Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Belajar Memakaikan Dasi


__ADS_3

"Tidak melakukan apapun kau bilang, barusan apa yang sudah kau lakukan hah? Mengibaskan jasku seenaknya sampai membuat mataku perih seperti ini, apa kau masih belum tahu juga, aku adalah aset perusahaan nomor satu, orang yang paling berpengaruh di Negera ini dalam urusan bisnis, bahkan pemerintah memiliki hutang yang banyak padaku, apa kau gila hah? Beraninya kau mengibaskan jasku sendiri di sampingku, dan karena kau perotes juga tidak menyadari kesalahanmu, gajimu aku potong lagi!" Bentak tuan Devon yang semakin mencekik bagi Yuki.


Padahal dia belum juga mengetahui berapa gaji yang dia dapatkan dari tuan Devon disetiap bulannya nanti, tetapi justru gajinya sudah di potong lebih dulu, dan dipotongnya dua kali pula, membuat dia semakin kesal dengan tuan Devon.


Gadis muda yang berusia 20 tahun itu terus saja menatap dengan cemberut ke arah wajah tuan Devon, membuat tuan Devon kembali membentak dia dan melontarkan ancaman lagi untuknya. "Kenapa kau terus menatapku begitu, ayo cepat pasangkan jasnya, apa kau mau aku memotong gajimu lagi, hah?" Bentak tuan Devon melontarkan ancamannya membuat Yuki langsung mendengus pelan dan dia segera saja membantu tuan Devon untuk mengenakan jas tersebut dengan segera.


Dia bahkan masih harus merapihkan jas yang di pakai tuan Devon dengan sebuah setrika uap yang bisa dipakai meski pakaian itu sudah dikenakan oleh pemakainya.


Selain itu Yuki juga masih harus membantu memakaikan dasi bagi tuan Devon, tetapi yang membuatnya kesulitan, selama ini Yuki belum pernah memakaikan dasi untuk siapapun, bahkan dirinya sendiri belum pernah mengenakan dasi sama sekali.


Jadi ketika dia diminta untuk memasangkan dasi oleh tuan Devon, dia merasa kesulitan dan hampir saja mencekik tuan Devon dengan dasinya sendiri saat itu.


"Aarrkkk..hei kau mau membunuhku ya?" Bentak tuan Devon dengan wajahnya yang menakutkan dan dia langsung melonggarkan kembali dasi tersebut.


Yuki juga sangat kaget saat itu, dia berusaha untuk memperbaikinya segera dan terus saja meminta maaf kepada tuan Devon lalu mulai mencobanya lagi, dia melakukan semua yang dia bisa, meski sebenarnya dia sama sekali tidak mengerti bagaimana cara memasangkan dasi yang baik dan benar kepada orang lain.

__ADS_1


Hingga tuan Devon sudah mulai kesal sebab dia merasa bahwa ada yang salah dengan cara memasangkan dasi Yuki kepada dirinya.


"Hei, sebenarnya kau bisa memasangkan dasi atau tidak? Kenapa lama sekali?" Ucap tuan Devon sudah mulai mencurigainya.


Yuki pun menunduk dan menggelengkan kepalanya pelan sambil menaruh kedua tangannya ke belakang, sebab dia takut akan mendapatkan semprotan amarah lagi dari tuan Devon. Tetapi apa yang dia takutkan memang benar terjadi, tuan Devon terus saja menggerutu kesal dia terus mengusap kasar kepalanya dengan keras dan menghentak-hentakkan kakinya sangat kuat berkali-kali ke lantai, bahkan dia sampai mengepalkan kedua tangannya dan terus mengeratkan giginya sangat kuat.


"Aaarrghhh..eugh..eugh..eughh.. Kalau kau tidak bisa memakaikan dasi, kenapa kau tidak bilang padaku sejak awal hah?" Ucap tuan Devon terlihat sangat gemas kepada Yuki.


"Maafkan aku tuan, sebelumnya aku takut kau akan memotong gajiku lagi, aku takut kau akan marah padaku jika aku mengatakannya lebih awal dan aku pikir aku bisa memakaikan dasi itu, tapi setelah aku mencobanya ternyata itu sulit dan aku tetap tidak bisa." Balas Yuki sambil terus saja tidak berani mengangkat kepalanya.


"Aishh... Ayo ikut aku." Ucap tuan Devon yang langsung menarik tangan Yuki dengan kuat dan menyeretnya dengan paksa untuk naik ke lantai atas dan dia dibawa masuk ke dalam kamar tuan Devon begitu saja.


"Ya kau memang tidak boleh melakukannya lagi, atau jika tidak aku bisa saja mati tercekik olehmu, dan kau memang harus belajar, itulah kenapa aku membawamu kemari, lihat ke cermin dan perhatikan baik-baik cara aku memakai dasi ini!" Ucap tuan Devon dengan tegas dan terus saja menyuruh Yuki untuk memperhatikan dirinya.


Dia memakai dasinya sendiri sambil terus bicara menjelaskan dengan begitu detail dan rinci kepada Yuki, dengan sabarnya tuan Devon mengajarkan Yuki yang sedikit sulit untuk mengingat cara memakai dasi saat itu, hingga di percobaan ke dua tuan Devon mulai bertanya kepada Yuki. "Bagaimana apa sekarang kau sudah mengerti?" Tanya tua Devon.

__ADS_1


"Tuan bisakah kau mengulanginya sekali lagi, dan jangan terlalu cepat, aku sulit untuk mengingat tahapan melipatnya." Balas Yuki sambil tersenyum kecil dan dia memohon kepada tuan Devon yang terlihat memendam emosi di dalam dirinya sendiri.


Bahkan wajah tuan Devon terlihat sudah merah padam, dia langsung memalingkan pandangannya ke samping dan terus saja menggerutu kesal sendiri, hingga dia mulai kembali menghadap ke arah cermin dan menyuruh Yuki untuk memperhatikan apa yang dia lakukan dengan baik. "Hei.. lihat baik-baik dan ingat di otakmu yang tumpul itu, jika sampai kau tidak ingat juga, aku akan memotong gajimu lagi hingga kau tidak akan mendapatkan uang gaji bulan ini!" Ucap tuan Devon dengan ancaman yang sangat menyeramkan dan bibirnya yang tipis sangat gemas pada Yuki.


Gadis tersebut merasa sangat horor ketika mendengar setiap ancaman yang dilontarkan oleh tuan Devon, dia bahkan kesulitan untuk menelan salivanya sendiri dan dia terus saja mengangguk sambil segera menatap ke arah cermin tanpa berkedip sedikitpun, berusaha untuk fokus dengan semua tutorial yang diberikan oleh tuan Devon secara khusus kepadanya, hingga beberapa saat kemudian, tuan Devon langsung menyuruh Yuki untuk mempraktikkan secara langsung kepada dirinya.


"Bagaimana apa kau sudah mengerti sekarang?" Tanya tuan Devon yang langsung dibalas anggukan oleh Yuki dengan ragu.


Dia tidak tahu apakah dia sudah bisa untuk melakukannya atau tidak, tetapi dia harus mengangguk agar tuan Devon tidak benar-benar memotong gajinya lagi.


"Bagus, sekarang ayo peraktikkan yang aku lakukan barusan, ayo cepat kenapa kau diam saja?" Ucap tuan Devon mendesaknya sangat kuat.


Yuki pun mulai berjalan dengan perlahan, dia merasa sangat gugup dan tidak percaya dengan dirinya sendiri, tetapi dia tetap harus melakukannya, mengambil dasi dari tangan tuan Devon dan mulai memakaikannya kepada pria yang mudah tersulut emosi tersebut dengan perlahan dan sangat hati-hati dalam setiap gerakannya.


Hingga akhirnya Yuki berhasil memasangkan dasi pada kerah kemeja tuan Devon dengan benar, walaupun belum se rapih yang dilakukan oleh tuan Devon sendiri.

__ADS_1


"Nah, bagus. Ini lebih baik dibandingkan sebelumnya, kau masih harus banyak belajar, tapi sekarang kau harus bawa semua kotak berkas itu ke mobilku." Ucap tuan Devon sambil menunjuk ke arah tumbukan kotak berukuran kardus mie instan di samping kamarnya. Membuat Yuki langsung terperangah kaget melihatnya.


Baru saja dia merasa lega karena berhasil lolos saat mengenakan dasi bagi tuan Devon, tapi sekarang dia sudah harus dihadapkan dengan banyaknya tumpukan kotak berisi berkas yang cukup berat, dan sialnya dia harus mengangkut semua kota itu seorang diri, dari kamar tuan Devon yang berada di lantai dua hingga ke luar dari rumahnya dan memasukkan semuanya ke dalam mobil sekaligus, membayangkannya saja sudah membuat Yuki merasa lelah.


__ADS_2