geri membelalakkan mata mereka sangat panik melihatnya.
"Ee...ee.ehh..mau apa kau?" Ucap tuan Devon segera menghentikannya dan sekretaris Geri yang berhasil merampasnya.
"Aahh...aku mau merobeknya aku tidak setuju dengan semua kesepakatan yang kau buat sendiri, sekretaris Geri kemarikan kertasnya, kau tidak mungkin ada di pihak tuan Devon kan? Kau selama ini baik denganku ayo cepat berikan padaku kertasnya atau jika kau mau kau bisa merobeknya sendiri." Ucap Yuki kepada sekretaris Geri.
Sayangnya saat ini sekretaris Geri memang tidak bisa membantunya lagi karena bahkan dia sendiri yang sudah menyiapkan semua rencana ini diam-diam bersama tuan Devon dibelakang Yuki sendiri dan Yuki tidak bisa bergantung dengannya lagi.
"Maafkan aku Yuki, tapi kali ini aku sepakat dengan tuan Devon bagaimana pun niat tuan Devon ini baik dia hanya ingin menjadikan kamu pacar bohongan ya saja dengan segudang keuntungan yang begitu melimpah untukmu, kau juga bisa beraktivitas dengan bebas, bisa kuliah lagi dan tuan Devon bisa mendatangkan kontrak kerjasama dengan perusahaan asing tersebut, tidak ada yang dirugikan diantara kalian berdua, jadi apa salahnya jika kamu mencoba menerima dahulu." Ucap sekretaris Geri berusaha untuk menenangkan Yuki dan memberikan sedikit saran kepadanya agar Yuki dapat berubah pikiran.
Namun sayangnya Yuki memang bukan orang yang mudah terbujuk apalagi mendengarkan saran dari orang lain terlebih saat ini dia sudah tahu dengan jelas bagaimana karakter orang yang bekerjasama dengannya itu, jelas dia tidak mau dan masih aja berusaha keras untuk mengambil kertas kerjasama tersebut dan tetap ingin merobeknya lagi dan lagi.
__ADS_1
"Tidak mau! Kalau kau merasa begitu kenapa kau tidak mencari gadis lain saja di luar sana, kenapa harus meminta aku untuk melakukannya." Ucap Yuki saat itu dengan bentakkan yang keras.