Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Mimpi Buruk


__ADS_3

Tetapi walau begitu Linda masih tidak mau melepaskan Jonas sebelum dia bisa mendapatkan semua kekayaan yang Jonas miliki saat ini, setidaknya dia harus mendapatkan hasil yang setimpal setelah Jonas yang sudah merenggut keperawanannya untuk pertama kali. Jonas sendiri terus saja berada di samping Linda karena dia pikir hanya Linda lah wanita satu-satunya yang dapat memuaskan nafsu birahi dalam dirinya.


Seperti yang mereka lakukan saat ini, bahkan di depan umum sekali pun tanpa rasa malu Jonas mulai menciumi Linda dan terus membelai dia sambil menyusuri tubuhnya begitu leluasa, mereka tidak aneh lagi jika dijadikan tontonan bagi orang lain hingga Linda di gendong oleh Jonas dan mereka mulai melanjutkan aksinya di tempat yang sudah di pesan oleh Jonas. Entah sudah berapa kali mereka melakukan hubungan terlarang itu, dan entah apa yang sudah meracuni otak Jonas hingga dia begitu tega melakukan hal seburuk ini kepada Yuki.


...****************...


"Jonas...Linda, kalian? Kenapa kalian tega sekali melakukan semua ini kepadaku, apa kurangnya aku kepada kalian hiks...hiks...tidak ini tidak mungkin kan, kalian tidak mungkin mengkhianati aku." Ucap Yuki yang terus saja berusaha mengelak dari apa yang dia lihat dengan mata kepalanya saat itu.


Tangannya gemetar begitu pula dengan tubuhnya yang seketika ambruk ke lantai tatkala dia melihat pemandangan dimana sahabat terbaiknya justru tengah bermesraan dengan tuanangannya sendiri di depan mata kepala dia saat itu, sedang dirinya malah tertahan dalam sebuah kurungan besi yang tidak bisa dia bongkar saat itu, sekalipun Yuki terus berusaha untuk membuka kurungannya tetapi dia tetap saja tidak bisa melakukan hal tersebut, hanya bisa menyaksikan semua tindakan menjijikan yang dilakukan oleh kedua orang yang sangat dia sayangi dan begitu dia lindungi selama ini.


Sampai tiba-tiba saja dia mulai berteriak kencang memanggil nama tunangannya tersebut.


"Tidak...Jonas kau tidak boleh melakukan semua ini, itu salah, Jonas!" Teriak Yuki yang langsung terbangun dan bangkit terduduk diatas ranjangnya dengan keringat dingin yang memenuhi diri dan kedua tangan yang sudah mengepal seprai ranjangnya dengan kuat hingga tertarik olehnya dan nampak berantakan saat itu.


Deru nafasnya juga terdengar sangat kencang dia mulai menenangkan dirinya, diawali dengan mengatur nafas sedikit demi sedikit dan terus mengusap dadanya beberapa kali, karena ternyata semua itu hanyalah mimpi buruk yang menyerang dirinya ketika tengah tidur. "Ahh...astaga...apa yang baru saja aku mimpikan, kenapa harus semenyeramkan ini, mana mungkin mereka melakukan hal itu di belakangku, ia tidak mungkin ini pasti hanya sebuah mimpi saja karena aku kelelahan dan tidur tanpa membersihkan diri dahulu, iya ini hanya mimpi, aku tidak seharusnya berperasangka buruk kepada mereka, aaahh Yuki ayo sadarkan dirimu." Ucap Yuki yang terus menepuk pipinya beberapa kali untuk menyadarkan dirinya sendiri dan menghilangkan semua pikiran negatif yang ada dalam kepalanya saat itu, dia tidak mau terpengaruh dengan hal-hal buruk yang baru saja dia impikan, terlebih dia bukanlah tipe orang yang akan mempercayai sebuah mimpi.

__ADS_1


Segera Yuki pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dahulu, hingga kembali meneruskan tidurnya dengan lelap dan dia bisa melupakan mimpi buruknya itu dengan cepat, walaupun sebenarnya hatinya sendiri tidak bisa dia bohongi bahwa dia masih merasa sangat cemas dan begitu takut karena mimpi tersebut sangat terlihat nyata bahkan matanya sampai benar-benar menangis dan tangannya sungguh mengepal begitu kuat.


Sampai ke esokan paginya Yuki langsung berangkat kerja seperti biasanya dan memeriksa ponselnya terlebih dahulu, saat dia memeriksa ponselnya sama sekali tidak ada pesan yang dia harapkan dari Linda, ucapan terimakasih atau apapun yang sangat dia tunggu sejak kemarin, tapi nyatanya tetap saja tidak ada sama sekali, karena merasa heran dengan apa yang terjadi dengan Linda dan ingin menanyakan tentang kabarnya, Yuki berusaha untuk menghubungi Linda saat itu, tetapi nomor ponselnya justru malah kembali tidak dapat dihubungi, bahkan kali ini nomornya menjadi tidak aktif yang artinya nomor itu kemungkinan besar sudah tidak digunakan lagi oleh Linda atau pun memang dia mematikan ponselnya dengan sengaja.


Yuki terus menghembuskan nafas dengan lesu karena dia merasa sangkat cemas kepada Linda terlebih setelah mimpi yang dia terima tadi malam, rasa cemasnya semakin banyak dan dia segera berusaha untuk menghubungi Jonas di waktu yang sama tetapi nomor Jonas juga sama tidak dapat dia hubungi, bahkan hubungannya dengan Jonas sudah lama sekali tidak akan kabar semenjak Jonas pergi ke luar negeri beberapa bulan yang lalu, kini Yuki benar-benar merasa sendiri dan kesepian, dia merasa bahwa orang-orang mulai meninggalkan dia satu per satu, di mulai dari sahabat terbaiknya Amanda hingga Jonas dan Linda juga meninggalkan dirinya tanpa kabar seperti ini.


"Ada apa ya dengan mereka semua, kenapa mereka berdua tidak mengabari aku dan malah tidak bisa di hubungi keduanya, hmm..semoga mereka baik baik saja disana." Ucap Yuki sambil menatap jalanan yang begitu padat di pagi hari.


Saat ini dia tengah berada di atas bus, sementara pikirannya berkelana kemana-mana, membuat dia tidak fokus dan malah melewati halte bus yang harusnya dia turun saat itu.


Pada akhirnya karena harus mengirit uang saku, Yuki pun terus saja berjalan dengan kakinya yang semakin kesini semakin terasa sakit sebab bagian belakangnya masih lecet dan terlihat bekasnya yang mulai menghitam akibat dia yang memakai sepatu tidak sesuai dengan kakinya kemarin, tapi walau kakinya sakit Yuki sama sekali tidak mengeluh apalagi berhenti berjalan, dia pikir dia harus tetap berjalan, walaupun pelan tapi pasti dia akan sampai ke tempat tujuannya, berjalan kaki lebih irit biaya dan lebih mudah untuk dia lakukan dibandingkan dengan harus mengenakan taxi dan kendaraan umum lainnya yang bisa menjambret semua uang dalam dompetnya tersebut.


Dimana dalam dompetnya saja sekarang hanya tersisa sepuluh ribu rupiah saja, itu pun uangnya sudah sangat lecet, dan uang recehan untuk naik bus saja.


Bahkan untuk membuka dompetnya saja Yuki merasa tidak mood karena uang sebesar itu hanya akan cukup untuk biaya dia naik bus beberapa hari saja, tidak dengan biaya makannya yang harus dia tanggung setiap hari, belum lagi biaya listrik dan air, yang belum sempat dia bayarkan karena dia hanya membayar uang sewa rumahnya saja.

__ADS_1


Wajahnya sangat lesu saat sampai di kantor, baru saja dia sampai dan menghadap tuan Devon tetapi keringat sudah membasahi anak rambutnya saat itu, dan membuat kaos berwarna biru tua yang dia kenakan terlihat basah sangat jelas.


Geri sendiri yang melihat penampilan Yuki dia langsung merasa heran sebab sebelumnya Yuki tidak berpengalaman seburuk ini saat bertemu dengan dia beberapa kali.


"Eehhhn Yuki kenapa kau banyak berkeringat, apa kau mandi kering pagi ini?" Tanya sekretaris Geri sengaja sedikit bercanda dengannya agar Yuki tidak tersinggung dengan ucapannya saat itu.


"Aahh...iya tadi aku hanya salah naik bus jadi harus berjalan untuk sampai kesini, makanya deh keringatku sebanyak ini, aku takut kesiangan." Balas Yuki kepada sekretaris Geri sambil tersenyum kecil menanggapi pertanyaan itu.


"Kalau begitu kenapa kau harus berjalan kan ada banyak taxi atau kau bisa menggunakan bus untuk putar balik, ngapain kau jalan kaki memangnya kakimu tidak pegal apa?" Balas sekretaris Geri yang sama sekali belum mengetahui kondisi ekonomi Yuki yang sangat jauh dibandingkan dengan dirinya.


Yuki sendiri hanya bisa menanggapi ucapan itu dengan senyuman kecil sambil menyembunyikan semua rasa sakit di dalam hatinya, dia tidak mau menunjukkan bahwa dirinya kekurangan dan begitu menderita di hadapan orang lain, baginya semua ini hanya perlu dia sendiri yang merasakannya saja, orang lain tidak perlu turut campur dengan apa yang dia lewati dalam hidupnya, karena dia selalu percaya dengan dirinya sendiri bahwa dia mampu melewati semua hal dengan usaha serta kerja keras dirinya.


Terlepas dari semua kekhawatiran itu dia hanya tidak ingin merepotkan orang lain di sekitarnya, sebab dia tahu bahwa semua orang pasti memiliki ujian dan beban hidupnya sendiri, Yuki hanya tidak ingin jika dia bercerita tentang kesulitannya, maka orang lain hanya akan memandangnya sebagai orang yang tidak bersyukur ataupun hanya bisa mengeluh saja dan menambah beban pikiran orang lain yang mendengar cerita darinya.


Sehingga dari pada harus mendengarkan ucapan itu dari orang lain, dia lebih senang kesulitan sendiri seperti saat ini yang terpenting dia tidak menyusahkan siapapun dan tidak menjadi beban bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya.

__ADS_1


__ADS_2