
Tetapi disaat Yuki tengah menikmati makanannya dengan sangat lahap tiba-tiba saja tuan Devon langsung saja mengatakan perkataan yang membuat Yuki tersedak dan berhenti memakan makanannya tersebut.
"Tapi kau harus membayar semua ini dengan gajimu, biar aku yang akan memotongnya nanti, jadi silahkan kau habiskan oke." Ucap tuan Devon begitu saja membuat Yuki langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan dia terus saja menaruh semua makanan itu dengan cepat.
"Ohok...ohok..ohok...tuan tunggu tuan kau yang benar saja tadi kan kau bilang semua ini kau yang membayarnya kenapa sekarang malah memotong dari gajiku?" Ucap Yuki segera perotes dengan semua ke tidak berdayaan nya itu.
"Hei aku kan hanya bilang kalau aku yang akan membayarnya, ya memang gajimu itu ada di tanganku kan sekarang, makanya aku lah yang membantumu membayarkannya ke kantin, ibarat kau meminjam padaku, aku juga tidak keberatan kau tidak perlu merasa tidak enak, aku ini memang orang yang dermawan kepada setiap orang. Kalau begitu aku pergi dulu ya, ayo lanjutkan lagi makannya. Jam istrinya masih lama kok santai saja." Balas tuan Devon lagi sambil menepuk sebelah pundak Yuki yang membuat Yuki terus saja mengerutkan kedua alisnya dengan kuat, juga wajahnya yang langsung berubah menjadi sangat kusut, bak seperti sebuah kertas yang dia remas dengan kuat saat itu.
Kini Yuki hanya bisa menerima semuanya dengan hati yang hancur, menatap ke arah meja tersebut yang masih terdapat banyak makanan disana, dia merasa sangat lemah dan begitu merana karena harus memotong gajinya yang hanya tinggal sedikit lagi itu.
"Huaa..jika gajiku terus di potong seperti ini, bisa-bisa nanti aku semakin lama untuk melunasi hutangnya, aaahhh aku tidak mau itu terjadi, tuhan tolong berikan aku kekuatan dan kemudahan dalam mencari rejeki ya tuhan, aaamiin." Ucap Yuki sambil terus menengadahkan kedua tangannya ke atas langit dan terus mengusap tangannya ke wajah.
Dia segera membungkus semua makanan yang tersisa dan memasukkannya ke dalam tas selempang usang berwarna coklat kesayangannya tersebut, dia benar-benar merasa sangat sedih, walaupun dia bisa membawa pulang makanan sisa tersebut ke rumahnya tetapi tetap saja semua makanan yang enak dan terlihat berpenampilan mewah pasti akan memiliki harga yang tinggi, dia terus berpikir dengan semua uang itu jika dia gunakan untuk membeli mie instan, mungkin itu akan cukup untuk dia mengganjal perutnya selama dua sampai tiga Minggu ke depan, tapi sayangnya semua itu telah sirna, dia juga tidak bisa melakukan apapun lagi sekarang, selain dari mengeluh sendiri dan tetapmharus menerima semua kenyataan pahit dalam hidupnya ini dengan lapang dada meski dadanya terasa sangat sesak sekali.
"Huuuhh...sangat menyesakkan dada, makan dengan makanan enak atau mie instan sama saja kenyang apa yang salah dari manusia sialan itu, dia malah menjebak aku dalam keadaan sulit seperti ini, aaahhh aku benar-benar menyesal sudah memujinya, nyatanya dia tetaplah manusia kejam tanpa hati dan sangat menyebalkan, aku sumpahin semoga dia jomblo selamanya!" Gerutu Yuki terus saja menyumpahi tuan Devon dengan semua sakit hati yang diterima saat itu.
Hingga ketika dia masuk ke dalam ruangan tuan Devon terus saja tuan Devon menahan tawa setelah mengingat apa yang sudah dia lakukan kepada Yuki, sedangkan Yuki sendiri sangat muak untuk melihat wajahnya kala itu, dia hanya bisa merasa frustasi dibuatnya dan terus menyelesaikan pekerjaan dia dengan cepat, tidak banyak bicara lagi dan sudah tidak mau mencari masalah apapun dengan tuan Devon, kini gadis 20 tahun itu hanya ingin bekerja dengan baik dan merasa damai, tidak mau lagi menentang tuan Devon apakah membuatnya naik pitam seperti sebelumnya, karena Yuki sudah tahu dampak seburuk apa yang akan dia rasakan nantinya, jika dia berani berurusan lagi dengan seorang tuan Devon.
Bahkan meski tuan Devon terus menyuruh dia boleh balik untuk menyedihkan kopi dan mengambilkan cemilan untuknya, Yuki masih bisa menahan rasa sabar dalam dirinya saat itu, kali ini saja sudah dua kali Yuki bolak balik dari ruangan tersebut ke dapur hanya untuk mengambilkan kopi dan air putih, sedangkan kali ini tuan Devon kembali menyuruhnya untuk pergi memanggil sekretaris Geri dan dia langsung pergi melakukannya dengan cepat, bukan karena rajin tetapi karena dia sudah sangat tidak tahan melihat wajah tuan Devon yang sangat membutuhkan dia naik pitam dan ingin menghajar wajahnya dengan kedua tangannya secara langsung saat itu juga.
Gadis setengah tomboi itu hanya berusaha untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan menahan emosi dan terus bersabar dalam menghadapi tuan Devon yang dia duga memang sengaja melakukan semua itu terhadap dirinya sendiri.
"Ehh...aku lupa aku juga mau cemilannya, sana ambilkan aku cemilannya juga." Ucap tuan Devon saat Yuki baru saja kembali dari dapur dengan menaruh air putih di atas mejanya saat itu. Membuat Yuki segera menarik nafas dengan panjang dan membuangnya perlahan, untuk mengontrol dirinya sendiri.
"Fyuhhhh...sabar Yuki sabar, oke aku harus berusaha sabar dalam menghadapi manusia setengah iblis sepetinya ini, aahh..." Batin Yuki sambil menggerutu kecil saat itu.
__ADS_1
Dia segera membungkuk kepada tuan Devon dan terus saja membalikkan badan dari sana dengan secepatnya, dia menghentak kakinya sangat kencang dan terus saja merutuki Tuan Devon dengan semua perkataan kasar yang keluar dari mulutnya saat itu.
"CK...bisa bisanya dia terus mepeemain aku seperti ini, padahal sebelumnya dia terlihat baik dan membantu mengobati kakiku tapi disaat kakiku baru saja membaik dia sudah kembali menjajah aku seperti ini, aishhh aku sungguh ingin segera keluar dari cengkraman singa gila itu!" Gerutu Yuki tiasa henti, dia juga menjadi pusat perhatian beberapa orang yang dia lewati saat itu namun Yuki sama sekali tidak memperdulikannya, sekalipun ada banyak orang yang memperhatikan dirinya.
Yang terpenting dia bisa meluapkan semua emosi dalam dirinya dan bisa membuat dia lebih nyaman untuk menghadapi tuan Devon nantinya karena kekesalan sebelumnya sudah tersalurkan, dan dia buang dengan begitu puas, berbeda dengan jika dirinya tidak menggerutu keras seperti itu, maka bisa saja semua emosi itu mengendap dalam dirinya dan terus membuat hatinya semakin benci dan benci hingga semua kekesalan yang tertahan itu mulai menumpuk dan mengakibat dia akan keceplosan atau bahkan bisa melewati batasnya sendiri saat menghadapi tuan Devon nantinya.
Dan jika saja hal semacam itu sudah terjadi dengan dirinya, maka Yuki tidak akan bisa menahannya lagi, sebab dia sadar bahwa dia bukanlah waita yang lembut lagi penyabar, melainkan dia wanita yang mudah emosi dan tidak akan mudah di provokasi, dia juga akan melawan dengan penuh keberanian, disaat dirinya di injak-injak seperti yang saat ini dia rasakan oleh tuan Devon, makanya dia terus berusaha berontak dan melawan tuan Devon sebelumnya, tapi kali ini dia mungkin akan memiliki jalan aman terlebih dahulu sampai dia bisa menerima gaji yang benar-benar sesuai dengan pekerjaan dia kepada tuan Devon selama ini.
Gadis 20 tahun itu menyiapkan cemilan kepada tuan Devon dan menaruhnya di atas meja, tapi baru saja Yuki hendak duduk kembali berniat untuk melanjutkan pekerjaan dia lagi tapi tuan Devon justru malah kembali memanggil dia dan kali ini mengatakan bahwa air yang di bawa oleh Yuki sebelumnya adalah air yang salah, tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan dan apa yang dia maksud sebelumnya.
"Eehh tunggu, Yuki kemari kau!" Ucap tuan Devon saat itu, mengharuskan Yuki kembali bangkit dari kursinya dan menghadap tuan Devon lagi, yang entah sudah berapa kali dia terjebak dalam kondisi yang sangat menguras emosi dalam dirinya saat ini, sebelumnya hingga seterusnya akan seperti itu.
"Huuhh..ada apa lagi sih, si iblis ini." Gerutu Yuki sambil bangkit dengan kasar dan sengaja meninggalkan pekerjaan dia begitu saja.
Tua Devon hanya menggelengkan kepala beberapa saat hingga dia langsung saja membentak Yuki cukup keras dan mengomeli dia sangat lama sekali.
"Hei apa kau ini buta atau apa sih, aku kan tadi memintamu mengambilkan aku air putih bukan air bening seperti ini, apa kau tidak tahu apa air putih yang aku maksudkan, hah?" Bentak tuan Devon begitu saja.
Lantas Yuki mulai mengerutkan kedua alisnya sangat kuat, dia sangat kebingungan sendiri dengan apa yang dikatakan tuan Devon dengannya, bahkan dia sampai mendapatkan bentakkan atas apa yang dia pikirkan dia tidak melakukan kesalahan apapun kepadanya, tetapi masih saja mendapatkan bentakkan seperti ini.
"Eehhh tuan ada apa denganmu, ini kan memang air putih, memangnya air putih yang seperti apa yang kau inginkan?" Balas gadis tersebut hampir tidak bisa menahan emosinya yang sudah memuncak sejak awal.
"Biar aku beritahukan padamu mulai sekarang, air putih itu artinya air susu tanpa gula, ini kan warnanya bening, lagi pula aku kalau menyuruhmu mengambilkan air bening pasti bilangnya air mineral, bukan air putih, bagaimana sih kau ini." Balas tuan Devon menjelaskannya dengan rinci.
Padahal jauh di lubuk hatinya saat itu, tuan Devon justru tertawa dengan sangat lebar dan dia nampak begitu puas telah berhasil mengerjai sosok seperti Yuki yang sangat sulit sekali untuk dia kendalikan sebelumnya, tetapi kali ini dia sekaligus bisa mengenai dia dengan luas karena Yuki sama sekali tidak bisa melawannya lagi, maka dari itu bak seperti diberikan kesempatan yang besar, tuan Devon terus saja mengerjainya dan membuat Yuki hampir kehilangan kesabaran berkali-kali karena ulah dirinya.
__ADS_1
Kali ini saja kedua tangan Yuki sudah dikepalnya dengan sangat kuat hingga semua urat hijau di lengannya napka terlihat sangat jelas dari tangannya yang putih itu.
"Kenapa kau malah diam saja, ayo cepat bawakan lagi aku air putih yang sesuai, ingat warnanya putih bukan bening, awas saja jika kau salah lagi!" Ucap tuan Devon membuat Yuki terus saja berbalik sekaligus tanpa mau berpamitan apalagi membungkuk kepada tuan Devon.
"CK....kau bilang air putih itu susu asli ya? Yang tidak pakai gula, iya? Hahah... rasakan ini aku masukkan cabai saja ke dalamnya agar dia tahu rasa bagaimana pedasnya semua ucapan dia kepada aku sebelumnya, dasar manusia sialan, sekali-kali harus aku berikan pelajaran juga." Gerutu Yuki sambil terus memotong beberapa cabai dan dia masukkan ke dalam susu tersebut, tentunya hanya biji cabainya saja yang dia masukkan agar tidak terlihat oleh tuan Devon bahwa dia juga sudah balik mengerjainya saat itu.
Kini ekspresi wajahnya tidak seburuk sebelumnya lagi, karena dia pikir pembalasannya itu akan terbalaskan dengan cara yang sangat luar biasa seperti ini.
"Ahahah....rasakan saja kau." Batin Yuki sambil segera masuk ke dalam ruang kantor tuan Devon, dia menaruh susu tersebut di samping cemilan dan yang pasnya tuan Devon langsung mencicipi susu dari Yuki dengan cepat.
Dia meminumnya sangat banyak dalam satu tegukan tetapi bukannya rasa susu segar yang dia sudah bayangkan dalam benaknya, justru malah rasa pedas yang membuat pengar hidungnya yang dia rasakan di dalam mulut saat itu, sampai membuat tuan Devon langsung memuncratkan kembali semua minuman dalam mulutnya tersebut ke samping, hingga membuat semuanya menjadi Basar dan berantakan.
Sedangkan Yuki sendiri yang masih belum terbayangkan dengan dampak apa yang akan dia rasakan setelah apa yang telah terjadi saat ini, dia malah asik tertawa dengan begitu puasnya, terus saja hingga dia terpingkal dan sangat puas sekali tanpa henti.
"Uahahaha...rasakan itu, aaahh aku sampai sakit pinggang melihat kau sangat kocak, ahahah...konyol sekali, bagaimana enak?" Ucapnya terus meledeki tuan Devon dengan wajahnya yang terus saja tertawa dan tangan yang memegangi perutnya karena terasa sakit sebab tertawa sangat lama dan begitu keras, menertawakan tuan Devon.
Kini tuan Devon benar-benar telah marah besar dan emosi dalam dirinya semakin memuncak dia tidak bisa diam saja dan terus bangkit berdiri menghampiri Yuki dan berjalan dengan langkah besar serta nafas menderu sambil mengelap ujung bibirnya yang terlihat basah karena sisa susu pedas yang dia buang saat itu.
"CK....kemari kau, rasakan sendiri susu buatanmu ini, ayo cepat rasakan kau sudah berani menipu aku dan menerawakan bosmu sendiri seperti ini, jadi kau juga harus merasakan hal yang sama, ayo cepat di minum!" Ucap tuan Devon yang terus memaksa Yuki untuk meneguk sisa susu di dalam gelas tersebut.
Sedangkan Yuki terus saja mundur dan menjauh dari tuan Devon karena jelas dia tidak mau merasakannya juga, melihat reaksi dari tuan Devon sebelumnya saja sudah membuat dia merasa sangat eneuk dan muak, apalagi jika harus dia merasakannya ke dalam mulut dia sendiri.
"Aahh tidak tidak aku tidak mau, tuan aku tidak suka pedas, aku sungguh tidak pernah makan pedas, tuan tolong jangan lakukan ini padaku, aku minta maaf, tolong taruh susunya itu." Ucap Yuki yang mulai memohon kepada tuan Devon dengan harapan tuan Devon bisa berbalik hati dan merubah niatnya tersebut untuk membalas dendam dengan dirinya menggunakan cara seperti ini.
Tetapi sayangnya semua permohonan yang di katakan oleh Yuki sama sekali tidak bisa membuat tuan Devon berhenti berjalan hingga pada akhirnya dia berhasil menarik tangan Yuki dan terus memaksanya agar meminum susu tersebut dengan cepat dan harus menghabiskannya semuanya di depan dia sendiri saat itu.
__ADS_1