
Mendapatkan cipratan air yang sangat kotor tentu saja Yuki sangat kesal dia menggerutu keras dan terus berlari hendak mengejar mobil tersebut, meski sekalipun dia tidak bisa mengejarnya.
"Aaahhh....sialan, hei... Siapa kau dasar orang kaya tidak tahu diri, manusia menjengkelkan beraninya kau mencipratkan kubangan padaku, hei! Berhenti kau harus bertanggung jawab, hei!" Teriak Yuki sambil berusaha berlari mengejar mobil tersebut.
Tanpa dia ketahui bahwa orang yang berada di dalam mobil itu adalah seseorang yang akan dia ointai permohonan di keesokan paginya, sekaligus orang yang akan memutuskan pekerjaan dia kedepannya, tapi dia sudah terlanjur merutuki orang itu dengan berbagai sebutan yang sangat kasar.
"Manusia sialan, dasar kau babi! Awas saja kau! Aku akan mengingat plat mobilmu, lihat saja nanti!" Teriak Yuki lagi sambil terus mengingat plat nomor mobil tersebut.
Dia pun terpaksa harus pulang dengan pakaian basah yang kotor dan cukup bau, membuat semua orang tidak bersedia berdekatan dengannya saat di dalam bus, dia juga menanggung rasa malu yang teramat sangat sampai tidak mampu untuk mengangkat kepalanya sendiri, terus saja berjalan menunduk hingga dia sampai di tujuannya dan pergi dengan cepat.
Akibatnya hal itu membuat seorang Yuki semakin dibuat kesal dan merasa sangat dendam pada orang yang mengemudikan mobil tersebut, bahkan dia langsung mencatat nomor plat mobil itu pada buku nota yang selalu dia bawa kemanapun.
Sampai di ke esokan paginya dia masih tidak menyerah, gadis yang berusia dua puluh tahun itu masih memiliki banyak sekali semangat dalam dirinya, dia terlihat begitu menggebu-gebu untuk datang lebih pagi ke perusahaan pusat agar dia bisa bertemu dengan sang manager gendut itu sebelum sang manager masuk ke dalam perusahaan, sebab dia tidak ingin lagi menunggu di depan meja resepsionis, sampai dirinya ketiduran dan hampir terlambat ke tempat kerjanya yang lain seperti sebelumnya.
Jadi kali ini dia sudah mengantisipasi semua itu dengan sangat baik.
Memakai masker di wajahnya dan mulai pergi ke perusahaan pusat untuk bertemu sang manager gemuk tersebut, tapi sesampainya disana dia justru malam ditahan oleh salah satu satpam perusahaan, karena di duga sebagai orang yang mencurigakan sebab memakai masker yang menutupi sebagian wajahnya dari hidung sampai ke mulut.
__ADS_1
"Eeh....ee...ehh..lepaskan aku, apa yang mau kalian lakukan, aku bukan orang jahat, aku karyawan minimarket yang mau bertemu dengan manager gemuk, ehh.. maksudnya manager Yopi, iya namanya manager Yopi." Ucap Yuki sambil terus berontak berusaha untuk melepaskan diri.
Kedua satpam itu pun langsung saja melepaskan Yuki setelah mereka mengetahui tujuan Yuki datang ke kantor itu, alhasil dia menunggu sang manager di samping satpam disana, hingga tidak lama manager Yopi akhirnya tiba, dan dengan segera Yuki langsung berlari menghampiri dengan wajah yang sangat senang.
Berbeda dengan manager Yopi sendiri yang terlihat sangat malas untuk bertemu dengan Yuki, yang sudah dia pecat sebelumnya lewat panggilan telepon yang singkat.
"Aah... Manager Yopi, aku ingin bicara denganmu, manager Yopi ayolah aku mohon tolong dengarkan aku, aku tidak akan melakukan kesalahan seperti yang sebelumnya, aku saat itu sama sekali tidak tahu apapun, tolong kasihanilah aku yang miskin ini, aku tidak akan bisa hidup jika keluar dari minimarket tersebut, kau tahu saat ini begitu sulit mencari pekerjaan baru, apalagi banyak lulusan yang baru lebih murah untuk di gaji, aku mohon tolong berikan aku satu kesempatan, aku kan belum pernah melakukan kesalahan apapun sebelumnya, manager Yopi." Ucap Yuki terus saja berbicara panjang lebar sambil berjalan di samping sang manager tanpa henti, hingga terus saja dia memohon sambil menghadang jalan sang manager, sebab merasa semua ucapannya tidak di dengar oleh manager Yopi yang terus berjalan ke depan tanpa henti dan tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.
Saat Yuki menghadang jalannya dengan merentangkan kedua tangan di depan sang manager, barulah saat itu manager Yopi menatapnya dan menghembuskan nafas dengan lesu kepadanya.
"Ayolah manager Yopi, aku sangat mengharapkan kebaikan dari orang sepertimu, jika bukan padamu, lantas pada siapa lagi aku harus memohon, kaulah satu-satunya manusia harapan dalam hidupku, tentunya setelah aku berharap pada tuhan, aku mohon ya..tolong jangan pecat aku." Ucap Yuki semakin memasang wajah yang menyedihkan dan mata yang berkaca-kaca.
Dia sengaja melakukan semua itu sebab tahu bahwa manager Yopi tidak akan bisa mengusir dia jika dia memasang wajah seperti itu.
Yang pada akhirnya, semua itu memang benar, manager Yopi pun menerima Yuki untuk bicara dengan dia di kantornya, agar bisa membiarkan masalah ini lebih baik dan tenang disana, bukan di tengah jalan seperti ini yang akan sangat memalukan.
"Aahh...ya sudahlah, ayo kau ikut denganku ke kantor, biar aku jelaskan kepadamu apa alasan yang membuat aku sulit untuk mempertahankan dirimu." Ucap manager Yopi kepadanya.
__ADS_1
Meski begitu Yuki tetap tersenyum senang, setidaknya dia pikir dengan sang manager mau mengajak dia dan memperbolehkannya masuk ke dalam ruang kantor pribadinya, itu sudah memberikan sebuah sinyal lampu hijau, yang artinya masih ada sebuah kemungkinan untuk dia tetap di pekerjaan lagi di minimarket tersebut.
Yuki langsung terlihat begitu bersemangat, dia mengangguk dengan cepat dan langsung saja masuk mengikuti sang manager dari belakang, hingga setibanya di ruangan milik sang manager, dia pun langsung diberikan sebuah selembar surat diatas meja yang diminta sang manager untuk dia baca.
Yuki langsung mengambil kertas tersebut dan membacanya, yang ternyata itu adalah sebuah informasi mengenai tuan Davon yang merupakan putra dari CEO sebelumnya yang memimpin perusahaan pusat khusus pembukaan cabang minimarket di negara ini.
Yuki langsung saja mengerutkan kedua alisnya dengan wajah kebingungan.
"Manager, aku kan sudah tahu dia siapa, kenapa kau memberikan aku informasi ini lagi?" Tanya Yuki kepadanya.
"Itulah masalah, dia sendiri yang meminta aku untuk memecatmu, jadi aku tidak bisa berkutik lagi, sama sekali tidak bisa membantumu Yuki, jika kamu mau tetap dipekerjakan disana, maka orang yang harus kamu cari dan pinta permohonan adalah dia, bukan saya." Balas sang manager yang membuat Yuki langsung terperangah.
"HAH? Ahaha... Manager ayolah kau pasti sedang bercanda denganku bukan? Dia ini kan CEO, lalu apa hubungannya dengan aku yang harus menemui dia dan memohon secara langsung padanya, sudah jelas kau adalah managernya, kau yang memegang kuasa atas minimarket tempat aku bekerja, dia seharusnya tidak mengatur semuanya dengan sedetail ini bukan?" Balas Yuki kepada sang manager yang mengira itu hanya sebuah candaan semata.
"Tidak Yuki, aku tidak bercanda, jika bukan dia yang memutuskannya, aku tidak akan memecatmu, kau kan tahu aku ini tidak pernah mempermasalahkan apapun untuk karyawanku, asalkan semuanya berjalan lancar itu tidak masalah, tapi ini sungguh tuan muda Devon sendiri yang memeriksa ke kantorku dan dia meminta agar kau di keluarkan dan tidak bisa di terima di minimarket manapun yang berada di atas naungan dirinya." Balas sang manager menjelaskan.
Yuki langsung terbelalak sangat lebar dan dia sangat kaget sekali mendengar hal tersebut, dia tidak menduga jika dampaknya akan menjadi sebesar ini, bahkan menyulitkan dia untuk mencari pekerjaan di minimarket cabang lainnya.
__ADS_1