
"Apa? Kau sungguh Yuki, ahahaha...konyol sekali kenapa kau menggambar wajahmu menjadi seperti nenek sihir begini, kau sangat lucu sekali, benar-benar membuatku tidak mengenali mu." Ucap sang manager yang membuat Yuki langsung saja merubah ekspresi di wajahnya seketika.
"Aishh...tidak ada waktu untuk mengejekku saat ini, manager tolong bantu aku, aku mohon tolong jelaskan dan bujuk tuan Devon agar dia tidak menyerahkan aku ke penjara." Ucap Yuki dengan segera mengatakan yang sebenarnya.
Sedangkan tuan Devon sendiri yang terus memegangi tangan Yuki dia hanya menatap dengan wajah yang heran dan terus saja bicara dengan manager Yopi dan mengancamnya lebih dulu agar tidak mencoba untuk membantu Yuki saat itu.
"Manager Yopi kau jangan coba-coba untuk ikut campur atau kau juga akan aku pecat dari pekerjaanmu?" Ancam tuan Devon yang langsung saja melontarkan ancaman kepada manager Yopi.
Manager Yopi yang tidak mengetahui apapun terus saja merasa sangat kebingungan sendiri, karena dia sama sekali tidak tahu dengan apa yang tengah dibicarakan oleh kedua orang yang ada di hadapannya saat itu.
"Ehh..tunggu dulu, tuan besar sebenarnya ada apa yang terjadi diantara tuan dengan Yuki, kenapa anda harus memegangi tangannya sambil seperti itu?" Tanya manager Yopi dengan wajah keheranan dan menggaruk samping kepalanya pelan.
"Kau tahu, dia adalah orang yang merusak ban mobilku kemarin dan menjadi penyebab hancurnya proyek besar yang baru saja ingin aku jalankan, dia juga yang menyebabkan kerugian bagi diriku sendiri karena harus menggunakan uangku untuk menimpali semuanya." Balas tuan Devon menjelaskan kepada manager Yopi saat itu.
__ADS_1
Mendengar hal itu manager Yopi langsung terperangah sangat lebar, kedua matanya terbuka begitu besar dan sangat lama, dia terus saja mem-belototkan matanya kepada Yuki sambil terus menepuk tangan Yuki dan mencubitnya cukup kuat beberapa kali karena merasa sangat gemas dengan tindakan yang sudah Yuki lakukan kepada tuan Devon.
"APA? Aishh... Yuki apa yang sudah kamu lakukan, pantas saja kamu mau di penjarakan, apa kau sudah gila ya? Malah merusak mobil tuan Devon. Aku tahu kau sangat kesal pada tuan Devon karena mem-blacklist namamu dari semua pekerjaan, tapi kau kan tidak harus melakukan tindakan parah sejauh ini, aishhh bagaimana aku bisa menyelamatkan kau sekarang?" Bisik manager Yopi kepada Yuki sambil terus saja menepuk pundaknya dengan keras berkali-kali hingga Yuki meringis kesakitan.
"Aww ..aw...aduh manager Yopi hentikan apa yang kau lakukan, aku kan sudah minta maaf aku melakukannya bukan karena hal itu kok, kalau aku tahu ternyata mobil itu adalah mobil tuan Devon, aku juga tidak akan melakukannya." Balas Yuki dengan memasang wajah yang sangat menyedihkan dan menahan rasa sakit di seluruh badannya saat itu.
Kembali manager Yopi mengetuk kepala Yuki dengan kencang dan terus saja membuat Yuki kesakitan karenanya, tetapi tidak sampai disitu manager Yopi terus saja menarik tangan Yuki dan membisikkan sesuatu kepadanya.
"Ehehe, tuan boleh saya meminta sedikit waktu dengannya, saya janji akan menjaganya dengan baik dia tidak akan kabur kemanapun." Ucap manager Yopi meminta izin terlebih dahulu.
"Astaga... Kenapa dia kejam sekali, aahh bagaimana dengan nasibku sekarang." Batin Yuki merasa putus asa.
Langsung saja tuan Devon memberikannya dan manager Yopi langsung mengalengkan tangannya pada pundak Yuki dan mengeratkannya pelan sampai membuat Yuki kesusahan untuk bergerak saat itu.
__ADS_1
"Hei, dengarkan aku baik-baik, kau harus bersujud di depan tuan Devon dan pegang saja kakinya dengan kuat, meminta maaf dengan penuh kesungguhan dan terus pasang wajah paling menyedihkan yang kau bisa, apa kau mengerti, hah?" Bentak manager Yopi kepada Yuki dengan begitu kuat.
"Hah? Manager yang benar saja aku tidak mungkin menurunkan harga diriku begitu rendah kepadanya, lagi pula aku melakukan itu karena dia..." Ucap Yuki yang belum selesai namun sudah langsung saja kepalanya kembali di ketuk dengan kencang oleh sang manager hingga membuat Yuki berhenti bicara dengan terpaksa.
"Aduh....manager bisakah kau berhenti menepuk kepalaku terus, ini sangat menyakitkan tahu!" Ucap Yuki perotes kepadanya.
"Habisnya kau ini masih saja mementingkan harga diri itu setelah semua kekacauan yang kau buat, lalu apa lagi ini, kau malah seperti kuda renggong memakai pakaian aneh yang tidak selaras warnanya membuat mata orang sakit saja, dan wajahmu ini, aaaahhh aku ingin muntah melihat, kau lebih jelek dibandingkan badut jalanan, pantas saja tuan Devon sangat marah besar denganmu. Sudah, tidak ada pilihan lain lagi yang bisa kau lakukan, kalau kau tidak mau berakhir membusuk di penjara, maka lakukan saja apa yang baru saja aku katakan kepadamu, awas saja jika kau kabur, aku patahkan kakimu itu!" Ucap manager Yopi memperingati Yuki dengan memberikan dia tatapan tajam dan terus saja menyerahkan dia kembali pada tuan Devon dengan segera.
Yuki menelan salivanya dengan susah payah karena merasa sangat takut mendengar ucapan dari sang manager yang mengancamnya dengan begitu menakutkan dan langsung saja dia tertunduk sambil terus duduk di lantai dan memeluk sebelah kaki tuan Devon untuk memohon dan memasang wajah paling meyedihkan yang bisa dia lakukan sesuai dengan apa yang sudah dikatakan oleh manager Yopi sebelumnya.
"Tuan hiks..hiks.. maafkan aku tuan, aku mohon kepadamu tolong jangan bawa aku ke penjara, tolong maafkan semua kesalahanku ini, aku janji aku akan melakukan apapun untuk bisa menebus semua kesalahan yang sudah aku lakukan kepadamu sebelumnya, aku benar-benar janji padamu, aku juga akan melunasi semua kerugian yang kamu dapatkan tentang mobilmu itu." Ucap Yuki terus saja menatap ke atas dengan memasang wajah menyedihkannya tersebut.
Tuan Devon semakin mengerutkan kedua alisnya dan dia terus saja berusaha untuk menyingkirkan Yuki dari kakinya sebab dia sangat tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Yuki kepadanya di tempat umum seperti itu, membuat semua orang menatap dengan tatapan aneh dan beberapa berbisik membicarakan dirinya saat itu.
__ADS_1
"Hei, apa yang kau lakukan, cepat bangun, jangan kau pikir aku akan mengasihani dirimu dan memaafkan semua kesalahanmu itu! Cepat berdiri atau aku akan menendangmu!" Bentak tuan Devon dengan keras dan membelalakkan matanya kepada Yuki saat itu.
"Tidak mau, aku akan terus memeluk kakimu seperti ini, sampai kau mau memaafkan aku, aku mohon tuan tolong lah kasihani aku, aku sudah tidak memiliki siapapun lagi di hidupku saat ini, aku mohon." Ucapnya lagi sambil semakin mempererat pelukannya pada kaki tuan Devon saat itu.