Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Kembali Lagi


__ADS_3

Hingga dua puluh menit berlalu akhirnya Yuki selesai juga, dia langsung mengangkat kedua tangannya dan terus saja merasa sangat lega karena sudah berhasil menyelesaikan tantangan itu dari tuan Devon sekaligus menunjukkan kepada pria sombong tersebut bahwa dia bukanlah siput ataupun seseorang yang lamban.


"Aaahhh... akhirnya selesai juga, tuan saya sudah mengirimkannya pada email mu, silahkan di periksa." Ucap Yuki kepadanya.


Tuan Devon langsung kaget, dia melihat jam di ponselnya yang menunjukkan masih ada sisa waktu yang cukup banyak, tetapi gadis itu sudah menyelesaikan pekerjaannya, sehingga membuat tuan Devon merasa ragu dengan hasil pekerjaan Yuki.


"Kau benar-benar sudah menyelesaikan semuanya dengan benar?" Tanya tuan Devon menampakkan keraguannya tersebut yang langsung di balas anggukkan penuh keyakinan dari Yuki.


Tuan Devon segera memeriksanya jadwalnya tersebut dengan begitu teliti sambil sesekali melirik sinis kepada Yuki karena dia masih belum merasa yakin jika Yuki dapat menyelesaikan pekerjaannya itu dengan benar dalam waktu yang terbilang singkat tersebut, tetapi setelah tuan Devon sudah mulai memeriksanya dengan teliti sedikit demi sedikit, sampai hingga akhir dia masih belum menemukan kesalahan apapun di dalam daftar tersebut, sehingga tatapan matanya mulai serius dan alisnya mulai dia kerutkan dengan sangat kuat, sementara Yuki nampak senang dan tersenyum lebar karena dia merasa puas berhasil melawan tuan Devon dengan caranya sendiri yang dapat dia buktikan secara langsung, tanpa perlu banyak kata lagi.


"Bagaimana tuan, apa kau sekarang percaya bahwa aku ini hebat, semuanya benarkan, aku bahkan sudah memeriksanya dua kali sebelum aku mengirimkannya kepadamu, jadi tidak mungkin aku masih meninggalkan kesalahan." Ujar gadis tersebut kepada tua Devon yang nampak tidak senang.

__ADS_1


"Ekmm... Aku akui pekerjaan mu ini cukup bagus tapi tetap tidak serapih sekretaris Geri, jadi karena itu kau aku kembalikan jadi asistenku saja, dan jangan ingat lagi masalah kemarin aku hanya tersulut emosi sesaat saja." Balas tuan Devon yang membuat Yuki kaget sekaligus senang, dia langsung berjingkrak ria setelah bertanya ke dua kalinya sambil menepuk meja tuan Devon cukup kencang.


"Hah, tuan apa kau bilang barusan? Aku bisa kembali lagi jadi asisten pribadimu? Dengan gajinyang paling tinggi itu? Sungguh?" Ucap Yuki nampak begitu antusias.


Tuan Devon mengangguk sambil memasang wajah datarnya yang sedikit kesal karena mengetahui bahwa Yuki begitu senang saat mendengar kabar tersebut darinya hanya karena gaji yang akan dia dapatkan saja, bukan karena senang bekerja dengannya.


"CK... Kau ini memang manusia mata duitan, mendengar itu kau langsung begitu bersemangat, bukannya kau sangat tidak senang bekerja denganku sebelumnya, kenapa sekarang jadi sesenang ini?" Balas tuan Devon merasa sedikit heran sekaligus penasaran dengan jawaban apa yang akan dikatakan oleh gadis tersebut kepada dirinya.


"Ehehe...tentu saja tuan di dunia ini uang adalah segalanya karena segalanya juga butuh uang, termasuk untuk bebas dari cengkraman macan ganas sepertimu, bukankah niat awalku bekerja disini karena paksaan untuk membayar hutang padamu? Jadi kalau gajiku besar aku bisa melunasinya dengan cepat, dan aku bisa segera terbebas dari sangkar besi dan ikatan rantai yang terus memborgol leherku ini, hingga aku sulit bernafas dan tidak bisa bergerak dalam hidupku, terimakasih tuan kau sangat baik, kalau begitu aku permisi untuk membereskan barangku di ruangan sekretaris Geri, daahh..." Ucap Yuki dengan begitu lantangnya dan penuh keberanian bicara sangat santai serta memeragakan semua ucapannya itu dihadapan tuan Devon secara langsung.


Dimana saat itu tuan Devon sudah mengepalkan kedua tangannya sangat kuat dan mengeratkan giginya dengan kencang hingga urat di pipi dan lehernya begitu terlihat tegang, sampai ketika Yuki baru saja menutup pintu ruangannya, tuan Devon langsung melontarkan satu hantaman kuat pada meja kerjanya yang membuat tangan dia sakit dan memerah.

__ADS_1


"Buk! Dasar wanita itu, aishhh bagaimana bisa ada perempuan yang sangat menggilai uang sepertinya, benar-benar materialistis!" Bentak tuan Devon sangat kencang dan wajahnya yang merah padam.


Deru nafasnya juga sudah tidak stabil lagi dia harus menenangkan dirinya dahulu dengan meminum teh yang ada di mejanya sambil terus memijit keningnya sendiri karena terasa sangat pusing setiap kali harus menghadapi gadis tersebut, tuan Devon juga tidak ada pilihan lain, niat hati pada awalnya hanya ingin membuat pembalasan dan perhitungan kepada wanita yang sudah merusak mobil kesayangannya tersebut, kini malah dia yang terjebak dengan gadis itu dan terus dibuat kesal dalam setiap harinya.


Bahkan tuan Devon yang biasanya selalu terlihat tenang dan begitu sinis kini justru malah lebih mudah marah dan sering kali melampiaskan emosi saat rapat, entah kepada para staf ataupun pada sekretaris Geri, dan tentu saja sekretaris Geri adalah orang yang paling banyak menanggung resikonya, sebab dia orang yang paling dekat dengan tuan Devon sekaligus tempat berceritanya tuan Devon tentang semua masalah dan dari sekian lama serta sekian banyaknya cerita yang dikatakan oleh tuan Devon, cerita tentang Yukilah yang paling membuat sekretaris Geri malas mendengarnya dan kebingungan karena tuan Devon yang masih mau mempertahankan gadis tersebut bekerja bersamanya disaat dia jelas sangat tidak menyukai gadis tersebut.


Berbeda dengan tuan Devon yang menjadi lebih banyak emosi, Yuki sekarang justru merasa senang, dia berjalan tanpa memperdulikan rasa sakitnya lagi dan segera mengambil beberapa barang miliknya dari ruangan sekretaris Geri untuk dia pindahkan ke ruangan tuan Devon lagi, bertemu dengan sekretaris Geri yang nampak sudah menunggu dia, mungkin karena tuan Devon yang sudah menghubungi sekretaris Geri sebelumnya.


Tapi yang membuat bingung adalah, tidak hanya Yuki saja yang berpindah melainkan kursi dan meja disana juga nampa diangkat oleh beberapa penjaga, dan mereka membawanya keluar dari ruangan sekretaris Geri, membuat Yuki merasa heran dengan hal itu. "Eehh .. sekretaris Geri kenapa mejanya juga dibawa keluar, bukannya di ruangan tuan Devon masih ada tempat untukku?" Tanya Yuki kepadanya dengan wajah yang kebingungan sendiri.


"Itu benar tapi kau sudah tidak di tempatkan di dalam ruangan tuan Devon, kau sekarang punya tempat sendiri, nanti kau bisa melihatnya, ayo aku antar." Balas sekretaris Geri yang membuat Yuki sudah merasa tidak enak hati.

__ADS_1


__ADS_2